Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Advertorial Berau » Tak Hanya Kontribusi Untuk PAD Berau, PT Hutan Sanggam Juga Dorong Ketahanan Pangan dan Pemulihan Hutan

Tak Hanya Kontribusi Untuk PAD Berau, PT Hutan Sanggam Juga Dorong Ketahanan Pangan dan Pemulihan Hutan

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
  • visibility 1.896
  • print Cetak

TANJUNG REDEB — PT Hutan Sanggam Berau (HSB) bersama masyarakat Kampung Batu Rajang, Kecamatan Segah, memanen perdana jagung seluas lima hektare pada Agustus 2025 lalu. Kegiatan ini menjadi langkah awal kolaborasi antara perusahaan dan warga untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus pemulihan kawasan hutan yang dikelola HSB.

Panen perdana itu juga mendapat pendampingan dari Dinas Pertanian Kabupaten Berau serta aparat Polsek Segah. Berdasarkan hasil pemantauan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), produktivitas jagung kali ini masih tergolong rendah, sekitar 1,2 ton per hektare.

Direktur PT HSB, Roby Maula, tidak menampik capaian tersebut belum maksimal. Ia menjelaskan, sejumlah faktor teknis menjadi penyebab utama, mulai dari pengolahan lahan yang kurang optimal, jarak tanam yang belum sesuai, hingga pemupukan yang masih minim.

“Hasil panen memang belum tinggi, hanya sekitar 1,2 ton per hektare. Ini karena beberapa faktor teknis, seperti tidak adanya pengolahan lahan pasca panen padi dan kurangnya pemupukan,” kata Roby saat ditemui di Tanjung Redeb, Kamis (9/10/2025).

Meski begitu, Roby menilai hasil tersebut tetap memberi harapan. Jagung hasil panen pertama diterima oleh Bulog Berau dengan harga Rp6.400 per kilogram setelah proses penjemuran, lebih tinggi dari harga dasar yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp5.500 per kilogram.

“Kami bersyukur hasil panen perdana ini bisa diterima Bulog dengan harga baik. Ini menjadi penyemangat bagi kami dan masyarakat untuk terus memperbaiki metode tanam ke depan,” ujarnya.

Potensi Pertanian Berau

Menurut Roby, Kabupaten Berau memiliki potensi besar di sektor pertanian, terutama untuk komoditas jagung. Pada 2021, Berau bahkan tercatat sebagai salah satu daerah dengan produktivitas jagung tertinggi di Kalimantan Timur, mencapai enam ton per hektare.

Melihat potensi itu, PT HSB berencana memperluas program pertanian terpadu. Tak hanya berfokus pada jagung, program ini akan dikembangkan untuk komoditas lain seperti padi, kedelai, kopi, dan kakao. Strategi ini menjadi bagian dari model pengelolaan hutan berkelanjutan yang menggabungkan aspek ekonomi, sosial, dan konservasi lingkungan.

“Untuk jangka pendek kami fokus pada tanaman ketahanan pangan, sedangkan jangka menengah diarahkan pada tanaman unggulan seperti kakao dan kopi,” jelasnya.

Roby menambahkan, setiap pengembangan program akan didahului studi kelayakan untuk memastikan keberlanjutan usaha. Analisis awal menunjukkan usaha tani jagung memiliki R/C ratio sebesar 2,08, menandakan secara ekonomi layak dengan potensi keuntungan mencapai Rp15,7 juta per hektare.

“Analisa ini memang masih tematik, tapi sudah menunjukkan prospek yang positif. Dengan penerapan teknologi tepat guna dan pendampingan pemerintah, kami optimistis produktivitas akan meningkat,” kata Roby.

Komitmen Sosial dan Lingkungan

Selain pengembangan pertanian, PT HSB juga melaksanakan sejumlah kegiatan lain di wilayah operasinya. Di antaranya pengembangan persemaian tanaman hutan skala besar, reklamasi pascatambang, serta perbaikan infrastruktur jalan di sekitar kawasan hutan.

