Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekobis » Berau Growth 2035: Jalan Baru Menuju Ekonomi yang Menciptakan Lebih Banyak Pekerjaan

Berau Growth 2035: Jalan Baru Menuju Ekonomi yang Menciptakan Lebih Banyak Pekerjaan

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
  • visibility 94
  • print Cetak

Oleh: Mupit Datusahlan, Sekretaris DPD PSI Berau

Di setiap pembahasan mengenai pembangunan daerah, ada satu kekeliruan yang kerap berulang. Banyak orang berbicara tentang seperti apa wajah daerah yang ideal, tetapi jauh lebih sedikit yang membahas bagaimana fondasi menuju ke sana dibangun.

Membangun daerah, seperti membangun rumah, bukan hanya soal menggambar desain yang indah. Dibutuhkan bahan yang kuat, tenaga kerja yang terampil, pembiayaan yang memadai, dan keberanian mengambil keputusan ketika tantangan datang.

Di sisi lain, kritik memang penting sebagai pengingat arah. Namun pelaksana kebijakan di lapangan dihadapkan pada kenyataan yang jauh lebih kompleks: keterbatasan anggaran, birokrasi yang panjang, kualitas sumber daya manusia yang belum merata, hingga tuntutan masyarakat yang terus berkembang.

Karena itu, persoalan terbesar pembangunan bukanlah perbedaan pandangan antara pengkritik dan pemerintah. Musuh sesungguhnya adalah kebuntuan—ketika ekonomi melambat, investasi berjalan di tempat, lapangan kerja semakin sempit, dan pemerintah hanya sibuk mempertahankan keadaan tanpa keberanian melakukan terobosan.

Berau hari ini masih bertumpu pada sektor pertambangan, perkebunan, dan belanja pemerintah. Ketiga sektor tersebut memang menjadi penopang ekonomi daerah selama bertahun-tahun. Namun ketergantungan terhadap sektor primer menyimpan risiko besar. Harga komoditas selalu berfluktuasi, kapasitas fiskal pemerintah memiliki batas, sementara jumlah pencari kerja terus bertambah setiap tahun.

Apabila pola pembangunan tidak berubah, lima hingga sepuluh tahun ke depan tekanan terhadap ekonomi daerah diperkirakan akan semakin besar. Karena itu, Berau memerlukan mesin pertumbuhan ekonomi baru, bukan sekadar menambah daftar program pembangunan.

Salah satu peluang terbesar adalah hilirisasi sawit berbasis masyarakat. Selama ini sebagian besar hasil sawit masih keluar sebagai bahan baku sehingga nilai tambah dinikmati daerah lain. Berau memiliki peluang mendorong lahirnya industri minyak goreng lokal, pakan ternak berbahan limbah sawit, pupuk organik, hingga biomassa dan energi terbarukan. Hilirisasi tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi komoditas, tetapi juga membuka ribuan lapangan kerja baru.

Potensi lain yang belum dimaksimalkan adalah sektor pariwisata. Selama ini perhatian publik lebih banyak tertuju pada kawasan Kepulauan Derawan. Padahal Berau memiliki bentang alam, budaya, sungai, hutan tropis, hingga kekayaan kuliner yang tersebar hampir di setiap kecamatan. Apabila setiap wilayah mampu mengembangkan satu destinasi unggulan berbasis masyarakat, manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan pelaku usaha besar, tetapi juga pedagang kecil, nelayan, petani, hingga pelaku UMKM.

Di sisi lain, kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) seharusnya dipandang sebagai pasar ekonomi baru, bukan ancaman. Berau memiliki peluang memasok kebutuhan pangan, hasil perikanan, produk perkebunan, jasa konstruksi, tenaga kerja terampil, hingga paket wisata akhir pekan. Tantangannya bukan pada ada atau tidaknya peluang, melainkan kesiapan daerah membangun ekosistem usaha yang mampu menjadi bagian dari rantai pasok IKN.

Pembangunan infrastruktur juga perlu bergeser dari pendekatan fisik menuju pendekatan produktif. Jalan, pelabuhan, maupun fasilitas publik semestinya diukur dari dampaknya terhadap penurunan biaya distribusi, peningkatan investasi, serta penciptaan lapangan kerja. Infrastruktur yang tidak menghubungkan sentra produksi dengan pasar hanya akan menjadi aset fisik tanpa nilai tambah ekonomi yang signifikan.

Demikian pula dengan investasi. Keberhasilan tidak cukup diukur dari besarnya nilai investasi yang masuk. Yang lebih penting adalah berapa banyak tenaga kerja lokal yang terserap, seberapa besar keterlibatan UMKM, serta seberapa panjang rantai ekonomi yang tercipta bagi masyarakat.

Berangkat dari kondisi tersebut, Berau memerlukan arah pembangunan jangka panjang yang lebih terintegrasi melalui gagasan “Berau Growth 2035”. Konsep ini menempatkan lima prioritas utama sebagai mesin pertumbuhan ekonomi daerah, yakni hilirisasi sawit dan pertanian, pariwisata berbasis komunitas, integrasi ekonomi dengan IKN, pembangunan infrastruktur produktif, serta investasi padat karya yang melibatkan UMKM.

