Yovandi Pamit dari Kejari Berau, Sri Juniarsih Titip Sinergi pada Gusti Hamdani
- account_circle admin
- calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
- visibility 202
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB – Serah terima jabatan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Berau berlangsung dalam suasana haru dan penuh kehangatan di Hotel Bumi Segah, Selasa, 29 Juli 2025. Jabatan strategis itu kini resmi berpindah tangan dari Yovandi Yazid kepada Gusti Hamdani.
Yovandi Yazid, yang telah memimpin Kejari Berau selama beberapa tahun terakhir, mendapat amanah baru sebagai Asisten Intelijen di Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau. Posisi Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Berau pun diserahterimakan dari Feni Yovandi kepada Diah Gusti Hamdani.
Dalam sambutannya, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyampaikan apresiasi atas kontribusi Yovandi selama menjalankan tugas di Bumi Batiwakkal. Ia menilai kehadiran Yovandi turut mendorong penguatan penegakan hukum yang berkeadilan di daerah.
“Terima kasih atas dedikasi dan komitmen yang ditunjukkan selama ini. Semoga pengalaman di Berau menjadi bekal berharga di tempat tugas yang baru,” ujar Sri Juniarsih.
Ia juga menyambut kehadiran Gusti Hamdani sebagai nahkoda baru di Kejari Berau. Bupati berharap sinergi antarlembaga yang selama ini terjalin baik dapat terus diperkuat.
Yovandi Yazid, dalam pidato perpisahannya, mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan dari seluruh unsur Forkopimda, instansi vertikal, dan internal kejaksaan selama ia bertugas. Ia menyebut keberhasilan institusinya tak lepas dari kerja sama dan kekompakan seluruh pihak.
“Selama bertugas tentu banyak tantangan, tapi berkat kolaborasi yang solid, semuanya bisa dihadapi bersama. Saya pamit dengan bangga dan penuh rasa syukur,” kata Yovandi.
Sementara itu, Kajari Berau yang baru, Gusti Hamdani, menyatakan komitmennya untuk menjaga marwah institusi kejaksaan sebagai garda terdepan penegakan hukum yang humanis dan berintegritas.
“Kami ingin kejaksaan hadir bukan semata sebagai penegak hukum, tapi juga mitra masyarakat. Transparansi, pencegahan, dan edukasi akan menjadi pendekatan utama kami,” ujar Gusti.
Ia menegaskan bahwa pendekatan hukum yang diterapkan harus seimbang antara ketegasan dan rasa keadilan sosial. “Kami ingin Kejari Berau jadi lembaga yang peka terhadap dinamika masyarakat,” bebernya.
Acara pisah sambut tersebut turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, serta keluarga besar Kejaksaan Negeri Berau. Momen ini menjadi simbol regenerasi kepemimpinan sekaligus momentum memperkuat kolaborasi antarlembaga demi menjaga stabilitas hukum di Kabupaten Berau.(lit/adv)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar