Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DPRD Berau » Sedimentasi Drainase Jadi Biang Kerok

Sedimentasi Drainase Jadi Biang Kerok

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 1 Okt 2024
  • visibility 427
  • print Cetak

Tanjung Redeb — Banjir yang selalu terjadi pasca hujan deras di beberapa titik Kota Tanjung Redeb, mendapat perhatian khusus dari Anggota DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto.

Menurutnya, banjir yang kerap terjadi hingga merendam rumah-rumah warga itu, terjadi akibat adanya sedimentasi pada drainase yang ada. Kemudian kapasitas drainase yang tidak mumpuni untuk menampung air hujan juga menjadi biang kerok dari persoalan banjir tersebut.

“Lubang pembuangan air yang masuk ke saluran drainase sepertinya banyak yang tertutup kotoran. Harusnya bisa dibuat lebih besar dan langsung menuju ke sungai besar,” ungkapnya, Minggu (29/9/2024).

Untuk mengatasi persoalan banjir itu, Dedy mengatakan dirinya telah berkoordinasi dengan pihak Dinas PUPR Berau dan meminta untuk dilakukan pengecekan secara menyeluruh terkait penyebab utama genangan air pasca hujan tersebut.

“Saya minta Dinas PUPR harus turun ke lokasi mengecek apa penyebabnya. Begitu juga dengan DLHK harus turun ke lokasi untuk melihat saluran yang ada, kalau ada sedimentasi harus dibersihkan,” katanya.

Selain itu, ia mendorong agar Bidang SDA Dinas PUPR membuat saluran primer yaitu saluran air yang pembuangannya langsung menuju ke sungai besar.

“Kalau bisa sei-Tarum yang ada di Bedungun dinormalisasi atau dibuatkan saluran permanen,” pintanya.

Selain itu, ia juga menanggapi saluran primer di daerah Jalan Kalimarau yang seolah tidak berfungsi dengan baik. Padahal saluran air tersebut cukup besar dan pembuangannya langsung menuju ke sungai besar.

“Ini saya teruskan ke Dinas PUPR untuk dicek ke lokasi apa permasalahan di sana,” ucapnya.

Untum diketahui, ketika terjadi hujan deras kurang lebih satu hingga dua jam, daerah Jalan Kalimarau sudah tergenang air yang cukup tinggi. Bahkan beberapa kali rumah warga sekitar tergenang air hingga setinggi paha orang dewasa.

“Kalau hujan deras kami sudah siap-siap untuk kebanjiran. Soalnya drainase besar ini tidak mampu menampung air hujan yang turun, akibatnya meluap sampai ke jalanan. Sengsara kami kalau hujan, harus angkut barang-barang. Kalau tidak begitu, ya terendam semua,” ucap Rantau, warga Jalan Kalimarau. (Adv/Marta)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Kaltara Serahkan 21 Rekomendasi LKPJ, Infrastruktur Perbatasan Jadi Prioritas

    DPRD Kaltara Serahkan 21 Rekomendasi LKPJ, Infrastruktur Perbatasan Jadi Prioritas

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 368
    • 0Komentar

    TANJUNG SELOR – Pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan kembali menjadi pekerjaan rumah besar Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Dalam Rapat Paripurna ke-10 Masa Persidangan III di Tanjung Selor, DPRD Kalimantan Utara menyerahkan 21 rekomendasi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2025, dengan sorotan utama tertuju pada wilayah tapal batas dan daerah terpencil. Ketua DPRD […]

  • Menjelang Penetapan Pimpinan DPRD Berau

    Menjelang Penetapan Pimpinan DPRD Berau

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 388
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Pertengahan Oktober 2024, pimpinan definitif DPRD Berau baru akan ditetapkan. Hal itu diungkapkan oleh anggota DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto usai mengikuti rapat penetapan usulan calon pimpinan DPRD Berau periode 2024-2029. “Kemungkinan pertengahan Oktober baru bisa ditetapkan siapa saja yang akan mengisi kursi pimpinan,” ungkapnya. Dalam rapat itu, ada tiga nama yang […]

  • Jelang Libur Nataru, DPRD Berau Minta Pengamanan Wisata Diperketat: Keselamatan Pengunjung Wajib Utama

    Jelang Libur Nataru, DPRD Berau Minta Pengamanan Wisata Diperketat: Keselamatan Pengunjung Wajib Utama

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 526
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Anggota Komisi II DPRD Berau, Suriansyah, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memperkuat pengawasan dan pengamanan di seluruh objek wisata. Ia menilai antisipasi sedini mungkin diperlukan karena kunjungan wisata diprediksi melonjak, baik dari warga lokal maupun pelancong luar daerah. Menurut Suriansyah, momentum libur Nataru […]

  • BKSDA Berau Kembalikan Bekantan ke Habitat

    BKSDA Berau Kembalikan Bekantan ke Habitat

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 435
    • 0Komentar

    BERAU — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur melalui Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Berau melepasliarkan satu ekor bekantan (Nasalis larvatus) di kawasan hutan Kampung Meras, Kecamatan Kelay, Rabu (22/04/2026). Kepala Seksi KSDA Wilayah I Berau, Yulian Sadono, mengatakan satwa tersebut sebelumnya diamankan oleh tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Berau […]

  • Kursi Pelatihan Dikurangi, Minat Warga Berau Belajar Kelola Perpustakaan Justru Naik

    Kursi Pelatihan Dikurangi, Minat Warga Berau Belajar Kelola Perpustakaan Justru Naik

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 328
    • 0Komentar

    BERAU – Pemangkasan anggaran tahun ini ikut menyeret sejumlah program Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Berau. Beberapa kegiatan harus disesuaikan, sebagian lain dikurangi. Namun satu agenda tetap dipertahankan: pelatihan pengelolaan dasar perpustakaan, meski digelar dengan fasilitas serba terbatas. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Berau, Rabiatul Islamiah, menjelaskan bahwa penyesuaian dilakukan terutama pada pos […]

  • Tenaga Guru Terbatas, SLB Berau Kewalahan Hadapi Kelebihan Murid

    Tenaga Guru Terbatas, SLB Berau Kewalahan Hadapi Kelebihan Murid

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 854
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyoroti persoalan kelebihan jumlah siswa di Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ada di wilayahnya. Kondisi ini dinilai cukup mendesak dan perlu segera ditangani oleh pemerintah daerah. Informasi mengenai kondisi SLB tersebut, menurut Gamalis, diterima langsung dari pihak sekolah. Ia mengakui belum melakukan koordinasi menyeluruh dengan organisasi perangkat daerah […]

expand_less