Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DISKOMINFO BERAU » Warisan Budaya Berau: Ketika Tradisi Adat Mulai Tergerus Waktu

Warisan Budaya Berau: Ketika Tradisi Adat Mulai Tergerus Waktu

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • visibility 725
  • print Cetak

TANJUNG REDEB – Dikenal dengan pesona wisata baharinya yang menakjubkan, Kabupaten Berau ternyata menyimpan kekayaan lain yang tak kalah berharga: tradisi dan budaya leluhur yang hidup di tengah masyarakat kampung. Dari ritual Melas Kampung di Sambaliung hingga upacara Bag Jamu di Pulau Derawan, setiap prosesi adat ini bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga simbol rasa syukur, doa, dan harmoni manusia dengan alam.

Melas Kampung: Syukur Setelah Panen Walet

Di Kampung Suaran, Kecamatan Sambaliung, masyarakat masih melestarikan upacara adat Melas Kampung. Tak seperti ritual adat lain yang umumnya terkait hasil bumi, Melas Kampung justru dilakukan setelah panen sarang burung walet—komoditas bernilai tinggi yang menjadi sumber penghidupan warga setempat.

Tujuannya sederhana namun bermakna: ungkapan rasa syukur dan permohonan perlindungan dari marabahaya.

“Biasanya setahun sekali,” ujar Sopiyadi, Ketua Adat Suku Dayak Basap, saat ditemui beberapa waktu lalu.

Ritual ini dipimpin oleh tetua adat dengan pembacaan doa-doa sakral yang dipercaya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.

Buang Naas: Tolak Bala di Akhir Safar

Tradisi lain yang masih lestari adalah Upacara Adat Buang Naas atau Tolak Bala, yang digelar setahun sekali, tepatnya pada Rabu terakhir bulan Safar dalam kalender Hijriah.

Ritual ini dimulai dengan penyiraman sembilan anak perempuan menggunakan air linjuang—air yang telah dibacakan doa oleh ketua adat. Upacara ini menjadi simbol penyucian diri dan doa agar masyarakat dijauhkan dari mara bahaya serta bencana.

Bag Jamu Derawan: Persembahan Laut yang Mulai Hilang

Sementara itu, di Kampung Pulau Derawan, tradisi adat bernama Bag Jamu atau Bag Pakan Lahat dulunya menjadi daya tarik besar bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Ritual ini dilaksanakan oleh tiga subsuku Bajau yang mendiami Pulau Derawan, sebagai bentuk penghormatan kepada laut yang menjadi sumber kehidupan.

“Artinya memberi makan bumi atau menjamu laut dengan mempersembahkan berbagai makanan yang dimasukkan ke dalam miniatur perahu layar, lalu dilarung ke laut,” jelas Amir Umrah (81), sejarawan asal Pulau Derawan.

Sayangnya, upacara adat ini sudah tidak pernah dilakukan sejak tahun 2009 karena terkendala biaya yang tidak sedikit.

“Biaya yang dibutuhkan untuk satu kali pelaksanaan mencapai Rp 54 juta. Dulu ada bantuan dari pemerintah daerah, tapi sekarang sudah tidak lagi,” ungkap Umrah.

Foto-foto lama yang ditunjukkan kepada tim liputan menggambarkan betapa meriahnya perhelatan budaya tersebut—penuh warna, tarian, dan doa, serta disaksikan wisatawan dari berbagai daerah. Kini, tradisi itu tinggal kenangan yang tersimpan dalam album foto dan ingatan para tetua adat.

Harapan agar Warisan Budaya Tak Hanya Jadi Cerita

Berau memang tak hanya kaya akan wisata alam, tetapi juga kekayaan sejarah dan budaya yang menjadi identitas daerah. Namun, seiring waktu, tradisi yang diwariskan turun-temurun itu kian terancam punah jika tidak segera dilestarikan.

“Semoga pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap upacara dan adat istiadat di Kampung Pulau Derawan ini, agar tidak dilupakan oleh generasi muda saat ini,” harap Umrah dengan nada lirih.

