“Smart Plantation Management”, Digitalisasi Disbun Dorong Transparansi, Potensi Kampung, dan Investasi Berkelanjutan
- account_circle admin
- calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
- visibility 113
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB – Transformasi digital di sektor perkebunan Kabupaten Berau memasuki babak baru. Dinas Perkebunan (Disbun) resmi mengakselerasi penerapan Sistem Informasi Perusahaan Perkebunan (SIPERIBUN) sebagai landasan utama membangun Smart Plantation Management—model pengawasan modern yang terukur, transparan, dan mendukung pengembangan potensi kampung hingga investasi hijau.
Kepala Disbun Berau, Lita Handini, mengatakan bahwa digitalisasi ini menjadi langkah penting untuk menata ulang tata kelola perkebunan yang selama ini masih bertumpu pada dokumen manual dan laporan terpisah. Melalui satu platform nasional, akurasi data akan meningkat, sementara proses pengawasan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Dengan digitalisasi, kita bukan hanya merapikan data. Kita membangun cara kerja baru yang lebih transparan dan responsif. Pengawasan perusahaan jadi lebih terukur, dan pemanfaatan datanya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk petani di kampung-kampung,” ujarnya.
Disbun kini menata ulang seluruh basis data terkait legalitas lahan, pola kemitraan petani, profil perusahaan, hingga kesesuaian luas tanaman. Proses ini juga menjadi fondasi penting untuk merumuskan kebijakan pembangunan perkebunan yang mendukung ekonomi kreatif kampung, transportasi hasil perkebunan, hingga akses investasi di wilayah pedalaman.
Menurut Lita, masih ada beberapa perusahaan yang harus melengkapi dokumen sebelum dapat masuk ke sistem pusat, sehingga percepatan pemutakhiran data menjadi prioritas tanpa toleransi.
“Semua perusahaan wajib disiplin. Jika datanya tidak lengkap, mereka tidak bisa terhubung dengan sistem, dan hal itu akan berdampak pada penilaian kinerja serta proses pengawasan di lapangan,” tegasnya.
Untuk mempercepat proses integrasi, Disbun menurunkan tim pendamping digital yang bertugas membantu perusahaan melakukan penyesuaian format, pengunggahan data, penyelesaian kendala teknis, hingga pengecekan administratif. Dalam waktu dekat, tim akan turun melakukan monitoring lapangan, termasuk menelusuri kesesuaian data dengan kondisi riil perkebunan di pedalaman.
“Tim percepatan sudah disiapkan. Minggu depan verifikasi lapangan dimulai agar tidak ada perusahaan yang tertinggal dalam proses digitalisasi ini,” jelasnya.
Lita menegaskan bahwa keberhasilan penerapan SIPERIBUN bukan hanya memudahkan pemerintah, tetapi juga memberi manfaat besar bagi petani dan UMKM yang bergerak di sektor turunan perkebunan—mulai dari pengolahan bahan baku, kerajinan desa, hingga pariwisata edukasi berbasis komoditas lokal.
“Kalau datanya kuat, bantuan untuk petani lebih tepat sasaran. Distribusi bibit, pupuk, hingga pembinaan kemitraan akan jauh lebih terukur. Ini langkah besar menuju perkebunan modern, berkelanjutan, ramah investasi, dan memberdayakan kampung-kampung di Berau,” pungkasnya. (Adv/Akm)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar