Warga Payung-Payung Minta Penahan Gelombang, Abrasi Semakin Mengancam
- account_circle admin
- calendar_month Rabu, 10 Des 2025
- visibility 504
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BERAU — Ancaman abrasi pantai di Kampung Payung-Payung, Kecamatan Maratua, kembali mencuat dalam agenda reses Ketua Komisi III DPRD Berau, Liliansyah. Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan kekhawatiran atas kondisi garis pantai yang terus tergerus gelombang laut.
Keinginan utama masyarakat cukup jelas: pembangunan bronjong penahan gelombang harus segera dipercepat agar pemukiman di sekitar pesisir tak terus kehilangan daratan. Letak kampung yang berada persis di bibir pantai membuat perubahan kontur pesisir terasa lebih cepat dan berdampak langsung pada kehidupan warga.
Liliansyah menyebut isu abrasi bukan perkara baru dan berulang setiap tahun. “Masyarakat di pesisir selalu mengeluhkan hal yang sama. Mereka butuh penahan gelombang yang benar-benar efektif,” ucapnya.
Aspirasi itu, kata dia, akan diteruskan ke Pemerintah Kabupaten Berau, terutama kepada dinas teknis yang memiliki kewenangan dalam penanganan pesisir. Kajian lapangan dinilai perlu dilakukan agar solusi yang diambil bisa terukur dan tepat sasaran.
Penanganan abrasi, lanjutnya, menyentuh dua aspek sekaligus: mitigasi bencana dan keselamatan warga. Selain melindungi pemukiman, pembangunan proteksi pantai juga berarti menjaga keberlangsungan kampung yang hidup berdampingan dengan laut.
“Kami akan mengawal ini sampai menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” tegas Liliansyah. (adv/akm)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar