Jaga Harga & Serap Panen Petani: Berau Dorong Distribusi Hingga Kampung Menggerakkan Ekonomi
- account_circle admin
- calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
- visibility 31
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tanjung Redeb – Tingginya produksi pertanian di Kabupaten Berau semestinya menjadi kabar baik bagi petani. Namun, tanpa dukungan distribusi dan penyerapan hasil panen yang memadai, kelebihan produksi justru dapat menjadi ancaman bagi kesejahteraan petani di kampung-kampung sentra pangan.
Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, mengingatkan bahwa keberhasilan meningkatkan produksi tidak boleh berhenti di fase tanam dan panen. Distribusi yang tersendat, pasar yang terbatas, hingga rendahnya serapan hasil pertanian dapat membuat petani merugi meski sawah dan ladang menghasilkan dengan optimal.
“Kalau distribusi lancar dari petani ke pasar, melimpahnya panen menjadi kabar gembira. Petani tidak bingung menjual hasilnya, dan harga tetap stabil karena stok tersedia,” ujar Sumadi.
Ia menegaskan, keberhasilan program swasembada pangan di pusat tidak akan berarti bila pasar di tingkat daerah tidak menyerap hasil panen dengan baik. Menurutnya, banyak petani bekerja keras sepanjang musim, tetapi keuntungan yang diterima tak sebanding akibat harga jatuh atau distribusi tersendat.
Pemerintah daerah diminta tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan pupuk atau alsintan. Sumadi menilai perlu ada kebijakan yang lebih strategis, termasuk kesiapan pemerintah sebagai penampung hasil panen agar harga tetap stabil—terutama saat produksi sedang tinggi.
“Petani harus punya kepastian. Pemerintah daerah perlu siap menampung hasil pertanian agar penyerapan lebih terakomodir,” tegasnya.
Dengan sistem distribusi yang baik, hasil bumi kampung bisa menjadi penggerak ekonomi yang nyata. Berau tidak kekurangan potensi pangan—yang diperlukan adalah keterhubungan pasar, infrastruktur yang lancar, serta kebijakan penyangga harga yang berpihak pada petani.
Jika rantai distribusi dibenahi, kampung-kampung penghasil dapat berkembang menjadi lumbung ekonomi baru. Petani tidak hanya memanen komoditas, tetapi juga memanen pendapatan yang layak. Dan di titik itulah produksi pertanian menjadi berkah, bukan beban yang saling menekan antara petani dan pasar. (yf/adv)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar