Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Advertorial Berau » Sape Menggema dari Berau: Pemerintah & Industri Lokal Dorong Seniman Muda Menembus Panggung Nasional

Sape Menggema dari Berau: Pemerintah & Industri Lokal Dorong Seniman Muda Menembus Panggung Nasional

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
  • visibility 298
  • print Cetak

Tanjung Redeb — DI BALIK alunan sape yang lembut dan bernapas dari akar kebudayaan Kalimantan, tersimpan perjalanan seorang anak muda Berau bernama Muhammad Budhi Setiyawan, atau yang lebih dikenal sebagai Whansetiyawan. Lulusan Pengkajian Musik Nusantara Pascasarjana ISI Yogyakarta ini memilih sape bukan karena tren, melainkan karena cinta yang tidak bisa dijelaskan.

“Aku cinta aja, tanpa alasan. Cinta yang tulus itu tanpa alasan, kan?” katanya pelan, seolah tiap petikan sape adalah bahasa hati.

Perjalanannya tidak selalu mudah. Di masa awal, ia berhadapan dengan keterbatasan alat, produksi musik yang terbatas, hingga akses panggung yang belum luas. Namun kecintaannya pada musik tradisi membuatnya tidak berhenti. Baginya, sape bukan hanya instrumen — melainkan identitas budaya yang harus terus hidup.

Di titik inilah dukungan mulai datang. PT Berau Coal menjadi salah satu pihak yang memberi ruang bagi langkahnya, menghadirkannya dalam berbagai panggung kesenian dan budaya. Melalui program rutin perusahaan, namanya semakin dikenal, bak suara sape yang mengalun semakin jauh.

“Acara-acara PT Berau Coal seperti HSECM sangat membantu kami. Dari situlah kami bisa terus tampil dan berkembang,” tuturnya.

Puncak pembuktiannya hadir pada 25 April 2025, ketika Whansetiyawan terpilih tampil di acara peluncuran karya Swara Apurva bersama musisi besar Indra Lesmana di Bali. Sape yang ia mainkan menyatu dengan komposisi modern, menunjukkan bahwa musik tradisi tak pernah kalah oleh zaman — ia justru menemukan panggung baru.

“Terima kasih kepada Om Indra dan Tante Hon Lesmana serta PT Berau Coal yang selalu mendukung saya sejak kecil. Mulai dari bantuan Yayasan Dharma Bhakti, beasiswa Sungkai saat kuliah, hingga dukungan moral dan material selama berkesenian. Itu berarti sangat besar bagi saya,” ucapnya.

Di matanya, seni adalah barometer kemajuan. Bukan sekadar estetika, tetapi cermin kualitas peradaban.

“Semakin baik karya seni yang lahir, semakin baik pula masyarakatnya. Saya berharap perusahaan dan pihak-pihak daerah terus mendukung seniman muda, karena dari tangan-tangan mereka masa depan budaya itu tumbuh,” pesannya.

Komitmen tersebut kini terus dihidupkan. PT Berau Coal berperan aktif menjaga ruang bagi seniman lokal, agar tradisi tidak lekang dan kreativitas terus menemukan jalannya.

Sape Whansetiyawan bukan hanya bunyi — ia adalah tanda bahwa seni Berau tidak tinggal diam. Ia bergerak, tumbuh, dan siap berdiri sejajar dengan panggung-panggung besar Indonesia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau, Ilyas Natsir, menilai perjalanan Whansetiyawan adalah gambaran tentang bagaimana kekuatan tradisi mampu tumbuh di tangan generasi baru. Baginya, kehadiran seniman muda yang konsisten menjaga warisan daerah adalah aset yang tidak ternilai bagi Berau.

“Whansetiyawan menunjukkan bahwa budaya bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dihidupkan kembali dan diperkenalkan kepada dunia dengan cara yang sesuai zaman,” ujar Ilyas.

Ia juga mengapresiasi dukungan dunia industri, khususnya PT Berau Coal, yang terus memberi ruang bagi talenta lokal. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pelaku budaya, dan sektor swasta harus terus diperkuat agar seni tradisi Berau tak berhenti sebagai warisan, melainkan menjadi energi kreatif yang mampu mengangkat nama daerah di kancah nasional hingga mancanegara.

“Kami percaya bahwa Sape dan musisi-musisi muda Berau memiliki potensi besar. Pemerintah akan terus berupaya memberikan ruang, fasilitas, dan dorongan, agar karya seperti milik Whansetiyawan tidak hanya bergema di acara lokal, tetapi juga menjadi representasi budaya Berau di panggung yang lebih luas,” tegasnya. (akm/yf)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penataan DAS Pedalaman & Drainase Dinilai Penting Demi Kota Tangguh dan Siap Menerima Arus Kunjungan

    Penataan DAS Pedalaman & Drainase Dinilai Penting Demi Kota Tangguh dan Siap Menerima Arus Kunjungan

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 290
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Berau kembali memunculkan genangan di sejumlah kawasan perkotaan. Warga di daerah rawan banjir mengeluhkan kondisi tersebut, dan kini perhatian tertuju pada langkah pemerintah dalam menangani persoalan tahunan ini. Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, mengatakan penanganan banjir tidak boleh lagi bersifat reaktif. Menurutnya, banyak saluran drainase masih […]

  • Madri Pani-Agus Wahyudi Temui Warga Kelay, Usung Visi Pembangunan Berau yang Pro Rakyat

    Madri Pani-Agus Wahyudi Temui Warga Kelay, Usung Visi Pembangunan Berau yang Pro Rakyat

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 426
    • 0Komentar

    Kelay — Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Berau nomor urut 1, Madri Pani dan Agus Wahyudi (MP-AW), terus mengintensifkan kampanye mereka ke berbagai titik di Kabupaten Berau. Setelah menyapa warga di pesisir selatan dan daerah wisata, kali ini giliran masyarakat Kecamatan Kelay yang menjadi tujuan safari politik pasangan ini. Pada Jumat (18/10/2024), Paslon MP-AW […]

  • Perpres 81/2025: Pemkab Berau Siapkan Tunjangan Khusus untuk Dokter di Daerah Terpencil

    Perpres 81/2025: Pemkab Berau Siapkan Tunjangan Khusus untuk Dokter di Daerah Terpencil

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 698
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Pemkab Berau mengambil langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga medis yang bekerja di daerah-daerah yang sulit dijangkau. Langkah ini selaras dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 81 Tahun 2025 yang memberikan tunjangan khusus bagi dokter spesialis, subspesialis, dan dokter gigi yang bertugas di wilayah-wilayah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK). Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, […]

  • Target 400 Ton Beras Murah: Polres Berau Siapkan Gerai Hingga Desember

    Target 400 Ton Beras Murah: Polres Berau Siapkan Gerai Hingga Desember

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 543
    • 0Komentar

    TELUK BAYUR – Polres Berau kembali menyalurkan beras murah SPHP untuk masyarakat Kabupaten Berau. Namun kali ini penyaluran difokuskan di depan pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) agar masyarakat sekitar Kecamatan Gunung Tabur hingga Teluk Bayur. Kegiatan yang bekerjasama dengan Bulog Berau ini, bertepatan dengan kegiatan pasar pangan murah Polri, yang digelar serentak seluruh Indonesia. Dan […]

  • Sejarah Kantor SMSI, Pergulatan Di Ring Nol: Dari JP Coen, DN Aidit, Hingga Firdaus

    Sejarah Kantor SMSI, Pergulatan Di Ring Nol: Dari JP Coen, DN Aidit, Hingga Firdaus

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 652
    • 0Komentar

    Jakarta – Gedung tua di Jalan Veteran II No. 7c, Jakarta Pusat itu, ternyata menyimpan sejumlah cerita misteri-historis. Namun, sayangnya tak semua orang tahu sejarahnya. Padahal jika menyimak ceritanya, pasti asyiik dan seru bak nonton film horor atau thriller. Ya, meneganggkan sekaligus mengasyikkan. Di satu sisi, kita seolah diajak bertamasya untuk menyelami pergulatan sejarah bangsa […]

  • Dari Kayu ke Jagung, HSB Ubah Lahan Tidur Jadi Sumber Pangan di Batu Rajang

    Dari Kayu ke Jagung, HSB Ubah Lahan Tidur Jadi Sumber Pangan di Batu Rajang

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 591
    • 0Komentar

    Segah – PT Hutan Sanggam Berau (HSB) mulai menapaki jalur baru di luar bisnis kayu bulat. Perusahaan yang selama ini bergerak di sektor kehutanan itu memanen perdana jagung dari lahan kurang lebih tiga hektare di Kampung Batu Rajang, Rabu, 13 Agustus 2025. Langkah ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi usaha sekaligus mendukung program ketahanan pangan […]

expand_less