Berau Targetkan Tambahan 2.000 Hektare Sawah, Lahan Baku Saat Ini 2.365 Hektare
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 11
- print Cetak

GUNUNG TABUR – Pemerintah Kabupaten Berau menargetkan penambahan areal persawahan melalui Program Cetak Sawah seluas 2.000 hektare pada 2026. Penambahan tersebut diharapkan dapat memperbesar luas lahan baku sawah sekaligus meningkatkan produksi padi di daerah.
Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan, luas lahan baku sawah di Kabupaten Berau saat ini mencapai 2.365 hektare. Dengan tambahan program cetak sawah, pemerintah daerah berharap kapasitas produksi pangan dapat terus ditingkatkan.
“Dengan adanya program ini kita berharap luas lahan baku sawah di Kabupaten Berau yang saat ini mencapai 2.365 hektare terus bertambah. Sejalan dengan itu, luas tanam dan hasil produksi padi juga akan meningkat,” katanya.
Program Cetak Sawah seluas 2.000 hektare tersebut saat ini masih memasuki tahap survei, investigasi, dan desain (SID). Adapun pekerjaan konstruksi direncanakan dilaksanakan pada tahun yang sama.
Sejumlah wilayah telah diusulkan menjadi lokasi program tersebut, yakni Kecamatan Tabalar, Sambaliung, Gunung Tabur, Teluk Bayur, dan Segah.
Selain membuka sawah baru, pemerintah daerah juga menjalankan program Optimasi Lahan atau Oplah. Program ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sawah yang telah tersedia sehingga lahan dapat menghasilkan produksi lebih optimal.
Upaya meningkatkan produksi padi tersebut juga dilakukan melalui peningkatan luas tambah tanam (LTT) dan indeks pertanaman (IP). Salah satu langkahnya dengan mendorong lahan yang telah selesai dipanen agar segera kembali ditanami.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DPTHP) Berau Lita Handini mengatakan peningkatan luas tanam membutuhkan keterlibatan pemerintah, penyuluh hingga petani.
“Melalui Gerakan Tanam ini kita ingin meningkatkan luas tambah tanam sekaligus mendongkrak produksi padi. Ini merupakan kolaborasi antara Dinas Pertanian, BRMP, PPL, Brigade Pangan, dan petani agar target swasembada pangan dapat terus kita pertahankan,” ujarnya.
Menurut Lita, penyuluh pertanian juga memiliki peran penting untuk memastikan petani terus mendapatkan pendampingan. Lahan yang telah dipanen perlu segera ditanami kembali sehingga luas tambah tanam dan target produksi dapat tercapai.
Penguatan sektor pertanian tersebut menjadi bagian dari upaya Berau mendukung target swasembada pangan nasional. Kabupaten Berau juga ditunjuk mewakili Kalimantan Timur dalam Gerakan Tanam Padi Serentak 50.000 hektare yang diinisiasi Kementerian Pertanian.
Program tersebut salah satunya berlangsung di lahan Optimasi Lahan dan Program Cetak Sawah Rakyat di Kampung Melati Jaya, Kecamatan Gunung Tabur, Jumat, 31 Juli 2026.
“Gerakan tanam padi serentak ini merupakan program nasional. Hari ini Kabupaten Berau yang ditunjuk mewakili Provinsi Kalimantan Timur untuk melaksanakannya. Semoga tanaman yang ditanam dapat dipelihara dengan baik hingga menghasilkan produksi yang maksimal sesuai harapan kita bersama,” ujar Gamalis.
Pemerintah daerah berharap optimalisasi sawah yang telah tersedia dan pembukaan lahan baru dapat berjalan beriringan. Dengan demikian, penambahan luas lahan tidak berhenti pada pencetakan sawah, tetapi diikuti peningkatan luas tanam dan produksi padi secara berkelanjutan. (afn)
- Penulis: admin
