Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DPRD Berau » Minimnya SLB di Berau Jadi Sorotan Legislatif, Frans Lewi: Pemerintah Wajib Penuhi Hak Semua Anak

Minimnya SLB di Berau Jadi Sorotan Legislatif, Frans Lewi: Pemerintah Wajib Penuhi Hak Semua Anak

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
  • visibility 920
  • print Cetak

Tanjung Redeb — Minimnya jumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Berau menjadi perhatian serius kalangan legislatif. Saat ini, hanya terdapat satu SLB yang berlokasi di Tanjung Redeb, dan hal ini dinilai sangat membatasi akses pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus dari wilayah kecamatan lain di Bumi Batiwakkal.

Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi, menilai kondisi tersebut sebagai bentuk ketimpangan layanan pendidikan yang harus segera diatasi. Ia bahkan menuturkan pengalamannya bertemu langsung dengan orang tua yang terpaksa menyewa tempat tinggal di pusat kota demi memastikan anaknya dapat bersekolah di SLB.

“Hal ini tentu menyulitkan. Karena mereka harus meninggalkan aktivitas utama dan kehidupan mereka di kampung, hanya untuk bisa mendampingi anak bersekolah. Jujur, saya sempat temui sendiri orang tua yang harus ngontrak rumah di Tanjung Redeb karena tidak ada SLB di kecamatannya,” ujar Frans saat ditemui belum lama ini.

Berdasarkan kondisi tersebut, Frans mendorong agar Pemerintah Kabupaten Berau segera menyusun program khusus yang mengarah pada pembangunan SLB minimal satu unit di tiap kecamatan. Menurutnya, ini penting sebagai bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan yang inklusif.

“Pemerintah daerah harus hadir untuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Tidak hanya membangun sekolah umum, tapi juga memastikan pendidikan untuk semua warga, termasuk anak-anak disabilitas,” tegasnya.

Frans menambahkan, hambatan pembangunan SLB selama ini bukan semata karena keterbatasan anggaran, melainkan belum adanya fokus program yang diarahkan secara spesifik pada pendidikan anak berkebutuhan khusus.

“Kalau soal anggaran, seharusnya bisa. APBD kita alokasikan 20 persen untuk sektor pendidikan. Jika dialokasikan sebagian untuk kebutuhan SLB, termasuk infrastrukturnya, itu sangat memungkinkan,” ujarnya.

Ia juga menilai pentingnya keberadaan SLB di tingkat kecamatan tidak hanya soal kedekatan lokasi, tapi juga untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa pendidikan inklusif adalah hak yang harus dipenuhi negara.

Frans memastikan bahwa Komisi I DPRD Berau akan membawa isu ini ke dalam pembahasan resmi dan mendesak agar pemerintah daerah menindaklanjuti dengan perencanaan konkret. Ia berharap dalam waktu dekat ada langkah nyata menuju pemerataan layanan pendidikan bagi anak-anak penyandang disabilitas.

“Pendidikan adalah hak semua anak. Pemerintah wajib memastikan itu terpenuhi, tanpa kecuali,” tutupnya. (yf/adv)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Disdik Berau Kombinasikan BOSP dan Tamsil untuk Amankan Gaji Guru Honorer

    Disdik Berau Kombinasikan BOSP dan Tamsil untuk Amankan Gaji Guru Honorer

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 259
    • 0Komentar

    BERAU – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Berau menyiapkan skema alternatif untuk menjamin pembayaran gaji guru non-ASN, khususnya mereka yang memiliki masa kerja di bawah dua tahun. Langkah ini ditempuh setelah perubahan kebijakan yang membuat pembayaran langsung dari anggaran daerah tidak lagi dimungkinkan. Kepala Bidang Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Disdik Berau, Mustaring, mengatakan persoalan […]

  • Berau Masih Bergantung Pasokan Pangan dari Luar, Kemarau Panjang Tambah Tekanan

    Berau Masih Bergantung Pasokan Pangan dari Luar, Kemarau Panjang Tambah Tekanan

    • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
    • account_circle beraunews
    • visibility 28
    • 0Komentar

    BERAU — Musim kemarau yang lebih panjang pada 2026 mulai memberi tekanan terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Berau. Persoalannya tak hanya menyangkut berkurangnya ketersediaan air untuk pertanian, tetapi juga tingginya ketergantungan daerah terhadap pasokan sejumlah komoditas pangan dari luar Berau. Suwarno, mahasiswa Program Doktor Ilmu Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang, dalam tulisannya berjudul Strategi Menjaga Stabilitas […]

  • Kerusakan Baterai Jadi Penyebab Utama Padamnya PJUTS di Berau

    Kerusakan Baterai Jadi Penyebab Utama Padamnya PJUTS di Berau

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 180
    • 0Komentar

    BERAU – Persoalan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang kerap padam di sejumlah wilayah Kabupaten Berau masih menjadi keluhan masyarakat. Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan, terutama di ruas jalan yang minim penerangan. Salah seorang warga Sambaliung, RY, mengaku sering menjumpai lampu jalan yang tidak berfungsi, terutama […]

  • Keluhan Warga Soal Jalan Tak Beraspal, DPRD Berau Desak OPD Terkait

    Keluhan Warga Soal Jalan Tak Beraspal, DPRD Berau Desak OPD Terkait

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 569
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kondisi infrastruktur jalan di beberapa kampung di Kabupaten Berau yang belum memadai menjadi perhatian Anggota Komisi III DPRD Berau, Sakirman. Ia meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) agar segera mengakomodir keluhan masyarakat terkait jalan yang masih belum tersentuh pengaspalan. “Memang ada beberapa kampung yang belum […]

  • kenaikan UMK Harus Layak Setara Dengan Kebutuhan Pokok Yang Meningkat

    kenaikan UMK Harus Layak Setara Dengan Kebutuhan Pokok Yang Meningkat

    • calendar_month Selasa, 21 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 645
    • 0Komentar

    (21/11/2023) Beraunews.id, Tanjung Redeb — Anggota Komisi II DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, memberikan dukungan penuh terhadap kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kabupaten Berau. Dedy menyatakan bahwa UMK Berau tahun 2023 sekitar Rp 3.675.887 dianggap tidak lagi mencerminkan kebutuhan pokok yang terus mengalami kenaikan harga. Ia menyoroti bahwa Dewan Pengupahan Kaltim telah menyetujui kenaikan Upah […]

  • Tingkatkan Nilai Jual Komoditas : Dorong Hilirisasi Jagung Talisayan

    Tingkatkan Nilai Jual Komoditas : Dorong Hilirisasi Jagung Talisayan

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 457
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Potensi jagung yang melimpah di Kecamatan Talisayan kini mulai diarahkan untuk memiliki nilai jual yang lebih tinggi melalui program hilirisasi komoditas. Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) berupaya mengubah pola jual jagung dari sekadar produk mentah menjadi produk olahan bernilai ekonomi. Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, menjelaskan bahwa […]

expand_less