Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DPRD Berau » Harga Batu Bara Melemah, DPRD Berau Ingatkan Beralih ke Sawit

Harga Batu Bara Melemah, DPRD Berau Ingatkan Beralih ke Sawit

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
  • visibility 402
  • print Cetak

TANJUNG REDEB- Penurunan harga batu bara di pasar global mulai memunculkan kekhawatiran baru bagi perekonomian Kabupaten Berau. Sejumlah perusahaan tambang disebut telah memberi sinyal kemungkinan melakukan pengurangan tenaga kerja jika tren negatif komoditas tersebut terus berlanjut.

Isyarat itu muncul dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara perusahaan tambang dan DPRD Berau beberapa hari lalu. Dalam pertemuan tersebut, beberapa perusahaan secara terbuka menyampaikan potensi efisiensi tenaga kerja apabila kondisi pasar tidak membaik.

Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, menilai situasi tersebut harus menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk segera menyiapkan strategi ekonomi yang tidak semata bertumpu pada sektor pertambangan.

Menurut dia, potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam skala besar harus diantisipasi sejak sekarang. Jika benar terjadi, gelombang PHK diperkirakan akan mendorong lonjakan angka pengangguran di daerah itu.

Subroto mengingatkan perusahaan agar tetap menempatkan tenaga kerja lokal sebagai prioritas apabila kebijakan pengurangan karyawan tidak dapat dihindari.

“Kalau nanti sampai terjadi PHK massal, perusahaan harus memastikan pekerja lokal tetap menjadi prioritas,” ujarnya.

Ia juga mendorong perusahaan memberi kesempatan peningkatan karier bagi pekerja lokal yang telah memiliki pengalaman kerja.

Menurutnya, pekerja di posisi dasar seperti helper atau karnet seharusnya bisa naik ke posisi operator apabila dinilai telah memenuhi kemampuan.

Langkah tersebut dinilai penting agar pekerja lokal memiliki peluang lebih besar untuk bertahan di tengah kebijakan efisiensi perusahaan.

“Jangan sampai pengurangan tenaga kerja justru lebih banyak mengenai pekerja lokal, sementara tenaga kerja dari luar daerah tetap dipertahankan,” kata Subroto.

Selain itu, ia menilai proporsi tenaga kerja lokal di sektor pertambangan masih dapat ditingkatkan. Saat ini, komposisinya diperkirakan berada di kisaran 60 persen. Ke depan, Subroto berharap angka tersebut bisa meningkat hingga 80 persen.

Dengan komposisi tersebut, dampak sosial dari kebijakan pengurangan tenaga kerja diharapkan tidak terlalu membebani masyarakat Berau.

Subroto juga menyoroti pola pikir masyarakat yang selama ini cenderung menjadikan sektor tambang sebagai pilihan utama pekerjaan. Padahal, menurut dia, masih banyak sektor lain yang memiliki peluang kerja cukup besar.

Salah satu sektor yang disebut memiliki kebutuhan tenaga kerja adalah perkebunan. Namun dalam praktiknya, perusahaan perkebunan justru kerap kesulitan mencari pekerja.

“Sekarang perusahaan kebun malah kesulitan mencari karyawan. Banyak yang menganggap kerja di sana kurang menarik dibanding tambang. Padahal pekerja dari luar daerah saja bisa bekerja di kebun, mestinya masyarakat lokal juga bisa melihat peluang itu,” ujarnya.

Lebih jauh, Subroto menilai pengembangan industri hilirisasi menjadi salah satu jalan keluar untuk memperkuat fondasi ekonomi Berau dalam jangka panjang.

Ia mencontohkan komoditas kelapa sawit yang produksinya cukup besar di daerah tersebut. Selama ini, ribuan ton minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) setiap hari dikirim keluar daerah tanpa melalui proses pengolahan lanjutan.

Menurutnya, jika Berau mampu membangun industri pengolahan sendiri, misalnya pabrik minyak goreng atau produk turunan sawit lainnya, maka nilai tambah ekonomi akan tercipta di daerah sekaligus membuka peluang kerja baru.

“Coba bayangkan kalau CPO itu tidak langsung keluar daerah, tetapi diolah dulu di Berau menjadi minyak goreng atau produk lain. Lapangan kerja yang tercipta bisa ribuan, bahkan berpotensi lebih besar dari sektor tambang,” ucapnya.

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah lebih serius mendorong pembangunan industri hilirisasi agar perekonomian Berau memiliki alternatif penggerak ketika sektor pertambangan tidak lagi menjadi penopang utama.

