Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Gunung Panjang Dibayangi Krisis Sampah, Warga Minta Solusi Menyeluruh

Gunung Panjang Dibayangi Krisis Sampah, Warga Minta Solusi Menyeluruh

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
  • visibility 365
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANJUNG REDEB – Pemindahan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dari Jalan Padat Karya tak serta-merta meredakan persoalan klasik di Kelurahan Gunung Panjang, Kecamatan Tanjung Redeb. Langkah itu dinilai baru sebatas memindahkan titik masalah, bukan menyentuh akar persoalan tata kelola sampah yang selama ini dikeluhkan warga.

Isu tersebut mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Gunung Panjang untuk Tahun Anggaran 2027 yang digelar pada 12 Februari 2026. Dari 168 usulan masyarakat yang masuk, sebagian besar berkutat pada persoalan sampah mulai dari lokasi TPS, keterbatasan armada angkut, hingga pola pengelolaan yang belum terintegrasi.

Lurah Gunung Panjang, Sabaruddin, tak menampik bahwa sampah masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas. Menurut dia, koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah dilakukan, termasuk memindahkan TPS dari Jalan Padat Karya ke lokasi lain.

“Alhamdulillah, kami sudah berkoordinasi dengan DLH dan TPS tersebut telah dipindahkan. Namun, pemindahan ini belum menyelesaikan masalah, melainkan hanya mengalihkan persoalan ke lokasi lain. Ketika TPS dibangun di tempat baru, potensi munculnya masalah serupa tetap ada,” ujar Sabaruddin, Kamis, 12 Februari 2026.

Ia menyebut, persoalan sampah tak cukup diselesaikan dengan pendekatan reaktif. Tanpa perencanaan menyeluruh—mulai dari pengurangan di sumber, pemilahan, hingga sistem pengangkutan dan pengolahan akhir persoalan yang sama akan terus berulang setiap tahun dan kembali menjadi daftar usulan dalam Musrenbang berikutnya.

Sejumlah warga yang hadir dalam forum itu juga menyoroti dampak sosial dan lingkungan dari keberadaan TPS di kawasan permukiman. Selain bau menyengat, tumpukan sampah yang tak segera terangkut kerap memicu keluhan kesehatan dan menurunkan kenyamanan lingkungan.

Gunung Panjang merupakan salah satu kelurahan dengan kepadatan penduduk cukup tinggi di ibu kota Kabupaten Berau. Peningkatan aktivitas rumah tangga dan usaha kecil disebut turut berkontribusi pada volume sampah harian. Namun, peningkatan itu tak sepenuhnya diimbangi dengan sarana dan sistem pengelolaan yang memadai.

Sabaruddin berharap pemerintah daerah dapat merumuskan kebijakan strategis yang lebih komprehensif, khususnya untuk wilayah Kecamatan Tanjung Redeb. Ia menilai, diperlukan langkah konkret seperti penataan ulang titik TPS, penambahan armada angkut, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat mengenai pemilahan dan pengurangan sampah dari rumah.

“Yang kami harapkan adalah solusi menyeluruh untuk menyelesaikan permasalahan sampah, khususnya di Kecamatan Tanjung Redeb,” katanya.

Musrenbang tingkat kelurahan sejatinya menjadi ruang awal menyerap aspirasi masyarakat sebelum dibahas lebih lanjut di tingkat kecamatan dan kabupaten. Namun, dominasi isu sampah dalam forum tersebut menunjukkan bahwa persoalan ini belum menemukan jalan keluar yang berkelanjutan.

