Sri Juniarsih Apresiasi Kontribusi Ikayo dari Pemikiran hingga Aksi Lapangan
- account_circle admin
- calendar_month Senin, 11 Agt 2025
- visibility 424
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB — Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-41 Ikatan Keluarga Yogyakarta (Ikayo) Kabupaten Berau sekaligus melantik pengurus baru periode 2025–2030 di Gedung Busak Malur, Minggu (10/8/2025).
Dalam sambutannya, Sri Juniarsih mengapresiasi kiprah Ikayo yang kian menunjukkan eksistensinya melalui beragam program kerja. Tidak hanya berhasil mengajak masyarakat berpartisipasi, Ikayo juga dianggap berhasil melestarikan tradisi dan budaya Yogyakarta di Bumi Batiwakkal.
“Kontribusi Ikayo bagi pembangunan Kabupaten Berau sangat nyata, baik dari sisi pemikiran maupun aksi di lapangan,” ujarnya.
Bupati juga menegaskan pentingnya menjaga semangat Bhinneka Tunggal Ika untuk memelihara keharmonisan di daerah yang dikenal dengan keragamannya. Sri Juniarsih mengungkapkan bahwa masyarakat Berau merupakan perpaduan dari berbagai etnis, di mana sekitar 30 persen warga berasal dari keluarga besar Jawi, 30 persen dari Sulawesi, dan sisanya 40 persen adalah masyarakat asli Berau.
“Orang-orang Jawi sudah lama menetap dan berbaur di sini, bahkan banyak pernikahan antarwarga Berau dengan orang Jawi, sehingga hubungan sosial mereka sangat erat,” jelasnya.
Sebagai bagian dari Ikapakarti, Sri Juniarsih mendorong Ikayo untuk terus berkomitmen mendukung kemajuan Berau. Ia menambahkan, warga Yogyakarta punya tempat khusus di hati masyarakat Berau, apalagi banyak generasi muda Berau yang menuntut ilmu di Yogyakarta.
“Semangat kebersamaan seperti ini wajib kita pelihara agar Berau tetap aman, kondusif, dan damai,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar seluruh paguyuban besar di Berau, termasuk Ikayo, selalu solid dan aktif memberikan kontribusi positif. Selain itu, dia meminta agar mereka tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang berpotensi memecah belah persatuan.
“Paguyuban-paguyuban seperti ini adalah modal sosial yang penting untuk membawa Berau menjadi kota Sanggam yang lebih maju dan sejahtera,” tutup Sri Juniarsih. (adv/yf)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar