Pria yang Tenggelam Saat Memancing di Sungai Kayan Ditemukan Meninggal
- account_circle admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 23
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG SELOR — Seorang pria yang sebelumnya dilaporkan tenggelam saat memancing di perairan Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, ditemukan meninggal dunia setelah dilakukan pencarian selama lebih dari dua hari.
Korban bernama Yosua Yulius, 40 tahun, ditemukan mengambang di Sungai Kayan di sekitar log pon penyeberangan Dermaga Lirung Butung, Desa Long Bia, Kecamatan Peso, pada Kamis, 12 Maret 2026 sekitar pukul 14.30 Wita.
Kepala Kepolisian Resor Kota Bulungan melalui Kasubsi PIDM Humas Aipda Hadi Purnomo membenarkan penemuan korban tersebut.
“Korban atas nama Yosua yang sebelumnya dilaporkan tenggelam telah ditemukan pada Kamis sekitar pukul 14.30 Wita dalam kondisi meninggal dunia,” kata Hadi.
Menurut dia, penemuan jasad korban bermula dari laporan warga Desa Long Bia yang melihat sesosok mayat mengambang di pinggir Sungai Kayan, tidak jauh dari lokasi penyeberangan log pon di kawasan Lirung Butung.
Seorang saksi bernama Roni, 39 tahun, mengatakan saat itu ia hendak menyeberangkan mobil menggunakan log pon dari Desa Long Bia. Ketika tiba di kawasan Lirung Butung, ia melihat sesuatu mencurigakan di tepi sungai.
Setelah didekati, ia menyadari bahwa benda tersebut adalah sesosok mayat yang mengambang di pinggir sungai. Roni kemudian berteriak meminta bantuan kepada warga dan tim pencari di sekitar lokasi.
Mendapat laporan tersebut, personel Kepolisian Sektor Long Peso bersama warga menuju lokasi dan melakukan evakuasi. Sekitar pukul 14.30 Wita, jenazah korban berhasil diangkat dari sungai.
Jenazah kemudian dibawa ke dermaga Long Bia menggunakan kantong jenazah. Setelah tiba di darat, korban dimandikan sebelum dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan oleh pihak keluarga.
Dari pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian yang sama seperti saat dilaporkan hilang, yakni baju berwarna hitam dan celana pendek.
Polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi untuk memastikan kronologi kejadian. Berdasarkan hasil koordinasi dengan keluarga, peristiwa tersebut diterima sebagai musibah.
Pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan visum luar maupun autopsi terhadap jenazah serta tidak akan menuntut pihak mana pun terkait kejadian tersebut.
Dengan ditemukannya korban, proses pencarian yang dilakukan aparat kepolisian bersama warga dinyatakan selesai. Polisi mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama ketika memancing atau melakukan kegiatan di perairan dengan arus yang kuat.(*/tnr)
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar