Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DISKOMINFO BERAU » Dari Perhutanan Sosial hingga Produk Premium Single Origin

Dari Perhutanan Sosial hingga Produk Premium Single Origin

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
  • visibility 1.434
  • print Cetak

TANJUNG REDEB – Di tengah luasnya hamparan hutan alam yang masih mendominasi 75 persen daratan Berau, satu komoditas tumbuh menjadi penopang ekonomi hijau masyarakat: kakao. Tanaman yang awalnya dikembangkan secara tradisional di kampung-kampung ini kini menjelma menjadi produk unggulan yang tak hanya merambah pasar nasional, tetapi juga menarik perhatian pembeli internasional.

Pemerintah Kabupaten Berau menempatkan komoditas perkebunan ini sebagai bagian penting dari strategi pembangunan berkelanjutan. Komitmen tersebut berjalan beriringan dengan upaya menekan laju deforestasi serta mengoptimalkan skema perhutanan sosial yang kini menjadi salah satu yang paling progresif di Kalimantan Timur.

“Berau kini menjadi model pengelolaan perhutanan sosial di Kaltim. Dokumen Pembangunan Kawasan Terintegrasi (Integrated Area Development/IAD) yang kami susun adalah yang pertama di provinsi ini,” ujar Bupati Berau, Sri Juniarsih. Dokumen ini menjadi pijakan utama pemanfaatan kawasan perhutanan sosial seluas 98 ribu hektare agar tidak hanya lestari, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi warga sekitar hutan.

Salah satu bentuk pemanfaatan yang paling berhasil adalah pengembangan kakao rakyat. Dengan pendampingan pemerintah serta organisasi non-pemerintah, perkebunan kakao di kampung-kampung mampu mengakselerasi ekonomi warga tanpa mengorbankan tutupan hutan. “Kakao dari kebun rakyat kini sudah bisa masuk pasar nasional,” kata Sri, menegaskan pentingnya sektor ini dalam pembangunan wilayah.

Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini, menjelaskan bahwa pemerintah menerapkan strategi multi-lapis. Mulai dari pemetaan kawasan kakao, peningkatan produktivitas, peningkatan kualitas biji kakao, hingga memperluas jaringan kemitraan dan akses permodalan. Kampung Merasa tercatat sebagai salah satu sentra kakao lestari yang kini menjadi percontohan.

“Kami juga menyiapkan skema hilirisasi, promosi, dan pendampingan intensif agar petani mampu menghasilkan kakao berkualitas premium,” ujar Lita.

Transformasi kakao Merasa tak terlepas dari peran pelatihan Internal Controlling System (ICS). Irmaya Banaweng, petani kakao Merasa, menyebut pelatihan ini sebagai titik balik. “Kami jadi paham mengenai standar kualitas kakao mulai dari biji basah, kering, hingga fermentasi yang paling dicari pasar,” tuturnya.

Pengetahuan itu berkembang menjadi inovasi. Kelompok perempuan di Kampung Merasa mulai mengolah kakao fermentasi menjadi aneka produk makanan dan minuman. Sementara para petani menyusun standar budidaya agar biji kakao mereka mampu menembus pasar premium.

Hasilnya mengharumkan nama Berau. Pada 2021, kakao fermentasi Merasa dinobatkan sebagai salah satu dari delapan kakao berkarakter unik dan otentik dalam seleksi nasional menuju Cocoa of Excellence di Paris, Prancis. Pengakuan tersebut menjadi titik lompatan, membuka akses menuju industri cokelat artisan.

Dua tahun berselang, lahirlah Single Origin Cokelat Kampung Merasa 74 persen yang dikembangkan bersama Pipiltin Cocoa, salah satu produsen cokelat premium Indonesia. Produk turunan kakao fermentasi lainnya kini turut dipasarkan di kedai lokal dan menjadi buah tangan para wisatawan yang berkunjung.

