Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kampung Eka Sapta Hidupkan Kembali Mamanda, Libatkan Pelajar dari Lima Sekolah di Berau

Kampung Eka Sapta Hidupkan Kembali Mamanda, Libatkan Pelajar dari Lima Sekolah di Berau

  • account_circle admin
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 29
  • print Cetak

BERAU, Beraunews.id– Upaya melestarikan kesenian dan kebudayaan tradisional terus dilakukan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan generasi muda. Salah satunya diwujudkan melalui pergelaran seni Mamanda bertajuk “Percikan Masa Lalu” yang diselenggarakan di Kampung Eka Sapta, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, Rabu (4/11/2026).

Pergelaran yang berlangsung di Ruang Serba Guna SMAN 11 Berau tersebut turut dihadiri Kepala Kampung Eka Sapta, Syamsul Arifin, S.H., serta perwakilan Kecamatan Talisayan, Mursit, Amd.Kep., selaku Kasi Pelayanan Umum. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan pelestarian seni dan budaya yang melibatkan generasi muda di wilayah pesisir Berau.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Penerima Perorangan Bantuan Pemerintah Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIV Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara yang diterima oleh Karyani Tri Tialani.

Dalam pelaksanaannya, pergelaran ini melibatkan sejumlah pihak yang berperan dalam proses produksi. Karyani Tri Tialani bertindak sebagai sutradara, Surya Darma sebagai penulis naskah, serta Zaenal Abidin sebagai pimpinan produksi. Kegiatan tersebut juga didukung oleh tim penata musik, penata cahaya, penata rias, penata kostum, penata setting, penata suara, dan tim dokumentasi.

Karyani menjelaskan, penyelenggaraan kegiatan tersebut berawal dari fasilitasi kebudayaan yang diterimanya. Kampung Eka Sapta kemudian dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dinilai membutuhkan ruang lebih luas untuk pengembangan aktivitas kebudayaan.

Menurutnya, terdapat dua agenda utama dalam kegiatan tersebut, yakni lokakarya dan pergelaran seni Mamanda. Melalui kedua agenda itu, pihaknya ingin menghadirkan aktivitas kebudayaan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga dapat dilakukan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

“Berkesenian itu bagian dari kebudayaan. Sementara kebudayaan itu sendiri harus dilakukan terus-menerus sampai akhirnya melekat ke dalam diri. Itu yang menjadi tujuan kita,” ungkap Karyani.

Ia mengatakan, pemilihan Mamanda sebagai pertunjukan utama dilatarbelakangi keinginan untuk menjaga kesenian tradisional tersebut agar tidak semakin terlupakan di tengah perkembangan globalisasi dan teknologi digital.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk penerapan pembelajaran muatan lokal di sekolah. Menurutnya, pertunjukan seni dapat menjadi media pembentukan karakter, penanaman nilai moral, penyampaian kritik sosial, sekaligus penguatan literasi dan kreativitas pelajar.

Karyani menilai, melalui kegiatan tersebut, para pelajar tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga berkesempatan mempraktikkan langsung kesenian tradisional melalui sebuah pertunjukan.

“Paling tidak, ada pembelajaran bagi pemuda-pemuda ini untuk mengenal warisan budaya Mamanda. Walaupun mungkin belum sepenuhnya, tetapi mereka sudah mendapatkan pengalaman dan pengetahuan tentang kesenian tersebut,” jelasnya.

Menariknya, pergelaran ini melibatkan pelajar dari lima sekolah di Kabupaten Berau, yakni SMAN 11 Berau, SMAN 3 Berau, SMAN 14 Berau, SMAN 10 Berau, dan SMAN 13 Berau.

Keterlibatan para pelajar tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara penyelenggara dengan pihak sekolah dalam memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan seni dan kebudayaan.

Karyani juga mengapresiasi respons para kepala sekolah di wilayah pesisir yang dinilai terbuka dan mendukung kolaborasi dalam kegiatan tersebut. Ia berharap kerja sama serupa dapat terus dilakukan agar semakin banyak pelajar yang terlibat dalam pelestarian budaya daerah.