“DPRD sudah berulang kali menekankan bahwa hilirisasi harus menjadi agenda penting untuk masa depan ekonomi Berau,” tutupnya.

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meski Laris, Mie Gacoan Berau Belum Sumbang Pajak Daerah

    Meski Laris, Mie Gacoan Berau Belum Sumbang Pajak Daerah

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 3.079
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Meski telah beroperasi beberapa bulan dan menjadi salah satu tempat kuliner favorit warga Kabupaten Berau, rumah makan Mie Gacoan diketahui belum menyetorkan pajak daerah, termasuk pajak parkir. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau, Djupiansyah Ganie, membenarkan bahwa hingga kini belum ada setoran pajak dari franchise nasional tersebut. Namun, pihak Mie Gacoan disebut […]

  • Pj Gubernur Kaltim Bakal Cek Soal Batu Bara Tumpah ke Kementerian ESDM

    Pj Gubernur Kaltim Bakal Cek Soal Batu Bara Tumpah ke Kementerian ESDM

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 710
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Insiden sebuah tongkang bermuatan ribuan ton batubara yang terbalik di Sungai Mantaritip, pada Jumat (18/10/2024) malam lalu, yang diduga berpotensi menyebabkan pencemaran sungai, mendapat respon dari Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik. Ditemui Selasa (29/10/2024) sore, Pj Gubernur yang baru mengetahui informasi ini langsung menindaklanjuti, dengan mengecek ke Kementerian Energi Sumber Daya dan […]

  • 6 Kecamatan di Berau Jadi Target Program Gratis Rehabilitasi Mangrove 

    6 Kecamatan di Berau Jadi Target Program Gratis Rehabilitasi Mangrove 

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.023
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Setelah melakukan sosialisasi dan pemaparan program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) di Kabupaten Berau, 6 kecamatan menjadi lokasi indikatif bagi program ini. Dihubungi Kamis (28/11/2024), Kepala Kelompok Kerja Edukasi Sosialisasi BGRM RI, Suwignya Utama, membenarkan hal tersebut. Total luasan mangrove yang bakal mendapatkan program rehabilitasi gratis dari pemerintah pusat ini adalah 1.320 Ha. […]

  • Kopi Liberika Berau: Potensi Komoditas Unggulan untuk Pasar Internasional

    Kopi Liberika Berau: Potensi Komoditas Unggulan untuk Pasar Internasional

    • calendar_month Rabu, 13 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.315
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Selain cokelat, kopi menjadi komoditas pertanian kedua yang berpotensi besar untuk dikembangkan di Kabupaten Berau. Komoditas yang satu ini dianggap mampu memanfaatkan peluang pasar yang sama dengan cokelat Berau yang sudah menembus pasar internasional. Pjs Bupati Berau, Sufian Agus, mengungkapkan bahwa kopi Berau, khususnya jenis Liberika, memiliki rasa yang unik dan berpotensi […]

  • Berau Perkuat Hilirisasi Kelapa Dalam, Kampung Giring-Giring Siapkan Produksi Sabun

    Berau Perkuat Hilirisasi Kelapa Dalam, Kampung Giring-Giring Siapkan Produksi Sabun

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 478
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Upaya hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA) kembali diperkuat Pemerintah Kabupaten Berau. Di Kampung Giring-Giring, Kecamatan Biduk-Biduk, komoditas unggulan kelapa dalam kini tidak lagi sekadar dijual sebagai bahan mentah, tetapi mulai diolah menjadi produk sabun lokal berlabel La Bello. Melalui Badan Usaha Milik Kampung (BUMK), masyarakat Giring-Giring mulai membangun industri kecil berbasis komoditas […]

  • Perda Dinilai Tumpul, Pemuda Berau Desak DPRD Serius Berantas Miras Ilegal

    Perda Dinilai Tumpul, Pemuda Berau Desak DPRD Serius Berantas Miras Ilegal

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 236
    • 0Komentar

    BERAU — Suasana Gedung DPRD Kabupaten Berau memanas pada Selasa, 19 Mei 2026. Puluhan pemuda yang tergabung dalam Forum Generasi Muda Kabupaten Berau datang menggelar aksi dan dialog, menyoroti maraknya peredaran minuman keras ilegal yang mereka nilai kian liar di Bumi Batiwakkal. Mereka menuding akar persoalan berada pada lemahnya payung hukum yang saat ini berlaku, […]

expand_less