Roby menyebut, seluruh upaya ini merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.

“HSB ingin menjadi contoh bahwa pengelolaan hutan bisa berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tutupnya.

 

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meningkatnya Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak Jadi Sorotan DPRD Berau

    Meningkatnya Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak Jadi Sorotan DPRD Berau

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 392
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menyoroti maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak yang belakangan ini terjadi di Kabupaten Berau. Ia menyatakan keprihatinan mendalam dan menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Dedy menilai bahwa meningkatnya laporan kasus serupa bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga menunjukkan perlunya penguatan […]

  • Bupati Berau: Rumah Tenun Jadi Simbol Kebangkitan Kearifan Lokal

    Bupati Berau: Rumah Tenun Jadi Simbol Kebangkitan Kearifan Lokal

    • calendar_month Selasa, 10 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 755
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Rumah tenun yang menjadi salah satu harapan para pengrajin tenun di Kabupaten Berau akan segera tuntas dibangun. Rumah tenun ini merupakan usulan yang telah diajukan sejak 2021 oleh Pemkab Berau, melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau. “Sudah berjalan 2 tahun pembangunannya ini. Saat ini memang sudah finishing-finishing saja. Artinya seperti […]

  • Layanan Berbasis Online Dorong Investasi dan Permudah Akses Publik

    Layanan Berbasis Online Dorong Investasi dan Permudah Akses Publik

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 355
    • 0Komentar

    BERAU – Upaya Pemerintah Kabupaten Berau dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih modern kembali diperkuat melalui terobosan digital di sektor perizinan. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) merumuskan inovasi melalui layanan berbasis daring yang dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus berbagai kebutuhan izin. Kepala DPMPTSP Berau, Nanang Bakran, menjelaskan bahwa inovasi ini […]

  • ‎Tiga Kampung di Berau Penuhi Syarat Awal Program Kampung Nelayan Merah Putih

    ‎Tiga Kampung di Berau Penuhi Syarat Awal Program Kampung Nelayan Merah Putih

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.511
    • 0Komentar

    BERAU — Tiga kampung di Kabupaten Berau dinyatakan memenuhi syarat awal untuk diusulkan dalam Program Kampung Nelayan Merah Putih dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). ‎Plt Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Berau, Maulidiyah, mengatakan ada tiga kampung yang dapat ikut dalam Program ini yakni Buyung-Buyung, Talisayan, dan Biduk-Biduk. ‎“Semua sudah memenuhi syarat awal untuk diusulkan. Buyung-Buyung, […]

  • MTQ Berau 2026 Tetap Digelar, Meski Cabang Lomba dan Durasi Dikurangi

    MTQ Berau 2026 Tetap Digelar, Meski Cabang Lomba dan Durasi Dikurangi

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 158
    • 0Komentar

    BERAU — Kebijakan efisiensi anggaran berdampak pada pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kabupaten Berau 2026. Sejumlah cabang lomba tidak dilaksanakan dan durasi kegiatan dipersingkat menjadi lima hari. Kepala Kementerian Agama Berau, Kabul Budiono, mengatakan penyesuaian tersebut dilakukan menyusul penurunan anggaran yang cukup signifikan. Meski demikian, pelaksanaan MTQ tetap digelar dengan menyesuaikan kemampuan pendanaan yang tersedia. […]

  • Long Beliu: Memupuk Harapan dari Kampung Rotan Menuju Destinasi Ekowisata Berkelas

    Long Beliu: Memupuk Harapan dari Kampung Rotan Menuju Destinasi Ekowisata Berkelas

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 580
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Di Balai Adat Kampung Long Beliu, Kamis (17/1), gema optimisme mengalun seiring pengukuhan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Long Beliu oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Ilyas Natsir. Peluncuran Ekowisata Kampung Rotan Long Beliu menjadi tonggak awal yang membuka peluang baru bagi desa di Kecamatan Kelay tersebut untuk menjadi salah satu destinasi […]

expand_less