Jika tak segera dibenahi dengan pendekatan sistemik, pemindahan TPS dikhawatirkan hanya akan menjadi siklus tahunan: protes muncul, lokasi dipindah, lalu masalah yang sama kembali terulang.(*)

  • Penulis: redaksi Beraunews

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pondasi Retak, Jembatan Bujangga Terancam: Dishub Berau Akui Tak Berwenang Pasang Portal

    Pondasi Retak, Jembatan Bujangga Terancam: Dishub Berau Akui Tak Berwenang Pasang Portal

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 517
    • 0Komentar

    BERAU – Keretakan pada bagian pondasi Jembatan Bujangga, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, memicu keresahan warga. Jembatan yang menjadi jalur vital dengan intensitas lalu lintas tinggi itu kerap dilintasi kendaraan bertonase besar, terutama pada malam hari, sehingga dikhawatirkan memperparah kerusakan struktur. Namun, Dinas Perhubungan (Dishub) Berau menyatakan tidak memiliki kewenangan untuk melakukan pembatasan kendaraan […]

  • Berau Siapkan Proyek Besar Tangani Abrasi di Empat Pulau Strategis

    Berau Siapkan Proyek Besar Tangani Abrasi di Empat Pulau Strategis

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 378
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau berencana melakukan penanganan abrasi secara menyeluruh di empat pulau sekaligus pada tahun 2025. Keempat pulau yang masuk dalam daftar prioritas itu adalah Derawan, Maratua, Sambit, dan Balikukup—wilayah-wilayah pesisir yang memiliki nilai penting baik secara ekologis maupun pariwisata. Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengatakan […]

  • Prof. Zamroni Dianugerahi “Pemimpin Inspiratif” oleh PERMAPENDIS di Forum Internasional UNUJA

    Prof. Zamroni Dianugerahi “Pemimpin Inspiratif” oleh PERMAPENDIS di Forum Internasional UNUJA

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.046
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO, – Di tengah forum akademik bergengsi International Conference “The Future is Now: Reimagining Knowledge, Power, and Justice in A Changing World” yang digelar di Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Probolinggo, Sabtu (18/10/2025), Prof. Dr. Zamroni, M.Pd., Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, menerima penghargaan “Pemimpin Inspiratif” […]

  • PT BBA: Lahan Sengketa di Gunung Sari, Bukan Pandan Sari

    PT BBA: Lahan Sengketa di Gunung Sari, Bukan Pandan Sari

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 760
    • 0Komentar

    Segah — Konflik lahan antara PT Berau Bara Abadi (BBA) dan warga Kampung Pandan Sari, Kecamatan Segah, memasuki babak baru. Perusahaan tambang batu bara ini menegaskan bahwa lahan yang menjadi sumber perselisihan adalah bagian dari wilayah Gunung Sari, bukan Pandan Sari, sebagaimana diklaim oleh warga. Wanda Hatirindah, Kuasa Hukum PT BBA, menyatakan bahwa lahan tersebut […]

  • 123 Desa di Kaltara Masih Gelap, Pemerintah Kejar Elektrifikasi Wilayah Terisolasi

    123 Desa di Kaltara Masih Gelap, Pemerintah Kejar Elektrifikasi Wilayah Terisolasi

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 343
    • 0Komentar

    TANJUNG SELOR – Upaya pemerataan listrik di Kalimantan Utara kembali diuji oleh kerasnya kondisi geografis. Hingga awal 2026, sebanyak 123 desa di provinsi termuda Indonesia ini masih belum menikmati aliran listrik, sebagian besar berada di wilayah terpencil dan terisolasi. Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara kini memulai langkah konkret dengan melakukan survei lapangan ke […]

  • Perpres 81/2025: Pemkab Berau Siapkan Tunjangan Khusus untuk Dokter di Daerah Terpencil

    Perpres 81/2025: Pemkab Berau Siapkan Tunjangan Khusus untuk Dokter di Daerah Terpencil

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 555
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Pemkab Berau mengambil langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga medis yang bekerja di daerah-daerah yang sulit dijangkau. Langkah ini selaras dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 81 Tahun 2025 yang memberikan tunjangan khusus bagi dokter spesialis, subspesialis, dan dokter gigi yang bertugas di wilayah-wilayah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK). Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, […]

expand_less