Teknologi Modern Disiapkan untuk Bersihkan Saluran Air di Berau
- account_circle admin
- calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
- visibility 331
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB – Menghadapi potensi banjir yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Januari dan Februari 2026, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau tengah mengintensifkan penanganan wilayah-wilayah rawan genangan air. Upaya ini tidak hanya menyasar kawasan perkotaan, tetapi juga wilayah lain yang rentan terdampak banjir.
Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Berau, Hendra Pranata, menyatakan bahwa penanganan banjir adalah pekerjaan yang kompleks dan membutuhkan strategi jangka panjang. Ia menegaskan bahwa langkah antisipasi pada musim hujan kali ini menjadi prioritas utama meski tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.
“Kami fokus pada antisipasi banjir yang mungkin terjadi di awal tahun depan. Memang, persoalan banjir tidak mudah ditangani dalam satu siklus anggaran saja,” ujar Hendra.
Menurut Hendra, tahap pertama yang sudah dilakukan adalah pemetaan wilayah yang sering terdampak genangan. Data tersebut akan menjadi acuan dalam merancang strategi teknis, baik untuk proyek permanen maupun penanganan darurat.
“Dengan pemetaan ini, kami bisa menentukan langkah jangka panjang sekaligus tindakan cepat di lapangan,” tambahnya.
Sejumlah proyek strategis seperti normalisasi sungai, pembenahan jaringan pembuangan air, dan peninggian titik-titik rawan banjir tengah berjalan. Selain itu, perbaikan sistem drainase dalam kota pun sudah menunjukkan hasil positif, khususnya di kawasan Perumahan BI di Jalan Albina yang mulai terbebas dari genangan.
Sementara itu, Kepala DPUPR Berau, Fendra Firnawan, menegaskan bahwa penanganan banjir harus didukung dengan upaya preventif yang masif, salah satunya pembersihan saluran air yang tersumbat oleh sedimentasi. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Kami mengarahkan kerja sama antara tiga OPD untuk membersihkan parit yang mengalami penyumbatan sedimentasi agar aliran air kembali lancar,” jelas Fendra.
Tak hanya dilakukan secara manual, metode pembersihan akan dikombinasikan dengan teknologi modern. Dalam waktu dekat, DPUPR Berau akan melakukan simulasi pembersihan menggunakan kombinasi penyedotan lumpur, penyemprotan air bertekanan, dan pengerjaan dari dalam saluran.
“Simulasi ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pembersihan,” imbuh Fendra.
Program ini mengacu pada hasil review terbaru masterplan penanganan banjir Kabupaten Berau, yang meliputi normalisasi saluran air, peningkatan kapasitas drainase, dan pembenahan sistem pembuangan air di titik-titik kritis.
“Solusi utama kami tetap pada normalisasi dan perbaikan jaringan drainase agar banjir bisa diminimalisasi,” pungkasnya.
DPUPR Berau berharap masyarakat turut berperan aktif dengan menjaga kebersihan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan, sebagai bagian dari upaya bersama meminimalisir risiko banjir.
Bupati Berau, Sri Juniarsih, menyambut positif langkah yang diambil DPUPR dalam mempersiapkan penanganan banjir. Ia menilai bahwa pendekatan komprehensif dan kolaboratif ini merupakan wujud nyata pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat dari bencana.
“Saya sangat mengapresiasi kerja keras DPUPR dan seluruh OPD yang terlibat dalam upaya ini. Penanganan banjir memang memerlukan sinergi dan perencanaan matang agar hasilnya maksimal. Saya yakin, dengan kerja bersama, Berau bisa menjadi daerah yang lebih tangguh menghadapi musim hujan,” kata Sri Juniarsih. (adv/yf)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar