MTQ Berau 2026 Tetap Digelar, Meski Cabang Lomba dan Durasi Dikurangi
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 15
- print Cetak

BERAU — Kebijakan efisiensi anggaran berdampak pada pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kabupaten Berau 2026. Sejumlah cabang lomba tidak dilaksanakan dan durasi kegiatan dipersingkat menjadi lima hari.
Kepala Kementerian Agama Berau, Kabul Budiono, mengatakan penyesuaian tersebut dilakukan menyusul penurunan anggaran yang cukup signifikan. Meski demikian, pelaksanaan MTQ tetap digelar dengan menyesuaikan kemampuan pendanaan yang tersedia.
“Kita bersyukur MTQ tetap bisa dilaksanakan, meskipun anggaran mengalami penurunan cukup drastis. Karena itu, beberapa cabang lomba tidak dapat kita laksanakan,” kata Kabul Budiono pada saat ditemui Sabtu (01/05/2026).
Ia menjelaskan, cabang lomba yang ditiadakan meliputi Syarhil Al-Qur’an, Fahmil Al-Qur’an, dan Tafsir Al-Qur’an. Untuk Fahmil dan Syarhil, kebutuhan anggaran dinilai besar karena peserta mengikuti lomba dalam bentuk tim. Sementara cabang Tafsir ditiadakan karena jumlah pesertanya relatif terbatas.
Adapun cabang yang tetap dilombakan antara lain Tilawah sebagai arena utama, Tartil dan Tahfiz, Qiroat, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), serta kaligrafi. Pada cabang Tahfiz, hanya kategori lima juz yang dipertandingkan, sementara kategori 10, 20, dan 30 juz tidak dilaksanakan tahun ini.
MTQ tingkat kabupaten tersebut dijadwalkan berlangsung di Kecamatan Talisayan pada 9 hingga 13 Juli 2026. Durasi kegiatan dipadatkan menjadi lima hari, termasuk kedatangan dan kepulangan peserta, dengan inti perlombaan berlangsung selama tiga hari.
Pelaksanaan lomba akan memanfaatkan sejumlah fasilitas yang ada di sekitar lokasi. Arena utama direncanakan berlangsung di salah satu masjid besar di Talisayan, sedangkan cabang seperti kaligrafi dan KTIQ kemungkinan digelar di gedung sekolah.
Untuk akomodasi, panitia menyiapkan 17 rumah warga guna menampung kafilah dari 13 kecamatan, dewan hakim, tim verifikasi, serta panitia. Skema ini sekaligus melibatkan masyarakat setempat dalam mendukung pelaksanaan kegiatan.
Meski dilakukan efisiensi, Kabul menegaskan bahwa hak peserta tetap menjadi prioritas utama dan tidak akan dikurangi.
“Yang dikurangi hanya kegiatan tambahan yang tidak bersifat pokok, seperti hiburan. Namun untuk fasilitas peserta, penginapan, hingga hadiah, insya Allah tetap kami penuhi,” tegasnya. (tnr)
- Penulis: admin
