Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DISKOMINFO BERAU » ‎HAKI Bukan Lagi Sekadar Perlindungan, tapi Jalan Pelaku Ekraf Berau Menuju Pasar Nasional

‎HAKI Bukan Lagi Sekadar Perlindungan, tapi Jalan Pelaku Ekraf Berau Menuju Pasar Nasional

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
  • visibility 1.710
  • print Cetak

‎TANJUNG REDEB – Di tengah persaingan industri kreatif yang semakin ketat, para pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) di Kabupaten Berau mulai diarahkan untuk melihat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) bukan hanya sebagai tameng hukum, tetapi sebagai pintu masuk menuju peluang bisnis yang lebih luas.

‎Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Kekayaan Intelektual dan Pendaftaran Merek yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau dan diikuti 30 pelaku ekraf dari berbagai subsektor.

‎Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir, menyampaikan bahwa perlindungan KI seharusnya dipandang sebagai strategi ekspansi usaha.

‎“HAKI bukan hanya melindungi karya, tetapi juga membuka peluang baru seperti lisensi, kerja sama usaha, hingga monetisasi merek. Di sini letak nilai ekonominya,” ucap Ilyas.

‎Menurutnya, masih banyak pelaku kreatif yang menghasilkan karya berkualitas, namun belum memanfaatkan HAKI untuk meningkatkan daya saing dan nilai jual produk.

‎“Kita kaya inovasi, tetapi belum memaksimalkan asetnya. Ketika merek didaftarkan, statusnya berubah dari sekadar produk menjadi identitas bisnis yang memiliki valuasi,” jelasnya.

‎Ilyas menekankan bahwa branding modern tidak hanya soal kualitas karya, tetapi juga kepemilikan legal.

‎“Di industri kreatif, yang dijual adalah ide dan identitas. Tanpa HAKI, identitas itu bisa dipakai orang lain dan yang menikmati manfaat ekonominya bukan pembuatnya,” tegasnya.

‎Sosialisasi ini menjadi bagian dari implementasi Talanpekda Kabupaten Berau yang menargetkan peningkatan kapasitas SDM ekraf pda enam subsektor prioritas untuk mendorong kontribusi ekonomi kreatif bagi daerah.

‎Lebih jauh, ia menilai bahwa kesiapan pelaku ekraf untuk mendaftarkan HAKI akan menentukan seberapa jauh mereka bisa menembus pasar.

‎“Kalau ingin naik kelas, standar pelaku kreatif bukan hanya viral atau ramai di media sosial, tetapi punya legalitas merek. Itu yang membuat investor, distributor, dan marketplace percaya,” katanya.

‎Disbudpar Berau pun membuka ruang kolaborasi bagi pelaku ekraf yang ingin mengurus pendaftaran.

‎“Jangan tunggu karya besar dulu untuk dilindungi. Mulai dari sekarang. Kita ingin pelaku ekraf Berau punya mental siap go nasional bahkan internasional,” tutup Ilyas. (ADV / Akm)

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ada Dugaan Pinjam Pakai Perusahaan untuk Dapat Proyek Sheet Pile di Berau

    Ada Dugaan Pinjam Pakai Perusahaan untuk Dapat Proyek Sheet Pile di Berau

    • calendar_month Jumat, 5 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 817
    • 0Komentar

    Beraunews.id, Tanjung Redeb – Proyek sheet pile di belakang kantor bupati Berau ramai diperbincangkan. Selain karena pekerjaan yang terlambat, muncul dugaan aksi pinjam pakai perusahaan (PT) untuk mendapat proyek tersebut. Seseorang berinsial TTAL yang belum diketahui identitas aslinya pun tak lepas dari bahan pembicaraan. TTAL disebut sebagai kontraktor diduga melakukan pinjam pakai nama perusahaan PT […]

  • Banjir Masih Mengepung Tanjung Selor, Akses Lalu Lintas Terganggu

    Banjir Masih Mengepung Tanjung Selor, Akses Lalu Lintas Terganggu

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 871
    • 0Komentar

    Tanjung Selor – Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu Sungai Kayan sejak beberapa hari terakhir menyebabkan banjir kiriman yang masih mengepung sebagian besar wilayah Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Hingga Senin siang, 19 Mei 2025, genangan air setinggi lutut orang dewasa masih merendam sejumlah ruas jalan utama, menghambat aktivitas warga. Pantauan IT-News.id pada pukul […]

  • Nelayan Bunyu Terhimpit Pendangkalan Sungai, Pemprov Akui Keterbatasan dan Tunggu Peran Pusat

    Nelayan Bunyu Terhimpit Pendangkalan Sungai, Pemprov Akui Keterbatasan dan Tunggu Peran Pusat

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 330
    • 0Komentar

    TANJUNG SELOR – Pendangkalan Sungai Buaya di Kecamatan Bunyu Timur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, hingga kini belum juga mendapat penanganan. Kondisi ini sudah berlangsung sekitar 15 tahun tanpa adanya pengerukan atau perbaikan berarti. Akibatnya, aktivitas masyarakat yang bergantung pada sungai, terutama nelayan, menjadi terganggu. Mereka mengaku kesulitan melaut, khususnya saat air surut karena perahu tidak […]

  • Hengkang dari PDI-P, Suriadi Labuhkan Dukungan ke Paslon 02 

    Hengkang dari PDI-P, Suriadi Labuhkan Dukungan ke Paslon 02 

    • calendar_month Minggu, 13 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.139
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Setelah melayangkan surat pengunduran dirinya sebagai sekretaris DPC PDI Perjuangan Berau, nama Suriadi Marzuki pun menjadi perbincangan. Pasalnya, selepas surat itu tersebar, disusul beredarnya video dimana dirinya mengatakan memberi dukungan untuk paslon 02 SraGam, dalam Pilkada 2024. Dalam video berdurasi singkat itu, Suriadi bersama relawan Tanjung Batu memegang spanduk SraGam, sembari menyebutkan […]

  • Bupati Berau Tegaskan Rumah Sakit 24 Jam Harus Layani Pasien Secara Maksimal

    Bupati Berau Tegaskan Rumah Sakit 24 Jam Harus Layani Pasien Secara Maksimal

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 610
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan seluruh rumah sakit di Kabupaten Berau yang telah ditetapkan beroperasi selama 24 jam wajib memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal kepada masyarakat. Penegasan tersebut disampaikannya pada Kamis (08/01), menyusul masih adanya keluhan terkait pelayanan rumah sakit yang dinilai belum optimal. “Saya tidak mau lagi mendengar ada rumah […]

  • Gas Melon Kembali Tersedia di Berau, Harga Melonjak hingga Rp45 Ribu

    Gas Melon Kembali Tersedia di Berau, Harga Melonjak hingga Rp45 Ribu

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 1.869
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Setelah sempat menghilang beberapa waktu lalu, LPG 3 kilogram atau gas melon mulai terlihat lagi di toko-toko pengecer di Kabupaten Berau. Namun, seperti biasanya, usai menghilang, harga jual gas melon ini melambung. “Tadi saya dapat harga Rp40 ribu, tapi ternyata pas beli lagi sudah di harga Rp45 ribu. Padahal biasanya hanya Rp30 […]

expand_less