Pemkab Berau Kucurkan Rp20 Miliar untuk Seragam Gratis, Batik Lokal Jadi Identitas Baru Sekolah
- account_circle redaksi Beraunews
- calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau kembali menegaskan keberpihakannya terhadap dunia pendidikan dengan menyiapkan anggaran besar untuk meringankan beban orang tua murid. Pada tahun anggaran 2026, Pemkab mengalokasikan dana sebesar Rp20 miliar melalui APBD untuk program pembagian seragam sekolah tanpa biaya.
Program ini menyasar peserta didik baru di seluruh satuan pendidikan jenjang TK, SD, hingga SMP. Setiap siswa akan memperoleh tiga set pakaian sekolah, meliputi seragam nasional, seragam pramuka, serta seragam batik khusus yang dirancang sebagai ciri khas daerah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Berau, Mardiatul Idalisah, menjelaskan bahwa seragam batik yang akan dibagikan tidak menggunakan motif umum seperti sebelumnya. Tahun ini, Disdik menghadirkan desain eksklusif bertema “Siap Didik” yang mengangkat unsur kearifan lokal Berau dan telah didaftarkan hak ciptanya secara resmi.
Menurut Mardiatul, desain tersebut merupakan bagian dari arahan Bupati Berau Sri Juniarsih Mas yang menginginkan identitas budaya daerah tampil dalam lingkungan pendidikan formal. Unsur tradisional dan filosofi lokal diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga siswa terhadap daerahnya sejak dini.
“Motifnya sudah final dan menjadi identitas tersendiri. Ini sesuai dengan keinginan Ibu Bupati agar sekolah juga menjadi ruang penguatan budaya lokal,” kata Mardiatul, Rabu (14/01/2026).
Selain fokus pada kualitas dan desain, Dinas Pendidikan juga menaruh perhatian serius terhadap pengawasan pelaksanaan program. Untuk memastikan anggaran digunakan secara transparan dan tepat sasaran, Disdik melibatkan aparat penegak hukum dalam proses pendampingan.
Kejaksaan dan Kepolisian akan dilibatkan sejak tahap perencanaan hingga distribusi seragam ke sekolah-sekolah. Pendampingan ini dilakukan untuk mencegah potensi penyimpangan serta memastikan seluruh bantuan diterima siswa secara utuh tanpa pungutan apa pun.
“Nilai anggarannya besar, jadi pengawasannya juga harus ketat. Kami ingin memastikan seragam benar-benar diterima siswa tanpa ada beban biaya tambahan,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Berau, Ali Syahbana, menyampaikan bahwa program seragam gratis tahun 2026 merupakan kelanjutan dan penguatan dari kebijakan yang mulai diterapkan pada APBD Perubahan 2025.
Pemkab, kata dia, berupaya menutup kekosongan bantuan pada jenjang pendidikan dasar yang belum terakomodasi program dari pemerintah provinsi.
Adapun terkait teknis pembagian, Disdik meminta orang tua siswa tidak khawatir jika anak belum mengenakan seragam lengkap di awal masuk sekolah. Proses pengukuran badan akan dilakukan terlebih dahulu setelah siswa resmi terdaftar, sehingga distribusi seragam menyesuaikan ukuran masing-masing.
“Kami beri kelonggaran sekitar satu bulan. Yang terpenting anak-anak bisa mulai belajar dengan nyaman sambil menunggu seragamnya selesai,” pungkas Ali.
- Penulis: redaksi Beraunews


Saat ini belum ada komentar