Perkuat Ekonomi Berkelanjutan, Bupati Berau Dorong Disbun Genjot Sektor Perkebunan
- account_circle admin
- calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
- visibility 187
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau mulai menggeser orientasi ekonominya dari sektor tambang menuju perkebunan sebagai tumpuan baru. Bupati Berau, Sri Juniarsih, menyebutkan bahwa wilayahnya memiliki potensi agraria yang besar, terutama dengan tanah yang subur dan iklim yang mendukung pengembangan komoditas seperti kelapa sawit dan kakao.
“Kita harus memperkuat komitmen bahwa sektor perkebunan adalah tumpuan ekonomi Berau. Karena kita tidak bisa selamanya bergantung pada sektor pertambangan,” ujar Sri Juniarsih.
Selama ini, tambang memang menjadi pilar utama perekonomian Bumi Batiwakkal, julukan Kabupaten Berau. Namun, menurut Sri, ketergantungan pada sumber daya alam tak terbarukan seperti batubara justru bisa menjadi jebakan bagi pembangunan jangka panjang. Oleh karena itu, ia mendorong transformasi ekonomi berbasis perkebunan. Di tengah upaya itu, ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi, khususnya terkait penggunaan lahan.
“Penanaman komoditas harus dilakukan sesuai ketentuan. Tidak boleh masuk ke kawasan hutan atau lahan yang sudah memiliki izin konsesi. Ini untuk menghindari masalah hukum ke depan,” tegasnya.
Sri juga mendorong para petani untuk melakukan diversifikasi usaha, tidak hanya mengandalkan satu komoditas dan mengembangkan hilirisasi produk agar memiliki nilai tambah ekonomi.
“Kalau hanya menjual hasil mentah, keuntungan kita terbatas. Hilirisasi penting supaya petani bisa naik kelas, bisa ikut menikmati rantai nilai,” katanya.
Ia meminta Dinas Perkebunan (Disbun) Berau untuk lebih aktif dalam mendampingi petani, termasuk dalam hal peningkatan produktivitas dan kualitas hasil panen.
Salah satu perhatian khusus Sri adalah pengembangan kakao. Komoditas ini dianggap memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai produk unggulan daerah.
“Promosi dan pengembangan kakao Berau harus dimaksimalkan. Ini bukan hanya soal komoditas, tapi juga soal kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sri berharap pengembangan sektor perkebunan ini bisa menjadi gerakan kolektif, tidak hanya oleh pemerintah, tetapi juga dengan dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan.
“Perkebunan adalah masa depan ekonomi kita. Tapi kita hanya bisa mencapainya kalau semua stakeholder bersinergi,” tutupnya. (adv/yf)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar