Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DISKOMINFO BERAU » Dari Perhutanan Sosial hingga Produk Premium Single Origin

Dari Perhutanan Sosial hingga Produk Premium Single Origin

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
  • visibility 1.410
  • print Cetak

TANJUNG REDEB – Di tengah luasnya hamparan hutan alam yang masih mendominasi 75 persen daratan Berau, satu komoditas tumbuh menjadi penopang ekonomi hijau masyarakat: kakao. Tanaman yang awalnya dikembangkan secara tradisional di kampung-kampung ini kini menjelma menjadi produk unggulan yang tak hanya merambah pasar nasional, tetapi juga menarik perhatian pembeli internasional.

Pemerintah Kabupaten Berau menempatkan komoditas perkebunan ini sebagai bagian penting dari strategi pembangunan berkelanjutan. Komitmen tersebut berjalan beriringan dengan upaya menekan laju deforestasi serta mengoptimalkan skema perhutanan sosial yang kini menjadi salah satu yang paling progresif di Kalimantan Timur.

“Berau kini menjadi model pengelolaan perhutanan sosial di Kaltim. Dokumen Pembangunan Kawasan Terintegrasi (Integrated Area Development/IAD) yang kami susun adalah yang pertama di provinsi ini,” ujar Bupati Berau, Sri Juniarsih. Dokumen ini menjadi pijakan utama pemanfaatan kawasan perhutanan sosial seluas 98 ribu hektare agar tidak hanya lestari, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi warga sekitar hutan.

Salah satu bentuk pemanfaatan yang paling berhasil adalah pengembangan kakao rakyat. Dengan pendampingan pemerintah serta organisasi non-pemerintah, perkebunan kakao di kampung-kampung mampu mengakselerasi ekonomi warga tanpa mengorbankan tutupan hutan. “Kakao dari kebun rakyat kini sudah bisa masuk pasar nasional,” kata Sri, menegaskan pentingnya sektor ini dalam pembangunan wilayah.

Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini, menjelaskan bahwa pemerintah menerapkan strategi multi-lapis. Mulai dari pemetaan kawasan kakao, peningkatan produktivitas, peningkatan kualitas biji kakao, hingga memperluas jaringan kemitraan dan akses permodalan. Kampung Merasa tercatat sebagai salah satu sentra kakao lestari yang kini menjadi percontohan.

“Kami juga menyiapkan skema hilirisasi, promosi, dan pendampingan intensif agar petani mampu menghasilkan kakao berkualitas premium,” ujar Lita.

Transformasi kakao Merasa tak terlepas dari peran pelatihan Internal Controlling System (ICS). Irmaya Banaweng, petani kakao Merasa, menyebut pelatihan ini sebagai titik balik. “Kami jadi paham mengenai standar kualitas kakao mulai dari biji basah, kering, hingga fermentasi yang paling dicari pasar,” tuturnya.

Pengetahuan itu berkembang menjadi inovasi. Kelompok perempuan di Kampung Merasa mulai mengolah kakao fermentasi menjadi aneka produk makanan dan minuman. Sementara para petani menyusun standar budidaya agar biji kakao mereka mampu menembus pasar premium.

Hasilnya mengharumkan nama Berau. Pada 2021, kakao fermentasi Merasa dinobatkan sebagai salah satu dari delapan kakao berkarakter unik dan otentik dalam seleksi nasional menuju Cocoa of Excellence di Paris, Prancis. Pengakuan tersebut menjadi titik lompatan, membuka akses menuju industri cokelat artisan.

Dua tahun berselang, lahirlah Single Origin Cokelat Kampung Merasa 74 persen yang dikembangkan bersama Pipiltin Cocoa, salah satu produsen cokelat premium Indonesia. Produk turunan kakao fermentasi lainnya kini turut dipasarkan di kedai lokal dan menjadi buah tangan para wisatawan yang berkunjung.

