Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DPRD Berau » Harga Batu Bara Melemah, DPRD Berau Ingatkan Beralih ke Sawit

Harga Batu Bara Melemah, DPRD Berau Ingatkan Beralih ke Sawit

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
  • visibility 335
  • print Cetak

TANJUNG REDEB- Penurunan harga batu bara di pasar global mulai memunculkan kekhawatiran baru bagi perekonomian Kabupaten Berau. Sejumlah perusahaan tambang disebut telah memberi sinyal kemungkinan melakukan pengurangan tenaga kerja jika tren negatif komoditas tersebut terus berlanjut.

Isyarat itu muncul dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara perusahaan tambang dan DPRD Berau beberapa hari lalu. Dalam pertemuan tersebut, beberapa perusahaan secara terbuka menyampaikan potensi efisiensi tenaga kerja apabila kondisi pasar tidak membaik.

Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, menilai situasi tersebut harus menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk segera menyiapkan strategi ekonomi yang tidak semata bertumpu pada sektor pertambangan.

Menurut dia, potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam skala besar harus diantisipasi sejak sekarang. Jika benar terjadi, gelombang PHK diperkirakan akan mendorong lonjakan angka pengangguran di daerah itu.

Subroto mengingatkan perusahaan agar tetap menempatkan tenaga kerja lokal sebagai prioritas apabila kebijakan pengurangan karyawan tidak dapat dihindari.

“Kalau nanti sampai terjadi PHK massal, perusahaan harus memastikan pekerja lokal tetap menjadi prioritas,” ujarnya.

Ia juga mendorong perusahaan memberi kesempatan peningkatan karier bagi pekerja lokal yang telah memiliki pengalaman kerja.

Menurutnya, pekerja di posisi dasar seperti helper atau karnet seharusnya bisa naik ke posisi operator apabila dinilai telah memenuhi kemampuan.

Langkah tersebut dinilai penting agar pekerja lokal memiliki peluang lebih besar untuk bertahan di tengah kebijakan efisiensi perusahaan.

“Jangan sampai pengurangan tenaga kerja justru lebih banyak mengenai pekerja lokal, sementara tenaga kerja dari luar daerah tetap dipertahankan,” kata Subroto.

Selain itu, ia menilai proporsi tenaga kerja lokal di sektor pertambangan masih dapat ditingkatkan. Saat ini, komposisinya diperkirakan berada di kisaran 60 persen. Ke depan, Subroto berharap angka tersebut bisa meningkat hingga 80 persen.

Dengan komposisi tersebut, dampak sosial dari kebijakan pengurangan tenaga kerja diharapkan tidak terlalu membebani masyarakat Berau.

Subroto juga menyoroti pola pikir masyarakat yang selama ini cenderung menjadikan sektor tambang sebagai pilihan utama pekerjaan. Padahal, menurut dia, masih banyak sektor lain yang memiliki peluang kerja cukup besar.

Salah satu sektor yang disebut memiliki kebutuhan tenaga kerja adalah perkebunan. Namun dalam praktiknya, perusahaan perkebunan justru kerap kesulitan mencari pekerja.

“Sekarang perusahaan kebun malah kesulitan mencari karyawan. Banyak yang menganggap kerja di sana kurang menarik dibanding tambang. Padahal pekerja dari luar daerah saja bisa bekerja di kebun, mestinya masyarakat lokal juga bisa melihat peluang itu,” ujarnya.

Lebih jauh, Subroto menilai pengembangan industri hilirisasi menjadi salah satu jalan keluar untuk memperkuat fondasi ekonomi Berau dalam jangka panjang.

Ia mencontohkan komoditas kelapa sawit yang produksinya cukup besar di daerah tersebut. Selama ini, ribuan ton minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) setiap hari dikirim keluar daerah tanpa melalui proses pengolahan lanjutan.

Menurutnya, jika Berau mampu membangun industri pengolahan sendiri, misalnya pabrik minyak goreng atau produk turunan sawit lainnya, maka nilai tambah ekonomi akan tercipta di daerah sekaligus membuka peluang kerja baru.

“Coba bayangkan kalau CPO itu tidak langsung keluar daerah, tetapi diolah dulu di Berau menjadi minyak goreng atau produk lain. Lapangan kerja yang tercipta bisa ribuan, bahkan berpotensi lebih besar dari sektor tambang,” ucapnya.

