Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DISKOMINFO BERAU » Sinergi Pemerintah–Masyarakat Wujudkan Wisata Lestari, Berau Siapkan Fondasi Ekonomi Jangka Panjang

Sinergi Pemerintah–Masyarakat Wujudkan Wisata Lestari, Berau Siapkan Fondasi Ekonomi Jangka Panjang

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
  • visibility 415
  • print Cetak

Jakarta — Dari gugusan laut biru di Biduk-Biduk hingga karst menjulang di Merabu, dari danau ubur-ubur Kakaban yang tak menyengat hingga Labuan Cermin yang menyatukan asin dan tawar dalam satu pelukan air — Kabupaten Berau memiliki bentang alam yang tidak sekadar indah, tetapi juga mahal nilai ekologisnya. Kini, keindahan itu tidak lagi hanya untuk dipandang. Pemerintah Kabupaten Berau sedang mengubahnya menjadi kekuatan ekonomi yang hidup, berkelanjutan, dan ramah masa depan.

Era tambang lambat laun akan mereda. Tetapi ekonomi tidak boleh ikut padam. Karena itu, Berau mulai memindahkan titik berat pembangunan ke sektor baru: ekowisata sebagai mesin penggerak ekonomi pascatambang.
Tidak gegabah, tidak terburu-buru — melainkan melalui strategi yang terukur, kolaboratif, dan menyentuh masyarakat di akar rumput.

“Lewat multiplier effect pariwisata, banyak warga yang dulu hanya nelayan kini punya homestay, toko sembako, hingga warung kopi,”

— Samsiah Nawir, Kabid Pengembangan Destinasi Wisata Berau.

Dan faktanya nyata. Ketika destinasi hidup, ekonomi kampung bergerak.

Bukan hanya Derawan

Berau memiliki 159 wisata alam, 39 wisata budaya, dan 27 wisata buatan. Tak heran jika sektor ini diproyeksikan menjadi poros ekonomi baru daerah. Bahkan 19 desa wisata sudah mengantongi SK resmi, sementara 10 destinasi unggulan tengah disiapkan dengan fasilitas untuk menyambut wisatawan domestik maupun mancanegara.

Ini bukan sekadar destinasi.
Ini rantai ekonomi: pemandu wisata → penyewaan perahu → kuliner lokal → UMKM oleh-oleh → homestay → transportasi → produk kreatif digital → & seterusnya.

Pariwisata menciptakan uang berkali-kali dari kunjungan yang sama. Itulah multiplier effect yang sedang dibangun Berau.

Pemkab Berau tidak ingin mengulang kesalahan banyak daerah wisata — berkembang cepat lalu rusak cepat.
Karena itu:

 Pelaku wisata diedukasi tentang pengelolaan ramah lingkungan
 Pengunjung diingatkan menjaga habitat laut & mangrove
 Pengelola wajib menerapkan tata kelola sampah
 Monitoring dilakukan rutin di kawasan pesisir

Wisata di sini tidak hanya untuk dilihat — tetapi untuk dirawat sebagai warisan generasi.

Masyarakat Ikut Menjaga

36 Pokdarwis kini aktif mengelola promosi, edukasi wisatawan, hingga menjaga ekosistem.
Seperti di Biduk-Biduk, promosi digital diperkuat melalui branding dan media sosial.
Di Teluk Sulaiman, perahu kelotok dimatikan saat pengamatan satwa agar suara mesin tak mengganggu fauna.
Sistem antrean diterapkan demi mencegah overtourism — karena pariwisata bukan soal ramai, tetapi berkelanjutan.

Pemerintah daerah juga menggandeng:

 YKAN untuk pengembangan ekowisata
 Dinas PUPR, PERKIM, DLHK, Diskoperindag untuk infrastruktur & ekonomi pendukung
 Pelaku usaha untuk memperkuat layanan dan kenyamanan wisatawan

Inilah pariwisata yang bukan hanya datang dan pulang, tetapi hidup dan tumbuh.

Berau sedang menulis bab ekonomi baru.
Jika dahulu tambang menjadi nyawa, kini wisata menjadi napas panjang.

Laut, hutan, budaya — semuanya tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi modal masa depan.
Selama konservasi dijaga, masyarakat dilibatkan, dan pemerintah terus bergerak strategis, maka Berau bukan hanya menarik untuk dikunjungi — tetapi layak untuk hidup dari pariwisata.