Perjalanan kakao Merasa menunjukkan bahwa pengelolaan hutan yang bijak—dengan memberi ruang bagi masyarakat untuk mengelola lahan secara berkelanjutan—dapat melahirkan komoditas bernilai tinggi sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

Di tengah tuntutan global atas produk pertanian berkelanjutan, Berau telah menempatkan dirinya sebagai contoh bagaimana ekonomi kampung, pelestarian hutan, dan industri cokelat premium dapat berjalan seiring.(adv/yf)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Insiden Kapal Tabrak Jembatan, Dishub: Perbaikan Tanggung Jawab Pemilik

    Insiden Kapal Tabrak Jembatan, Dishub: Perbaikan Tanggung Jawab Pemilik

    • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 540
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kondisi jembatan Bujangga pasca ditabrak kapal BWT Sukses 010 Jakarta, cukup mengkhawatirkan masyarakat khususnya yang sering melewati jalur tersebut. Dinas Perhubungan (Dishub) Berau yang mendapatkan informasi ini langsung melakukan peninjauan lokasi melihat kondisi jembatan. “Untuk sementara kami mencoba koordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Balikpapan yang memiliki kewenangan urusan jembatan dan […]

  • YouTube Dinilai Belum Patuh Aturan Perlindungan Anak: Komdigi Beri Teguran Keras

    YouTube Dinilai Belum Patuh Aturan Perlindungan Anak: Komdigi Beri Teguran Keras

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Jakarta – Surat teguran resmi dilayangkan kepada Google setelah platform YouTube dinilai belum mematuhi aturan perlindungan anak dalam PP Tunas. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengambil langkah ini sebagai sinyal tegas bahwa pemerintah mulai bersikap keras terhadap platform digital yang abai regulasi. Teguran tersebut disampaikan langsung oleh Menkomdigi Meutya Hafid dalam konferensi pers […]

  • Intervensi Gizi di Berau: PMT Lokal untuk Ibu Hamil dan Balita

    Intervensi Gizi di Berau: PMT Lokal untuk Ibu Hamil dan Balita

    • calendar_month Selasa, 22 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 827
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb  – Pemerintah Kabupaten Berau terus mengintensifkan program pemberian makanan tambahan (PMT) sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting di wilayahnya. Program PMT, yang ditujukan untuk balita dan ibu hamil, berfokus pada peningkatan gizi dan kesehatan masyarakat, terutama mereka yang terindikasi mengalami stunting. Stunting masih menjadi persoalan serius di Indonesia, dan hal ini mendorong pemerintah […]

  • DPRD Berau Minta DLHK Rutin Lakukan Normalisasi Drainase Perkotaan

    DPRD Berau Minta DLHK Rutin Lakukan Normalisasi Drainase Perkotaan

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 503
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Berau, Vitalis Paulus Lette, meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau bersama instansi terkait untuk lebih rutin melaksanakan normalisasi drainase di wilayah perkotaan. Permintaan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir yang menyebabkan sejumlah titik rawan tergenang air. Vitalis menegaskan bahwa kondisi drainase […]

  • Dari Sajian Rumah ke Etalase Wisata: Kuliner Berau Maju Satu Langkah

    Dari Sajian Rumah ke Etalase Wisata: Kuliner Berau Maju Satu Langkah

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 386
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai motor ekonomi kreatif daerah, sekaligus menjadikan kuliner tradisional sebagai ikon budaya yang mampu menarik wisatawan. Melalui sentuhan inovasi, hidangan warisan leluhur tak lagi sekadar menu rumahan, tetapi berpotensi menjadi daya tarik wisata yang merepresentasikan karakter Berau. Bupati Berau, Sri […]

  • Bapenda Berau: Penjualan Miras Ilegal Tak Bisa Disetor ke PAD

    Bapenda Berau: Penjualan Miras Ilegal Tak Bisa Disetor ke PAD

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 285
    • 0Komentar

    BERAU – Peredaran minuman keras tanpa izin di Kabupaten Berau kembali disorot. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menegaskan, seluruh aktivitas penjualan miras ilegal tidak tercatat sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), termasuk yang diduga terjadi di Hotel Palmy. Kepala Bapenda Berau, Djupiansyah Ganie, menjelaskan bahwa lembaganya hanya dapat menarik pajak dari pelaku usaha yang memiliki legalitas […]

expand_less