Festival Abutta Banua Berakhir, Ribuan Warga Ramaikan Penutupan dan UMKM Bergeliat
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 31
- print Cetak

BERAU – Festival Abutta Banua 2026 resmi ditutup pada Sabtu malam, 4 Juli 2026, setelah berlangsung selama tujuh hari. Kegiatan yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kelurahan Sambaliung dan HUT ke-6 Pedagang Kaki Lima (PKL) Basuli itu ditutup oleh Wakil Bupati Berau, Gamalis.
Malam penutupan diisi dengan pengumuman pemenang berbagai cabang lomba serta penampilan tari dari para juara. Pertunjukan tersebut disaksikan masyarakat yang memadati lokasi acara.
Lurah Sambaliung, Iskandar Zulkarnain, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan festival. Menurut dia, keberhasilan kegiatan tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat, panitia, jajaran Kelurahan Sambaliung, serta Kesultanan Sambaliung.
“Tanpa dukungan seluruh masyarakat Sambaliung yang bahu-membahu bersama panitia, jajaran kelurahan, serta dukungan dari Kesultanan Sambaliung, kegiatan ini tidak akan berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Ia mengatakan tingginya antusiasme masyarakat menjadi faktor penting keberhasilan Festival Abutta Banua. Festival tersebut, kata dia, terus digelar setiap tahun sebagai upaya menggali, memperkenalkan, dan melestarikan budaya Banua.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan Festival Abutta Banua yang dinilainya semakin meriah dari tahun ke tahun. Menurut dia, pelaksanaan tahun ini menjadi lebih istimewa karena pembukaannya dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji.
Gamalis menilai Festival Abutta Banua tidak hanya menjadi sarana pelestarian adat dan budaya suku Banua, tetapi juga mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Berbagai perlombaan yang digelar serta meningkatnya aktivitas UMKM dan PKL Basuli selama festival berlangsung disebut memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat.
Ia juga menyambut dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur agar Festival Abutta Banua diusulkan masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN).
“Saya berharap Festival Budaya Abutta Banua terus dilaksanakan sebagai wadah merayakan, memperkenalkan, dan melestarikan adat istiadat Banua sebagai salah satu suku asli Kabupaten Berau yang patut menjadi bagian dari sejarah dan identitas daerah di masa mendatang,” ucapnya.
Menurut Gamalis, festival tersebut juga memiliki nilai sosial karena menjadi ruang mempererat hubungan antarmasyarakat.
“Selain melestarikan budaya, kegiatan ini juga membangun kebersamaan dan mempererat silaturahmi masyarakat. Nilai-nilai sosial inilah yang menjadi kekuatan Festival Abutta Banua,” tutupnya.
Penutupan festival ditandai dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan. Antusiasme masyarakat serta pelaku UMKM selama sepekan penyelenggaraan menunjukkan Festival Abutta Banua tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga memberi dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di Kelurahan Sambaliung.(*adv/tnr)
- Penulis: admin

