Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » SPBN Tak Cukup, Warga Maratua Hanya Nikmati BBM Dua Hari

SPBN Tak Cukup, Warga Maratua Hanya Nikmati BBM Dua Hari

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
  • visibility 215
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MARATUA – Kekurangan bahan bakar minyak (BBM) kini menjadi ancaman nyata bagi kehidupan masyarakat di Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Pulau yang dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan pariwisata di Bumi Batiwakkal ini kini menghadapi persoalan serius terkait distribusi energi yang tak kunjung stabil.

Terletak sekitar tiga jam perjalanan menggunakan speedboat dari Kota Tanjung Redeb, Maratua dihuni lebih dari seribu kepala keluarga. Sebagian besar dari mereka menggantungkan hidup pada sektor perikanan dan pariwisata. Namun, akses BBM yang terbatas membuat aktivitas ekonomi mereka terhambat.

“Kami memang sudah memiliki Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), tapi kapasitasnya jauh dari cukup. Bahkan, kebutuhan nelayan saja tidak terpenuhi, apalagi masyarakat umum,” kata Camat Maratua, Ariyanto, saat ditemui pekan lalu.

Ia menyebut, BBM yang didistribusikan ke Maratua saat ini hanya mampu mencukupi kebutuhan selama dua hari. Setelah itu, warga harus menunggu pengiriman berikutnya—yang seringkali tak menentu. Kondisi ini membuat roda ekonomi di pulau tersebut berjalan terseok-seok.

Minimnya pasokan ini tidak hanya mengganggu nelayan yang membutuhkan BBM untuk melaut, tetapi juga berdampak pada pelaku usaha pariwisata yang menggantungkan operasionalnya pada ketersediaan energi.

“Kami sudah mengajukan pembangunan dua unit SPBU tambahan. Satu diusulkan melayani Kampung Payung-Payung dan Kampung Bohe Silian, dan satu lagi di Kampung Teluk Harapan serta Kampung Teluk Alulu,” ujar Ariyanto.

Namun, upaya tersebut masih terganjal oleh aturan teknis yang hanya memperbolehkan satu SPBU dalam satu kecamatan. Hal ini menjadi hambatan tersendiri, mengingat cakupan wilayah Maratua yang cukup luas dan kebutuhan BBM yang tinggi.

Ariyanto berharap ada fleksibilitas kebijakan agar distribusi BBM di wilayah kepulauan seperti Maratua bisa lebih merata. Ia juga menekankan pentingnya penambahan kuota BBM yang dikirim ke wilayahnya agar kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi setidaknya untuk 10 hingga 15 hari.

“Kalau begini terus, bukan hanya ekonomi yang terganggu, tetapi juga kepercayaan wisatawan bisa menurun. Ini pulau strategis, tapi pasokan energinya masih sangat terbatas,” ujarnya.

Sebagai salah satu ikon pariwisata Kalimantan Timur, Maratua menyimpan potensi besar. Namun, tanpa dukungan infrastruktur dasar seperti BBM yang memadai, potensi itu terancam tidak berkembang secara optimal. Pemerintah pusat dan daerah diharapkan segera merespons kebutuhan mendesak ini agar denyut nadi kehidupan dan ekonomi masyarakat Maratua tak makin melemah. (Lit)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Intervensi Harga Pokok: Pemkab Berau Akan Tambah Kios Penyeimbang di PSAD

    Intervensi Harga Pokok: Pemkab Berau Akan Tambah Kios Penyeimbang di PSAD

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 467
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Permasalahan inflasi di Kabupaten Berau, menjadi fokus penting yang menjadi perhatian. Bahkan, keseriusan ini ditunjukkan dengan hadirnya kios penyeimbang harga bahan pokok. “Ini baru awal. Nanti akan ada beberapa lagi kios penyeimbang, agar harga barang khususnya kebutuhan pokok di Pasar Sanggam Adji Dilayas bisa stabil,” ujar Pjs Bupati Berau Sufian Agus beberapa […]

  • Dinas Kesehatan Pionir Transformasi Digital, Optimalkan Layanan Kesehatan di Puskesmas

    Dinas Kesehatan Pionir Transformasi Digital, Optimalkan Layanan Kesehatan di Puskesmas

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 613
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Dinas Kesehatan Kabupaten Berau tengah serius menjalankan program transformasi digital dengan menerapkan aplikasi kesehatan di seluruh Puskesmas. Langkah ini merupakan bagian dari peta jalan digitalisasi kesehatan nasional yang bertujuan meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Kepala Dinas Kesehatan, Lamlay Sarie, mengungkapkan pentingnya adaptasi teknologi bagi optimalisasi kinerja kesehatan di daerah. “Dinas […]

  • Bupati Berau Harap Tingkatkan Produktivitas Pertanian

    Bantuan Stimulan Dipercepat, Bupati Berau Harap Tingkatkan Produktivitas Pertanian

    • calendar_month Jumat, 5 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Beraunews.id, Tanjung Redeb — Bupati Berau Sri Juniarsih menginstruksikan agar semua Program OPD dilakukan percepatan. Seperti Sektor Pertanian Dan Peternakan, juga menjadi salah satu fokus yang digenjot tahun ini, karena sebagai salah satu upaya Ketahanan Pangan. “Saya minta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura Dan Perkebunan (DTPHP) Berau, mempercepat program peningkatan Produktivitas Hasil Pertanian, agar Ketahanan Pangan Berau bisa berjalan,” katanya, Rabu (3/7/2024). Berdasarkan laporan Kepala DTPHP Berau Junaidi, Program Bantuan berupa Alsintan ini, merupakan […]

  • JATAM: Lubang Tambang di DAS Kelay Berau Lebih Dalam dari Sungai, Ancam Keselamatan Warga

    JATAM: Lubang Tambang di DAS Kelay Berau Lebih Dalam dari Sungai, Ancam Keselamatan Warga

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Samarinda — Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kalimantan Timur (Kaltim), menilai dampak aktivitas pertambangan batu bara di Kabupaten Berau telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan.   Ancaman tersebut tidak lagi sebatas pencemaran air, melainkan perubahan bentang alam ekstrem yang berisiko langsung terhadap keselamatan masyarakat.   Sorotan publik kemudian menguat, setelah beredar luas di media sosial foto lubang […]

  • Pemkab Berau dan YKAN Tandatangani Kesepakatan Pengelolaan SDA dan Pembangunan Berkelanjutan

    Pemkab Berau dan YKAN Tandatangani Kesepakatan Pengelolaan SDA dan Pembangunan Berkelanjutan

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.088
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan pentingnya kerja sama strategis antara Pemerintah Kabupaten Berau dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA) serta pelaksanaan pembangunan berkelanjutan melalui penandatanganan nota kesepakatan menuju visi “Berau Maju, Berkelanjutan, Makmur, dan Sejahtera” periode 2025–2030, pada Senin (13/10). Bupati Berau menjelaskan, kerja sama […]

  • Aksi Panas di Depan DPRD Berau: Tarif Air Kembali ke Harga Lama

    Aksi Panas di Depan DPRD Berau: Tarif Air Kembali ke Harga Lama

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 405
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Berau menggelar aksi di depan Kantor DPRD Berau pada Selasa pagi (7/1). Aksi ini dipicu oleh kebijakan kenaikan tarif air minum yang diterapkan oleh Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Batiwakkal, yang dianggap memberatkan warga. Kenaikan tarif yang mulai berlaku sejak 29 September 2025 […]

expand_less