Warisan leluhur yang sarat makna dan nilai spiritual ini menjadi pengingat bahwa pembangunan pariwisata tak hanya soal keindahan alam, tapi juga tentang menjaga jiwa dan budaya masyarakat lokal. Tanpa pelestarian, bisa jadi, semua itu hanya akan menjadi catatan sejarah yang dibaca—bukan lagi dialami. (/Adv/ZEN)

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kematian Massal Ikan di Maratua: Alam, Kelalaian, atau Limbah?

    Kematian Massal Ikan di Maratua: Alam, Kelalaian, atau Limbah?

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.208
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Ratusan juta rupiah kerugian dialami para nelayan budidaya di Maratua setelah ribuan ikan mati mendadak dalam sebulan terakhir. Menanggapi kondisi ini, Dinas Perikanan Kabupaten Berau menilai faktor teknis budidaya menjadi penyebab utama, namun tetap berkoordinasi dengan pihak provinsi untuk pendalaman kasus. Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Berau, Yunda Zuliarsih, menyebut sebagian besar ikan […]

  • Catat Tanggalnya! Debat Publik Pilbup Berau 2024 Siap Disiarkan di Televisi Nasional

    Catat Tanggalnya! Debat Publik Pilbup Berau 2024 Siap Disiarkan di Televisi Nasional

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 734
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Kedua pasangan calon (pason) Bupati dan Wakil Bupati Berau periode 2024-2029 akan mengikuti kegiatan Debat Publik atau debat terbuka antarpaslon pada 26 Oktober mendatang. Kegiatan debat publik tersebut akan dilaksankan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau secara langsung atau live pada stasiun televisi nasional Trans TV. Lalu debat publik kedua akan dilakukan pada […]

  • Lonjakan Harga Plastik Tekan Industri Hilir, Konsumen Berpotensi Terdampak

    Lonjakan Harga Plastik Tekan Industri Hilir, Konsumen Berpotensi Terdampak

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 309
    • 0Komentar

    JAKARTA — Kenaikan harga bahan baku plastik mulai menekan industri hilir dan dikhawatirkan berdampak pada kenaikan harga berbagai barang konsumsi di pasaran. Ketua Umum Asosiasi Produsen Plastik Hilir Indonesia (Aphindo), Henry Chavelier, mengatakan lonjakan harga tersebut berkaitan dengan ketidakpastian global yang memengaruhi rantai pasok bahan baku plastik. Salah satu faktor yang disebut berpengaruh adalah eskalasi […]

  • Ribuan Jamaah Padati GOR Pemuda Tanjung Redeb pada Tabligh Akbar Maulid Nabi

    Ribuan Jamaah Padati GOR Pemuda Tanjung Redeb pada Tabligh Akbar Maulid Nabi

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 737
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Ribuan jamaah memadati Lapangan GOR Pemuda, Tanjung Redeb, Selasa malam, 9 September 2025, dalam Tabligh Akbar memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Wakil Bupati Berau, Gamalis, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid sebagai sarana memperkuat iman sekaligus meneladani akhlak Rasulullah. “Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan […]

  • Warga Labanan Jaya Digegerkan Penemuan Jasad Pria di Area Perkebunan

    Warga Labanan Jaya Digegerkan Penemuan Jasad Pria di Area Perkebunan

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 102
    • 0Komentar

    BERAU – Seorang pria ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di area perkebunan warga di Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Sabtu, 11 Juli 2026. Korban diketahui bernama Abas, warga Jalan Perkutut RT 10, Kampung Labanan Jaya. Peristiwa itu dilaporkan warga kepada Pos Polisi (Polpos) Labanan. Setelah menerima laporan, pihak kepolisian meminta bantuan […]

  • "Elon Musk" Bantu Warga Berau, Internet Gratis Seumur Hidup?

    “Elon Musk” Bantu Warga Berau, Internet Gratis Seumur Hidup?

    • calendar_month Rabu, 31 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 890
    • 0Komentar

    Beraunews.id, Tanjung Redeb – Kabar gembira bagi warga Berau! Kabupaten yang terletak di Kalimantan Timur ini siap menjadi pelopor internet cepat di wilayahnya. Pemkab Berau akan menggunakan internet Starlink, yakni perusahaan teknologi satelit milik Elon Musk, untuk menghadirkan jaringan internet super cepat hingga ke pelosok desa. Bupati Berau, Sri Juniarsih, mengungkapkan bahwa pihaknya akan memasang […]

expand_less