Siswi Berau Bawa Baki Merah Putih di Upacara HUT ke-81 RI Tingkat Kaltim
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 18
- print Cetak

SAMARINDA — Langkah Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka terdengar teratur di lapangan Stadion Gelora Kadrie Oening, Samarinda, Senin pagi, 17 Agustus 2026. Di hadapan peserta upacara, Sang Merah Putih perlahan bergerak menuju tiang bendera.
Salah satu sosok yang berada di tengah prosesi itu datang dari Kabupaten Berau. Beatrice Geraldine Limbong, siswi SMA Negeri 2 Berau, mendapat tugas membawa baki bendera dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Upacara dimulai pukul 09.00 WITA dengan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud bertindak sebagai inspektur upacara. Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda Kaltim, kepala organisasi perangkat daerah, unsur TNI dan Polri, aparatur sipil negara, tokoh masyarakat, hingga perwakilan pelajar dan mahasiswa memenuhi kawasan stadion.
Namun perhatian peserta kemudian tertuju pada barisan Paskibraka ketika prosesi pengibaran bendera dimulai.
Beatrice membawa baki Sang Merah Putih. Di sampingnya, Aryasuta Samudrapati Riyanto, siswa SMA Negeri 5 Balikpapan, bertugas sebagai pengerek bendera. Sementara Michael Dompak Gabriel Pangaribuan, siswa SMK Negeri 2 Sangatta Utara, menjadi pembentang bendera.
Ketiganya menjadi bagian dari prosesi yang paling ditunggu dalam peringatan kemerdekaan pagi itu.
Ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya mulai dikumandangkan, Merah Putih bergerak naik di tiang utama Stadion Gelora Kadrie Oening. Seluruh peserta berdiri memberikan penghormatan.
Bendera kemudian mencapai puncak tiang dengan sempurna.
Tepuk tangan terdengar seusai pasukan menyelesaikan tugasnya. Di tengah ribuan pasang mata yang menyaksikan, para pelajar tersebut membawa tanggung jawab yang tak hanya berkaitan dengan ketepatan langkah dan formasi, tetapi juga simbol estafet nilai kemerdekaan kepada generasi muda.
Bagi Kalimantan Timur, prosesi tahun ini sekaligus mempertemukan pelajar dari sejumlah daerah dalam satu barisan. Berau, Balikpapan, hingga Kutai Timur terwakili melalui para anggota Paskibraka yang mendapat tugas utama dalam pengibaran bendera.
Rangkaian upacara juga diisi pembacaan naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia oleh Ketua DPRD Kalimantan Timur Hasanuddin Mas’ud.
Pembacaan Proklamasi membawa suasana stadion kembali pada peristiwa 17 Agustus 1945, ketika Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Delapan puluh satu tahun kemudian, teks yang sama kembali dibacakan dalam upacara yang mempertemukan unsur pemerintah, aparat, masyarakat, dan generasi muda Kalimantan Timur.
Selepas prosesi utama, suasana yang sebelumnya khidmat berubah lebih semarak.
Peserta dan tamu undangan menyaksikan penampilan Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris Polisi Cilik dari Polresta Samarinda. Pertunjukan marching band dan drum band kemudian menutup rangkaian perayaan.
Namun salah satu momen yang paling menonjol tetap terjadi ketika Merah Putih mencapai ujung tiang.
Di bawah langit Samarinda pagi itu, Beatrice dan anggota Paskibraka lainnya telah menyelesaikan tugas mereka. Dari tangan generasi muda itulah bendera yang menjadi simbol perjalanan 81 tahun Indonesia kembali dikibarkan. (afn)
- Penulis: admin