Masa depan itu sudah terlihat.
Dan warnanya biru-hijau: warna laut dan rimbunnya hutan yang menjadi denyut ekonomi Bumi Batiwakkal. (yf/adv)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gedung Kesenian Berau, Kolaborasi Tradisi dan Modernitas dalam Satu Atap

    Gedung Kesenian Berau, Kolaborasi Tradisi dan Modernitas dalam Satu Atap

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.865
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Pembangunan Gedung Kesenian atau Berau Creative Hub menjadi salah satu program strategis yang diusulkan dalam 8 program prioritas Pemerintah Kabupaten Berau. Langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, sekaligus memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk berkarya dan berinovasi. Gedung kesenian ini dirancang sebagai ruang inklusif, yang […]

  • Ambigu Soal Definisi Miskin dan UMKM, Diskoperindag Akan Tetapkan Standar Spesifikasi

    Ambigu Soal Definisi Miskin dan UMKM, Diskoperindag Akan Tetapkan Standar Spesifikasi

    • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 809
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau akan segera menyusun kriteria atau spesifikasi yang lebih jelas terkait rumah tangga dan UMKM yang berhak menerima subsidi gas Elpiji 3 kilogram. Hal ini bertujuan untuk mengurangi penyalahgunaan subsidi yang selama ini masih terjadi. Menurut Kepala Bidang Bina Usaha Perdagangan, Hotlan, banyak masyarakat yang mengaku miskin […]

  • Delapan Aturan Baru SPBU di Berau: Mobil Maksimal 25 Liter, Hotline Pengaduan Wajib Tersedia

    Delapan Aturan Baru SPBU di Berau: Mobil Maksimal 25 Liter, Hotline Pengaduan Wajib Tersedia

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 91
    • 0Komentar

    BERAU — Pemerintah Kabupaten Berau bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan PT Pertamina Patra Niaga menetapkan sejumlah langkah untuk mengatasi persoalan kelangkaan sekaligus mendorong pemerataan distribusi bahan bakar minyak atau BBM di Kabupaten Berau. Ketetapan bersama tersebut berlaku bagi SPBU dan Pertashop di seluruh wilayah Kabupaten Berau. Salah satu poin yang menjadi perhatian […]

  • Viral Pasien Tak Dirawat, RSUD Abdul Rivai: Ini Terkait Prosedur BPJS

    Viral Pasien Tak Dirawat, RSUD Abdul Rivai: Ini Terkait Prosedur BPJS

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 760
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Pelayanan RSUD Abdul Rivai kembali menuai kritikan. Salah satu postingan di sosial media Facebook menyebut jika keluarga terpaksa membawa pasien pulang lantaran tak bisa mendapatkan perawatan. “Kondisi pasien lemas tak berdaya terpaksa kami bawa pulang karena BPJS tidak berlaku rawat jalan maupun rawat inap karena tidak termasuk kategori emergency. Jadi kami harus […]

  • Masih Banyak Speedboat Tanpa GPS, Dishub Berau Siapkan Aturan Baru Demi Keselamatan

    Masih Banyak Speedboat Tanpa GPS, Dishub Berau Siapkan Aturan Baru Demi Keselamatan

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 429
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Pemerintah Kabupaten Berau menyoroti aspek keselamatan transportasi laut, khususnya pada armada speedboat yang beroperasi di wilayah tersebut. Banyak kapal cepat milik masyarakat dinilai masih minim dilengkapi perangkat navigasi modern. Kepala Dinas Perhubungan Berau, Andi Marewangeng, mengatakan sebagian besar speedboat masih mengandalkan sarana komunikasi sederhana seperti telepon seluler dan radio terbatas. “Memang saat […]

  • Penataan Bantaran Sungai di Tanjung Redeb Masih Tertahan pada Tahap Perencanaan

    Penataan Bantaran Sungai di Tanjung Redeb Masih Tertahan pada Tahap Perencanaan

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 180
    • 0Komentar

    BERAU – Rencana penataan kawasan permukiman di bantaran sungai dan jalur hijau di Kabupaten Berau hingga kini belum memasuki tahap pelaksanaan fisik. Padahal, pemerintah daerah telah menyusun dokumen perencanaan untuk sejumlah kawasan yang dinilai perlu ditata ulang sesuai ketentuan tata ruang. Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperum) Berau, Dahri, mengatakan kawasan […]

expand_less