Sementara itu, Surya Darma selaku penulis naskah menjelaskan, cerita “Percikan Masa Lalu” sebenarnya merupakan karya lama yang telah dibuatnya sejak sekitar 2005 ketika masih bertugas di SMAN 3 Berau.

Naskah tersebut awalnya ditulis dalam bentuk cerita operet berbahasa Indonesia. Namun, untuk kebutuhan pergelaran Mamanda kali ini, ia melakukan sejumlah modifikasi dan penyesuaian, termasuk menambahkan beberapa adegan agar sesuai dengan karakter pertunjukan.

“Jadi sebenarnya naskah-naskah yang kita tampilkan itu sudah lama. Saya semacam membuat ulang atau remake saja, dari naskah operet kemudian disesuaikan menjadi naskah Mamanda,” terang Surya.

Ia menambahkan, penggunaan naskah dalam pertunjukan kali ini juga bertujuan mempermudah para pelajar yang terlibat. Sebab, sebagian besar pemain masih tergolong pemula dan bukan berasal dari lingkungan asli kesenian Mamanda.

Dari sisi cerita, Surya mengangkat persoalan dendam masa lalu yang dapat memengaruhi hubungan persaudaraan ketika seseorang telah dewasa.

Melalui cerita tersebut, ia ingin menyampaikan pesan agar setiap orang mampu melepaskan dendam, memaafkan kesalahan masa lalu, serta tetap menjaga hubungan baik dengan sesama.

“Pesan yang ingin saya sampaikan sebenarnya tentang masa lalu, yaitu cerita mengenai dendam masa lalu. Kita harus belajar untuk move on, menghindari rasa dendam, kemudian tetap menjalin persaudaraan meskipun pernah ada kesalahan pada masa kecil,” ujarnya.

Menurutnya, kesalahan dan kenakalan yang terjadi ketika masih anak-anak sebaiknya tidak terus dibawa hingga dewasa. Setiap orang diharapkan mampu menerima masa lalu dengan lapang dada dan membangun hubungan yang lebih baik.

Surya juga berharap kesenian Mamanda dapat kembali dikenal dan berkembang di Kabupaten Berau. Ia mengaku sudah cukup lama tidak menyaksikan pertunjukan Mamanda, sehingga kegiatan seperti ini dinilai menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali kesenian tradisional tersebut.

Ia berharap lembaga pemerintah maupun pihak swasta dapat turut memberikan dukungan melalui penyelenggaraan kompetisi Mamanda antarsekolah secara berjenjang.

“Harapan saya, kebudayaan Mamanda yang menurut saya sudah puluhan tahun tidak pernah saya saksikan lagi ini bisa bangkit kembali. Saya berharap ada pihak pemerintah atau swasta yang bisa membuat semacam kompetisi di tingkat sekolah secara berjenjang,” harapnya.

Melalui pergelaran “Percikan Masa Lalu”, para pelajar tidak hanya mendapatkan pengalaman tampil di atas panggung, tetapi juga belajar mengenai kerja sama tim, kedisiplinan, tanggung jawab, keberanian tampil di depan publik, hingga proses menciptakan sebuah pertunjukan seni.

Di tengah perkembangan teknologi dan masuknya berbagai budaya modern, keberadaan kesenian tradisional membutuhkan perhatian serta keterlibatan generasi muda. Sebab, keberlangsungan sebuah warisan budaya tidak hanya bergantung pada keberadaannya, tetapi juga pada kemauan masyarakat untuk mengenal, mempelajari, dan meneruskannya.

Pergelaran Mamanda “Percikan Masa Lalu” diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan kembali seni tradisional kepada kalangan pelajar sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan budaya daerah.

