Rindu Ibu Hingga Persoalan Asmara Diduga Jadi Motif MB Bunuh Diri
- account_circle admin
- calendar_month Rabu, 31 Jul 2024
- visibility 374
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SAMBALIUNG- Diduga tak kuat menahan rindu, seorang remaja berinisial MB (24) ditemukan tewas gantung diri di ventilasi pintu kamarnya. Peristiwa nahas itu terjadi di Jalan Sadewa, RT 12, Kampung Trans Bangun, Kecamatan Sambaliung, Rabu (31/7/2024).
Jasad MB pertama kali ditemukan oleh saksi VL (45) yang merupakan kerabat korban. VL yang tinggal serumah dengan korban terkejut mendapati MB telah tergantung pada ventilasi pintu kamar dengan seutas tali nylon berwarna hijau. Kondisi MB saat ditemukan sudah tak bernyawa.
Diduga MB nekat mengakhiri hidupnya dikarenakan persoalan pribadi yang membuatnya tertekan. Pasalnya, beberapa kali sebelum kejadian tragis itu terjadi, VL mengaku MB kerap curhat kepada dirinya bahwa ia selalu terbayang mengakhiri hidupnya sejak sang ibu lebih dulu meninggal dunia pada Mei 2024 lalu.
Dari informasi yang dihimpun media ini melalui Satreskrim Polsek Sambaliung, korban merupakan anak tunggal dan yatim piatu.
“Kedua orangtuanya sudah meninggal dunia. Semenjak orangtua korban meninggal, korban selalu curhat kepada tantenya (saksi) terkait dengan korban selalu terbayang memiliki niat akan mengakhiri hidupnya,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Sambaliung, Ipda Irvan.
Selain itu, kepolisian juga menduga penyebab korban melakukan gantung diri karena adanya persoalan asmara. Sebab, di TKP ditemukan handphone milik korban dengan bukti chat WhatsApp dengan seorang wanita, yang diduga adalah kekasihnya.
Setelah menerima laporan, Personil Polsek Sambaliung Unit Reskrim segera melaksanakan Olah Tempat Kejadian Perkara, Unit Intelkam melaksanakan Pulbaket disekitar TKP, SPK Regu A dan personil piket melaksanakan pengamanan di TKP.
Korban diduga melakukan bunuh diri dengan cara menggantung dirinya tanpa diketahui saksi atau orang lain, diperkirakan waktu kejadian sekitar siang atau sore hari.
Meski demikian, pihak kieluarga korban menyatakan menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah korban, serta keluarga menerima bahwa kejadian tersebut musibah bagi keluarga serta menghendaki korban secepatnya untuk dikebumikan. (Marta)
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar