Dinkes Kaltim Dorong Deteksi Dini dan Kolaborasi Lintas Sektor Tangani Zoonosis
- account_circle admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 16
- print Cetak

SAMARINDA – Dinas Kesehatan Kalimantan Timur mendorong penguatan deteksi dini dan pencegahan penyakit zoonosis yang berpotensi berkembang menjadi penyakit emerging. Upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah penyebaran penyakit secara berkepanjangan di masyarakat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Fitnawati, mengatakan zoonosis menjadi bagian dari penyakit emerging yang perlu mendapat perhatian melalui deteksi dini dan upaya pencegahan.
“Zoonosis merupakan bagian dari beberapa penyakit emerging yang harus kita lakukan deteksi dini dan pencegahannya sehingga tidak meluas secara berkepanjangan,” ujar Fitnawati pada Rakor Zoonosis One Health Tahun 2026 baru-baru ini di Samarinda.
Zoonosis merupakan penyakit infeksi yang dapat disebabkan oleh bakteri, parasit, jamur, virus, maupun agen penyakit lainnya. Penyakit tersebut dapat menular dari hewan kepada manusia maupun sebaliknya.
Menurut Fitnawati, penyakit emerging dapat muncul ketika agen penyakit menyerang suatu populasi untuk pertama kalinya. Penyakit juga dapat kembali muncul atau berulang dan dalam kondisi tertentu berpotensi menyebabkan kematian.
“Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kita semua, tentunya teman-teman secara berjenjang di seluruh fasilitas kesehatan,” katanya.
Karena itu, Fitnawati menekankan pentingnya sosialisasi dan koordinasi di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. Menurut dia, koordinasi diperlukan agar setiap kasus yang ditemukan dapat segera ditangani secara cepat dan tepat.
“Bagaimana kita mengupayakan sosialisasi dan koordinasi sehingga ketika ada kasus, bisa secara cepat dan tepat mendapatkan penanganan,” jelasnya.
Dalam penanggulangan zoonosis, kesiapsiagaan dan kewaspadaan dini menjadi bagian penting. Upaya tersebut, kata Fitnawati, tidak dapat hanya mengandalkan sektor kesehatan, tetapi membutuhkan kerja sama lintas program dan lintas sektor secara berkesinambungan.
“Untuk menghadapi tantangan dalam penanggulangan penyakit ini, khususnya dalam kesiapsiagaan dan kewaspadaan dini, memerlukan kerja sama bukan hanya lintas program, tetapi juga lintas sektor terkait dan berkesinambungan, dengan pendekatan-pendekatan yang perlu kita kolaborasikan,” ujarnya.
Ia mengatakan persoalan kesehatan tidak semata-mata menjadi tanggung jawab institusi kesehatan. Dukungan dari berbagai sektor diperlukan untuk memperkuat upaya pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan penyakit di tengah masyarakat.
“Permasalahan kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab institusi kesehatan saja, tetapi bagaimana peran lintas sektor yang bisa kita manfaatkan,” pungkasnya. (afn)
- Penulis: admin
