Pertalite di Berau Dibatasi 25 Liter untuk Mobil, Bupati Minta Warga Awasi Pembelian Berulang
- account_circle admin
- calendar_month 35 menit yang lalu
- visibility 7
- print Cetak

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau masih menerapkan pembatasan pengisian BBM di tengah kuota yang belum memenuhi kebutuhan daerah. Untuk Pertalite, kendaraan roda empat dibatasi maksimal 25 liter dan kendaraan roda dua maksimal lima liter.
Sedangkan untuk Pertamax, pengisian kendaraan roda dua dibatasi senilai Rp50 ribu dan kendaraan roda empat maksimal Rp400 ribu.
Pembatasan itu terungkap saat Bupati Berau Sri Juniarsih melakukan inspeksi mendadak ke dua SPBU di Kecamatan Sambaliung dan Gunung Tabur.
Sidak dilakukan setelah Kabupaten Berau sempat mengalami kelangkaan BBM dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat dan memicu antrean kendaraan di sejumlah SPBU.
Kelangkaan sebelumnya disebut terjadi akibat tersendatnya pasokan minyak ke jobber serta kuota BBM yang diterima Berau belum sesuai dengan jumlah yang diusulkan pemerintah daerah.
Meski pembatasan masih diberlakukan, Sri Juniarsih memastikan stok BBM saat ini tersedia.
“BBM dipastikan aman dan stoknya ada untuk hari ini maupun besok, dan yang ikut mengantre membeli BBM hari ini maupun besok tidak masalah, asal tidak mengantre berkali-kali dalam sehari,” ujarnya.
Menurut pemerintah daerah, pembatasan pengisian diperlukan untuk mencegah stok cepat habis sekaligus mengurai antrean di SPBU.
Sri Juniarsih juga meminta masyarakat ikut mengawasi kendaraan yang diduga membeli BBM berulang kali dalam satu hari.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawasi pembelian BBM di tengah kelangkaan ini. Kalau ada yang melihat pembeli bolak-balik ke SPBU berkali- kali silakan lapor,” pesannya.
Pemkab Berau menilai pengawasan terhadap distribusi BBM perlu diperketat agar pasokan yang tersedia dapat dinikmati masyarakat secara lebih merata.
Selain berkaitan dengan kebutuhan masyarakat, ketersediaan BBM juga dinilai berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi daerah dan pengendalian inflasi.
“Pemerintah daerah hadir untuk melindungi masyarakat sebagai konsumen. Kami meminta seluruh pengelola SPBU agar terus menjaga kualitas pelayanan dan ketersediaan stok, sehingga tidak terjadi kelangkaan di tengah masyarakat,” tutup Bupati.
Dalam sidak tersebut, Bupati didampingi Kepala Diskoperindag Berau Eva Yunita, Kepala Diskominfo Didi Rahmadi, Kepala Dinas Perhubungan Rusnan Hefni, serta tenaga teknis Diskoperindag. (*/afn)
- Penulis: admin