Tujuan akhirnya bukan semata mengejar angka pertumbuhan ekonomi, melainkan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas, menjaga daya beli masyarakat, melahirkan kelas menengah baru, dan secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap sektor ekstraktif.

Pada akhirnya, Berau tidak kekurangan gagasan maupun orang-orang yang mampu mengidentifikasi persoalan. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk mengubah arah ketika pola pembangunan lama mulai kehilangan daya dorong.

Dengan kekayaan sumber daya alam, posisi strategis di Kalimantan Timur, serta peluang yang lahir dari pembangunan IKN, masa depan Berau sesungguhnya masih sangat terbuka. Pertanyaannya bukan lagi apakah Berau mampu maju, melainkan apakah seluruh pemangku kepentingan berani membangun mesin ekonomi baru yang mampu menghadirkan pekerjaan, meningkatkan pendapatan, dan memberi harapan bagi lebih banyak keluarga di Bumi Batiwakkal.(*)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • WTP Diraih, Pemkab Berau Fokus Benahi Kinerja dan Respons Kebutuhan Masyarakat

    WTP Diraih, Pemkab Berau Fokus Benahi Kinerja dan Respons Kebutuhan Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 251
    • 0Komentar

    BERAU — Pemerintah Kabupaten Berau mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan meskipun telah meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan 2025. Pengakuan tersebut disampaikan Wakil Bupati Berau, Gamalis, saat menanggapi rekomendasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Tahun Anggaran 2025. Rekomendasi yang diberikan DPRD disebut menjadi bahan evaluasi strategis […]

  • Transparansi Keuangan Diutamakan, DPRD Berau Gunakan Sistem At Cost

    Transparansi Keuangan Diutamakan, DPRD Berau Gunakan Sistem At Cost

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.133
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – DPRD Berau periode 2024-2029 telah tuntas membahas tata tertib (tatib). Dari pembahasan yang dilakukan selama beberapa hari itu, tidak ada perubahan signifikan hanya ada penambahan penyesuaian dengan aturan baru. “Tidak ada perubahan, hasil pembahasannya hampir sama dengan tatib periode DPRD sebelumnya. Kalau untuk penambahan tatibnya disesuaikan dengan aturan baru yang ada saat […]

  • Forum Jurnalis Perempuan Kaltim: Peran Wanita Semakin Strategis di Dunia Kepemimpinan

    Forum Jurnalis Perempuan Kaltim: Peran Wanita Semakin Strategis di Dunia Kepemimpinan

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 756
    • 0Komentar

    Samarinda- Perempuan merupakan sosok yang digambarkan sebagai sosok yang memiliki kehangatan dan ketulusan. Khususnya peran perempuan dalam dalam memimpin, tidak heran seorang ibu mampu memberikan perhatian penuh dengan tutur kata lembut. Perempuan juga seringkali digambarkan sebagai sosok yang perasa, memiliki kemampuan dalam merespon, mengenali serta memahami persepsi dengan menyatakan pemahaman melalui unsur perhatian positif yang […]

  • Malam Mencekam di Tanjung Selor: Si Jago Merah Hanguskan 5 Kios Warga

    Malam Mencekam di Tanjung Selor: Si Jago Merah Hanguskan 5 Kios Warga

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 705
    • 0Komentar

    TANJUNG SELOR – Suasana malam yang semula tenang di Jalan Jelarai Raya, tepat di depan Tugu Lamlari Suri, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, mendadak berubah mencekam. Kobaran api besar tiba-tiba membumbung tinggi dan melahap 5 kios milik warga, Jumat malam (30/1/2026) sekitar pukul 19.00 WITA, tak lama setelah azan Magrib berkumandang. Api dengan cepat menjalar dari […]

  • Hati-Hati Warga Yang Isap Rokok Ilegal Bisa Dapat Hukuman Pidana 5 Tahun Penjara

    Hati-Hati Warga Yang Isap Rokok Ilegal Bisa Dapat Hukuman Pidana 5 Tahun Penjara

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 3.528
    • 0Komentar

    JAKARTA — Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Barat mengingatkan masyarakat agar tidak main-main dengan rokok ilegal. Sebab, bukan hanya produsen dan penjual, pembeli maupun pemakainya juga bisa terjerat pidana. Kepala Kanwil DJBC Jawa Barat, Finari Manan, mengatakan hal itu usai pemusnahan jutaan batang rokok ilegal di Bogor, Selasa (21/10). Ia menyebut, sesuai Pasal […]

  • Pemkab Janji Tindak Lanjut Gedung Permanen KNPI Berau

    Pemkab Janji Tindak Lanjut Gedung Permanen KNPI Berau

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 538
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Berau kembali mengingatkan janji Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terkait pembangunan sekretariat permanen untuk organisasi kepemudaan tersebut. Di usia yang sudah melampaui setengah abad, KNPI Berau masih belum memiliki rumah sendiri. Ketua DPD KNPI Berau, Hardiansyah, menyayangkan kondisi itu. Ia menyebut hingga hari ini, sekretariat organisasi yang […]

expand_less