Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DISKOMINFO BERAU » ‎HAKI Bukan Lagi Sekadar Perlindungan, tapi Jalan Pelaku Ekraf Berau Menuju Pasar Nasional

‎HAKI Bukan Lagi Sekadar Perlindungan, tapi Jalan Pelaku Ekraf Berau Menuju Pasar Nasional

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
  • visibility 1.743
  • print Cetak

‎TANJUNG REDEB – Di tengah persaingan industri kreatif yang semakin ketat, para pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) di Kabupaten Berau mulai diarahkan untuk melihat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) bukan hanya sebagai tameng hukum, tetapi sebagai pintu masuk menuju peluang bisnis yang lebih luas.

‎Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Kekayaan Intelektual dan Pendaftaran Merek yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau dan diikuti 30 pelaku ekraf dari berbagai subsektor.

‎Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir, menyampaikan bahwa perlindungan KI seharusnya dipandang sebagai strategi ekspansi usaha.

‎“HAKI bukan hanya melindungi karya, tetapi juga membuka peluang baru seperti lisensi, kerja sama usaha, hingga monetisasi merek. Di sini letak nilai ekonominya,” ucap Ilyas.

‎Menurutnya, masih banyak pelaku kreatif yang menghasilkan karya berkualitas, namun belum memanfaatkan HAKI untuk meningkatkan daya saing dan nilai jual produk.

‎“Kita kaya inovasi, tetapi belum memaksimalkan asetnya. Ketika merek didaftarkan, statusnya berubah dari sekadar produk menjadi identitas bisnis yang memiliki valuasi,” jelasnya.

‎Ilyas menekankan bahwa branding modern tidak hanya soal kualitas karya, tetapi juga kepemilikan legal.

‎“Di industri kreatif, yang dijual adalah ide dan identitas. Tanpa HAKI, identitas itu bisa dipakai orang lain dan yang menikmati manfaat ekonominya bukan pembuatnya,” tegasnya.

‎Sosialisasi ini menjadi bagian dari implementasi Talanpekda Kabupaten Berau yang menargetkan peningkatan kapasitas SDM ekraf pda enam subsektor prioritas untuk mendorong kontribusi ekonomi kreatif bagi daerah.

‎Lebih jauh, ia menilai bahwa kesiapan pelaku ekraf untuk mendaftarkan HAKI akan menentukan seberapa jauh mereka bisa menembus pasar.

‎“Kalau ingin naik kelas, standar pelaku kreatif bukan hanya viral atau ramai di media sosial, tetapi punya legalitas merek. Itu yang membuat investor, distributor, dan marketplace percaya,” katanya.

‎Disbudpar Berau pun membuka ruang kolaborasi bagi pelaku ekraf yang ingin mengurus pendaftaran.

‎“Jangan tunggu karya besar dulu untuk dilindungi. Mulai dari sekarang. Kita ingin pelaku ekraf Berau punya mental siap go nasional bahkan internasional,” tutup Ilyas. (ADV / Akm)

‎

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Batas Berau-Kutai Timur Belum Disepakati, Dibawa ke Kemendagri

    Batas Berau-Kutai Timur Belum Disepakati, Dibawa ke Kemendagri

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle beraunews
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Pemkab Berau dan Pemkab Kutai Timur belum menyepakati batas wilayah. Hasil pertemuan akan ditindaklanjuti Kementerian Dalam Negeri.

  • Pemkab Berau Genjot Legalitas Lahan Eks Transmigrasi, Warga Bisa Bernapas Lega

    Pemkab Berau Genjot Legalitas Lahan Eks Transmigrasi, Warga Bisa Bernapas Lega

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 556
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong penyelesaian legalitas lahan di kawasan eks transmigrasi. Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Pemkab Berau menggelar Rapat Koordinasi Ketransmigrasian di Aula Disnakertrans Berau, Rabu, 16 Juli 2025. Rakor tersebut mengangkat tema “Upaya Pemerintah dalam Penyelesaian Legalitas Lahan Infrastruktur Fasum dan Fasos di Wilayah Eks Transmigrasi Kabupaten […]

  • Lima Tahun Dikeluhkan, Drainase Jalan HARM Ayoeb Gunung Tabur Belum Juga Tuntas

    Lima Tahun Dikeluhkan, Drainase Jalan HARM Ayoeb Gunung Tabur Belum Juga Tuntas

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 316
    • 0Komentar

    BERAU – Permasalahan drainase di Jalan HARM Ayoeb, Kecamatan Gunung Tabur, hingga kini belum juga teratasi. Dari pantauan di lapangan, bahu jalan terlihat dipenuhi genangan air serta tumpukan lumpur yang bercampur dengan rerumputan tinggi. Warga setempat menyebut kondisi ini telah berlangsung kurang lebih lima tahun. Situasi tersebut tidak hanya mengganggu keindahan kawasan, tetapi juga berpotensi […]

  • ASWAKADA Jadi Ruang Strategis Perkuat Tata Kelola Pemerintahan

    ASWAKADA Jadi Ruang Strategis Perkuat Tata Kelola Pemerintahan

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 304
    • 0Komentar

    JAKARTA — Forum Asosiasi Wakil Kepala Daerah Indonesia atau ASWAKADA di Jakarta menjadi ruang pembahasan berbagai isu strategis yang bertujuan memperkuat sinergi antar daerah guna meningkatkan kinerja pemerintahan dan pelayanan publik. Wakil Bupati Berau, Gamalis, menilai forum tersebut memiliki peran penting dalam mempererat kolaborasi antar daerah di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks. “Daerah tidak […]

  • Makin Lengkap, Berau Bakal Tambah Rumah Sakit dari Sektor Swasta

    Makin Lengkap, Berau Bakal Tambah Rumah Sakit dari Sektor Swasta

    • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 892
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pelayanan kesehatan menjadi kebutuhan krusial bagi masyarakat, tak terkecuali di Kabupaten Berau. Dengan adanya fasilitas kesehatan khususnya rumah sakit yang ada saat ini, tentunya belum cukup untuk memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal. “Selain RSUD Tanjung Redeb, pengembangan RSUD Abdul Rivai, dan Rumah Sehat BAZNAS, nanti akan ada rumah sakit lagi di Berau, […]

  • Dari Tangis Perpisahan hingga Bakti Anak, Pelepasan Haji Samarinda Penuh Kisah Menyentuh

    Dari Tangis Perpisahan hingga Bakti Anak, Pelepasan Haji Samarinda Penuh Kisah Menyentuh

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 249
    • 0Komentar

    SAMARINDA — Suasana haru menyelimuti pelepasan jemaah haji asal Samarinda. Isak tangis keluarga pecah saat para jemaah bersiap berangkat menuju Tanah Suci, menandai awal perjalanan ibadah yang telah lama dinantikan. Sebanyak 360 jemaah bersama 4 petugas haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 1 resmi dilepas dari halaman GOR Segiri. Mereka diberangkatkan menuju Balikpapan sebelum […]

expand_less