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah lebih serius mendorong pembangunan industri hilirisasi agar perekonomian Berau memiliki alternatif penggerak ketika sektor pertambangan tidak lagi menjadi penopang utama.

“DPRD sudah berulang kali menekankan bahwa hilirisasi harus menjadi agenda penting untuk masa depan ekonomi Berau,” tutupnya.

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • OJK Minta Korban Penipuan Segera Melapor, Peluang Dana Kembali Lebih Besar

    OJK Minta Korban Penipuan Segera Melapor, Peluang Dana Kembali Lebih Besar

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 84
    • 0Komentar

    SAMARINDA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan penipuan di sektor keuangan melalui pembentukan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC). Pusat koordinasi yang dibentuk bersama anggota Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) itu berperan menangani laporan transaksi keuangan yang terindikasi sebagai tindak penipuan. Kepala OJK Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara […]

  • Stok Beras Melimpah, Bulog Sebut Aman Hingga 7 Bulan Kedepan

    Stok Beras Melimpah, Bulog Sebut Aman Hingga 7 Bulan Kedepan

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.388
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Stok Beras di Kabupaten Berau diklaim masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga tujuh bulan kedepan. Hal ini diketahui dari Bulog Berau yang merupakan penyedia stok salah satu kebutuhan utama tersebut. “Saat ini ada stok 500 ton lebih di gudang. Dan yang sedang on the way atau dalam perjalanan masuk ke Berau […]

  • ‎Dispora Minta Kampung Fokus pada Pembangunan Lapangan Sesuai Skala Kebutuhan

    ‎Dispora Minta Kampung Fokus pada Pembangunan Lapangan Sesuai Skala Kebutuhan

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 636
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pembangunan Lapangan Sepak Bola tingkat Kampung sebaiknya menggunakan anggaran dari Alokasi Dana Kampung (ADK). Hal itu disampaikan Kepala Dispora Berau, Amiruddin, menanggapi adanya usulan dari beberapa Kampung yang ingin membangun fasilitas olahraga. ‎Amiruddin menyampaikan, Dispora Berau hanya fokus melakukan pembangunan di tingkat ibu kota kecamatan, karena asetnya tercatat milik pemerintah kabupaten, sedangkan […]

  • Wendy Lie Jaya Buka Suara Soal Keluar dari Nasdem

    Wendy Lie Jaya Buka Suara Soal Keluar dari Nasdem

    • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 919
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Wendy Lie Jaya, mantan anggota DPRD Kabupaten Berau periode 2019-2024, tengah menjadi sorotan publik setelah memutuskan untuk keluar dari Partai Nasdem. Keputusan ini membuatnya dianggap oleh sebagian pihak sebagai pengkhianat atau bahkan sebagai “kutu loncat”. Namun, Wendy, yang kini lebih dikenal dengan sapaan akrabnya, memberikan penjelasan mendalam mengenai langkah politik yang diambilnya. […]

  • Rapat Pleno Nasional SMSI Akan Konsolidasikan Sikap dari Seluruh Daerah

    Rapat Pleno Nasional SMSI Akan Konsolidasikan Sikap dari Seluruh Daerah

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 780
    • 0Komentar

    Jakarta, 2 September 2025 – Bangsa Indonesia saat ini tengah menghadapi dinamika sosial dan politik yang cukup mengkhawatirkan. Aksi demonstrasi yang berlangsung di sejumlah daerah pada pekan kemarin tidak hanya menyuarakan aspirasi rakyat, tetapi juga sempat diwarnai kericuhan. Situasi ini menimbulkan kegelisahan di tengah masyarakat dan memerlukan sikap arif serta solutif dari seluruh elemen bangsa, […]

  • Terbatas Hingga 6 Desember, Belum Ada Pihak yang Ajukan PHPU di KPU Berau

    Terbatas Hingga 6 Desember, Belum Ada Pihak yang Ajukan PHPU di KPU Berau

    • calendar_month Kamis, 5 Des 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 784
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Berau menyampaikan bahwa hingga saat ini, Rabu (4/12/2024), belum ada pihak yang mengajukan permohonan terkait Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) pada Pilkada 2024. Hal ini diungkapkan oleh Ardimal, salah satu Komisioner KPU Berau, yang menjelaskan bahwa waktu untuk mengajukan PHPU masih terbuka hingga 6 Desember 2024, pukul 00.00 […]

expand_less