Perjalanan kakao Merasa menunjukkan bahwa pengelolaan hutan yang bijak—dengan memberi ruang bagi masyarakat untuk mengelola lahan secara berkelanjutan—dapat melahirkan komoditas bernilai tinggi sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

Di tengah tuntutan global atas produk pertanian berkelanjutan, Berau telah menempatkan dirinya sebagai contoh bagaimana ekonomi kampung, pelestarian hutan, dan industri cokelat premium dapat berjalan seiring.(adv/yf)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Poin Kesepakatan RDP BPHTB Berau Mulai Diterapkan, Sosialisasi Dinilai Masih Kurang

    Dua Poin Kesepakatan RDP BPHTB Berau Mulai Diterapkan, Sosialisasi Dinilai Masih Kurang

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 100
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Dua poin hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Berau terkait polemik Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) mulai resmi diterapkan sejak 15 Juni 2026. Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan antara pemerintah daerah dan perwakilan masyarakat. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau, Djupiansyah Ganie, menyebut implementasi kebijakan […]

  • Sri Juniarsih Mas: Pariwisata Harus Jadi Penopang Ekonomi Baru Berau

    Sri Juniarsih Mas: Pariwisata Harus Jadi Penopang Ekonomi Baru Berau

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 535
    • 0Komentar

    JAKARTA – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Ia meraih Pemimpin Daerah Award 2025 untuk kategori pengembangan pariwisata dan UMKM. Penghargaan itu diserahkan Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus Republik Indonesia, Aries Marsudiyanto, di Jakarta Concert Hall iNews Tower, Kamis malam, 28 Agustus 2025. Hadir dalam acara tersebut Menteri […]

  • DTPHP Berau Antisipasi Kemarau: Perbaikan Irigasi dan Cadangan Pompa Air Dipercepat

    DTPHP Berau Antisipasi Kemarau: Perbaikan Irigasi dan Cadangan Pompa Air Dipercepat

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 243
    • 0Komentar

    BERAU– Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Berau tengah mengambil langkah proaktif untuk mengatasi dampak dari musim kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung hingga November 2026. Mereka melakukan evaluasi terhadap saluran irigasi dan menyiapkan bantuan pompa air di beberapa wilayah penghasil padi, termasuk Tasuk, Labanan, Semurut, dan Buyung-Buyung. Kepala DTPHP Kabupaten Berau, Lita Handini, […]

  • Gempa Bumi Magnitudo 6,1 Guncang Sulteng, Getaran Terasa Hingga Berau

    Gempa Bumi Magnitudo 6,1 Guncang Sulteng, Getaran Terasa Hingga Berau

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.356
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Gempa bumi dengan magnitudo 6,1 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Selasa (28/1/2025) pukul 21.53 WIB. Gempa ini tercatat terjadi pada kedalaman 90 kilometer, menurut informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Meski pusat gempa berada di wilayah Sulteng, getarannya dirasakan hingga Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, satu jam kemudian, tepatnya […]

  • DPRD Berau Berpeluang Tambah Kursi, KPU Ingatkan Acuannya UU Pemilu

    DPRD Berau Berpeluang Tambah Kursi, KPU Ingatkan Acuannya UU Pemilu

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.019
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau, Budi Harianto, menegaskan penambahan kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) ditentukan berdasarkan jumlah penduduk. Hal ini sekaligus menjawab wacana perubahan daerah pemilihan (dapil) pasca pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurut Budi, mekanisme penentuan kursi DPRD sudah diatur secara rinci: hingga 100 ribu jiwa mendapat 20 kursi, […]

  • Workshop Ekonomi Kreatif 2025 Dorong Kemandirian Desa Prima

    Workshop Ekonomi Kreatif 2025 Dorong Kemandirian Desa Prima

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 456
    • 0Komentar

    BERAU – DPPKBP3A Kabupaten Berau kembali menghelat Workshop Ekonomi Kreatif Lanjutan LPLPP Tahun 2025, Senin, di ruang rapat utama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau. Program ini menjadi lanjutan dari komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas pelaku ekonomi kreatif agar lebih adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi di tengah perubahan ekonomi dan pola produksi yang kian […]

expand_less