Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DPRD Berau » Sedimentasi Drainase Jadi Biang Kerok

Sedimentasi Drainase Jadi Biang Kerok

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 1 Okt 2024
  • visibility 409
  • print Cetak

Tanjung Redeb — Banjir yang selalu terjadi pasca hujan deras di beberapa titik Kota Tanjung Redeb, mendapat perhatian khusus dari Anggota DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto.

Menurutnya, banjir yang kerap terjadi hingga merendam rumah-rumah warga itu, terjadi akibat adanya sedimentasi pada drainase yang ada. Kemudian kapasitas drainase yang tidak mumpuni untuk menampung air hujan juga menjadi biang kerok dari persoalan banjir tersebut.

“Lubang pembuangan air yang masuk ke saluran drainase sepertinya banyak yang tertutup kotoran. Harusnya bisa dibuat lebih besar dan langsung menuju ke sungai besar,” ungkapnya, Minggu (29/9/2024).

Untuk mengatasi persoalan banjir itu, Dedy mengatakan dirinya telah berkoordinasi dengan pihak Dinas PUPR Berau dan meminta untuk dilakukan pengecekan secara menyeluruh terkait penyebab utama genangan air pasca hujan tersebut.

“Saya minta Dinas PUPR harus turun ke lokasi mengecek apa penyebabnya. Begitu juga dengan DLHK harus turun ke lokasi untuk melihat saluran yang ada, kalau ada sedimentasi harus dibersihkan,” katanya.

Selain itu, ia mendorong agar Bidang SDA Dinas PUPR membuat saluran primer yaitu saluran air yang pembuangannya langsung menuju ke sungai besar.

“Kalau bisa sei-Tarum yang ada di Bedungun dinormalisasi atau dibuatkan saluran permanen,” pintanya.

Selain itu, ia juga menanggapi saluran primer di daerah Jalan Kalimarau yang seolah tidak berfungsi dengan baik. Padahal saluran air tersebut cukup besar dan pembuangannya langsung menuju ke sungai besar.

“Ini saya teruskan ke Dinas PUPR untuk dicek ke lokasi apa permasalahan di sana,” ucapnya.

Untum diketahui, ketika terjadi hujan deras kurang lebih satu hingga dua jam, daerah Jalan Kalimarau sudah tergenang air yang cukup tinggi. Bahkan beberapa kali rumah warga sekitar tergenang air hingga setinggi paha orang dewasa.

“Kalau hujan deras kami sudah siap-siap untuk kebanjiran. Soalnya drainase besar ini tidak mampu menampung air hujan yang turun, akibatnya meluap sampai ke jalanan. Sengsara kami kalau hujan, harus angkut barang-barang. Kalau tidak begitu, ya terendam semua,” ucap Rantau, warga Jalan Kalimarau. (Adv/Marta)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Maulid KBB Berau Jadi Momentum Perkuat Silaturahmi dan Kebersamaan Warga

    Maulid KBB Berau Jadi Momentum Perkuat Silaturahmi dan Kebersamaan Warga

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 54
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kerukunan Keluarga Banjar (KBB) Berau menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Ballroom SM Tower, Jalan Teuku Umar, Selasa malam, 15 September 2026. Ratusan masyarakat menghadiri kegiatan tersebut. Acara berlangsung khusyuk dengan tausiah dari Pimpinan Pondok Pesantren Nurut Taufiq Bojonegoro, Habib Muhammad Bin Mustofa Aljufri. Dalam tausiahnya, Habib Muhammad mengajak […]

  • Akad Simpel Jadi Pilihan, KUA Berbenah Ikuti Selera Gen Z

    Akad Simpel Jadi Pilihan, KUA Berbenah Ikuti Selera Gen Z

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 282
    • 0Komentar

    BERAU – Tren pernikahan sederhana di kalangan generasi Z menunjukkan peningkatan. Fenomena ini terlihat dari bertambahnya pasangan muda yang memilih melangsungkan akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA). Pilihan tersebut dinilai lebih praktis dan tidak membebani keluarga, baik dari sisi biaya maupun persiapan. Kondisi ini mendorong sejumlah KUA untuk berbenah, terutama dalam penyediaan balai nikah […]

  • Lindungi Ekonomi Warga Pesisir, DPUPR Siapkan Proyek Pengaman Pantai Berbasis Riset di 4 Pulau Wisata

    Lindungi Ekonomi Warga Pesisir, DPUPR Siapkan Proyek Pengaman Pantai Berbasis Riset di 4 Pulau Wisata

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 621
    • 0Komentar

    ‎TANJUNG REDEB – Berau menetapkan perlindungan kawasan pesisir sebagai salah satu prioritas pembangunan 2025. Program ini diarahkan bukan hanya untuk menyelamatkan ekosistem pesisir, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pariwisata dan perikanan. ‎Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Berau, Hendra Pranata, menyebut empat pulau wisata, yakni Derawan, Maratua, Sambit, dan […]

  • Pemkab Berau Pertahankan Program Prioritas di Tengah Keterbatasan Fiskal

    Pemkab Berau Pertahankan Program Prioritas di Tengah Keterbatasan Fiskal

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle beraunews
    • visibility 48
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Pemerintah Kabupaten Berau tetap menempatkan program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat sebagai prioritas dalam Perubahan APBD 2026. Kebijakan itu diambil di tengah perubahan kondisi fiskal dan transfer pemerintah pusat. Pemkab Berau bersama DPRD Berau menyepakati perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Berau, Selasa (29/9/2026). Kesepakatan tersebut […]

  • Djoko Sumardiono tampil dalam konferensi pers virtual BMKG tentang prediksi musim hujan Kalimantan Timur

    El Nino Kuat, Musim Hujan Kaltim 2026-2027 Diprediksi Lebih Singkat

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle beraunews
    • visibility 27
    • 0Komentar

    El Nino di Kalimantan Timur diperkirakan masih berlangsung hingga 2027. Musim hujan 2026-2027 diprediksi lebih singkat dan datang lebih lambat di sejumlah wilayah.

  • Warga Balikukup Pasang Garis Tegas: Kompresor Jangan Masuk Karang Dangalahan

    Warga Balikukup Pasang Garis Tegas: Kompresor Jangan Masuk Karang Dangalahan

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 76
    • 0Komentar

    BERAU – Perairan Karang Dangalahan menjadi perhatian warga Balikukup setelah muncul laporan mengenai nelayan dari luar daerah yang diduga menggunakan kompresor untuk mengambil hasil laut. Warga khawatir aktivitas tersebut tidak hanya menguras sumber daya laut, tetapi juga mengancam terumbu karang yang menjadi tumpuan nelayan tradisional setempat. Persoalan ini mencuat sejak awal Juli 2026. Seorang nelayan […]

expand_less