Melalui panggung seni ini, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton perkembangan zaman, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga warisan budaya agar tetap hidup, berkembang, dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.(*afn)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelatihan Gambus Bergulir di Berau: Warisan Budaya Dijaga, Generasi Muda Didorong Terlibat

    Pelatihan Gambus Bergulir di Berau: Warisan Budaya Dijaga, Generasi Muda Didorong Terlibat

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 456
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Upaya menjaga napas seni tradisional terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Berau. Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), pelatihan alat musik gambus digelar beberapa bulan lalu di kantor Disbudpar. Sebanyak 20 pelajar tingkat SLTA dari berbagai sekolah hadir untuk belajar dan menekuni salah satu alat musik bersejarah khas Berau itu. Kepala Disbudpar Berau, Ilyas […]

  • Edi Iskandar: Pemeriksaan Kesehatan Bacalon Bupati Berau Lebih Komprehensif Tahun Ini

    Edi Iskandar: Pemeriksaan Kesehatan Bacalon Bupati Berau Lebih Komprehensif Tahun Ini

    • calendar_month Sabtu, 31 Agt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.553
    • 0Komentar

    Balikpapan – Dua pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas – Gamalis dan Madri Pani – Agus Wahyudi, menjalani serangkaian tes kesehatan pada Sabtu, 31 Agustus 2024. Pemeriksaan ini dilangsungkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan, tepatnya di Gedung Anggrek Hitam Lantai 3, Jalan MT Haryono. Direktur […]

  • Massa STIPER Geruduk DPRD! Tolak Merger dan Bongkar Dugaan Anggaran

    Massa STIPER Geruduk DPRD! Tolak Merger dan Bongkar Dugaan Anggaran

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 725
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) mendatangi Pemkab Berau dan DPRD Berau pada Senin (19/5/2025). Kedatangan mereka guna meminta kepala daerah dan para wakil rakyat, untuk menindaklanjuti rencana penggabungan kampus mereka dengan Universitas Muhammadiyah Berau (UMB). Setelah aksi massa yang dimulai di halaman Pemkab Berau tak kunjung mendapat respon, rombongan bergerak […]

  • Polres Berau Siap Tindak Mobil Berknalpot Brong Mulai 1 Mei

    Polres Berau Siap Tindak Mobil Berknalpot Brong Mulai 1 Mei

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 447
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Satuan Lalu Lintas Polres Berau akan mulai menindak tegas kendaraan roda empat yang menggunakan knalpot tidak sesuai standar atau knalpot brong mulai 1 Mei 2026. Masyarakat diminta segera mengganti knalpot kendaraan sebelum batas waktu yang ditentukan. Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Berau, AKP Rhondy Hermawan, mengatakan kebijakan ini diambil menyusul meningkatnya keluhan […]

  • Kuota Tak Berkurang, Disdik Berau Perketat Seleksi Beasiswa SD di Tengah Efisiensi

    Kuota Tak Berkurang, Disdik Berau Perketat Seleksi Beasiswa SD di Tengah Efisiensi

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 437
    • 0Komentar

    BERAU — Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Berau memastikan penyaluran beasiswa untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) tetap berjalan meskipun di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah. Tidak ada pengurangan kuota beasiswa pada tahun ini, namun proses seleksi diperketat agar tepat sasaran. Kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau, tanpa mengurangi […]

  • Dana Karbon untuk Kampung: Madu Kelulut dan Kompos Jadi Mesin Ekonomi Hijau Berau

    Dana Karbon untuk Kampung: Madu Kelulut dan Kompos Jadi Mesin Ekonomi Hijau Berau

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 478
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb— Di tengah luasnya lanskap hutan Kalimantan Timur, Kabupaten Berau mulai menata model ekonomi baru yang lebih hijau dan lebih berpihak pada masyarakat. Pemerintah daerah memajukan program perhutanan sosial bukan hanya sebagai kebijakan lingkungan, tetapi sebagai jalan agar masyarakat sekitar hutan dapat hidup sejahtera tanpa menebang hutan yang menjadi pelindung mereka sendiri. Sekretaris Daerah […]

expand_less