Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DPRD Berau » Harga Batu Bara Melemah, DPRD Berau Ingatkan Beralih ke Sawit

Harga Batu Bara Melemah, DPRD Berau Ingatkan Beralih ke Sawit

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANJUNG REDEB- Penurunan harga batu bara di pasar global mulai memunculkan kekhawatiran baru bagi perekonomian Kabupaten Berau. Sejumlah perusahaan tambang disebut telah memberi sinyal kemungkinan melakukan pengurangan tenaga kerja jika tren negatif komoditas tersebut terus berlanjut.

Isyarat itu muncul dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara perusahaan tambang dan DPRD Berau beberapa hari lalu. Dalam pertemuan tersebut, beberapa perusahaan secara terbuka menyampaikan potensi efisiensi tenaga kerja apabila kondisi pasar tidak membaik.

Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, menilai situasi tersebut harus menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk segera menyiapkan strategi ekonomi yang tidak semata bertumpu pada sektor pertambangan.

Menurut dia, potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam skala besar harus diantisipasi sejak sekarang. Jika benar terjadi, gelombang PHK diperkirakan akan mendorong lonjakan angka pengangguran di daerah itu.

Subroto mengingatkan perusahaan agar tetap menempatkan tenaga kerja lokal sebagai prioritas apabila kebijakan pengurangan karyawan tidak dapat dihindari.

“Kalau nanti sampai terjadi PHK massal, perusahaan harus memastikan pekerja lokal tetap menjadi prioritas,” ujarnya.

Ia juga mendorong perusahaan memberi kesempatan peningkatan karier bagi pekerja lokal yang telah memiliki pengalaman kerja.

Menurutnya, pekerja di posisi dasar seperti helper atau karnet seharusnya bisa naik ke posisi operator apabila dinilai telah memenuhi kemampuan.

Langkah tersebut dinilai penting agar pekerja lokal memiliki peluang lebih besar untuk bertahan di tengah kebijakan efisiensi perusahaan.

“Jangan sampai pengurangan tenaga kerja justru lebih banyak mengenai pekerja lokal, sementara tenaga kerja dari luar daerah tetap dipertahankan,” kata Subroto.

Selain itu, ia menilai proporsi tenaga kerja lokal di sektor pertambangan masih dapat ditingkatkan. Saat ini, komposisinya diperkirakan berada di kisaran 60 persen. Ke depan, Subroto berharap angka tersebut bisa meningkat hingga 80 persen.

Dengan komposisi tersebut, dampak sosial dari kebijakan pengurangan tenaga kerja diharapkan tidak terlalu membebani masyarakat Berau.

Subroto juga menyoroti pola pikir masyarakat yang selama ini cenderung menjadikan sektor tambang sebagai pilihan utama pekerjaan. Padahal, menurut dia, masih banyak sektor lain yang memiliki peluang kerja cukup besar.

Salah satu sektor yang disebut memiliki kebutuhan tenaga kerja adalah perkebunan. Namun dalam praktiknya, perusahaan perkebunan justru kerap kesulitan mencari pekerja.

“Sekarang perusahaan kebun malah kesulitan mencari karyawan. Banyak yang menganggap kerja di sana kurang menarik dibanding tambang. Padahal pekerja dari luar daerah saja bisa bekerja di kebun, mestinya masyarakat lokal juga bisa melihat peluang itu,” ujarnya.

Lebih jauh, Subroto menilai pengembangan industri hilirisasi menjadi salah satu jalan keluar untuk memperkuat fondasi ekonomi Berau dalam jangka panjang.

Ia mencontohkan komoditas kelapa sawit yang produksinya cukup besar di daerah tersebut. Selama ini, ribuan ton minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) setiap hari dikirim keluar daerah tanpa melalui proses pengolahan lanjutan.

Menurutnya, jika Berau mampu membangun industri pengolahan sendiri, misalnya pabrik minyak goreng atau produk turunan sawit lainnya, maka nilai tambah ekonomi akan tercipta di daerah sekaligus membuka peluang kerja baru.

“Coba bayangkan kalau CPO itu tidak langsung keluar daerah, tetapi diolah dulu di Berau menjadi minyak goreng atau produk lain. Lapangan kerja yang tercipta bisa ribuan, bahkan berpotensi lebih besar dari sektor tambang,” ucapnya.

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah lebih serius mendorong pembangunan industri hilirisasi agar perekonomian Berau memiliki alternatif penggerak ketika sektor pertambangan tidak lagi menjadi penopang utama.

“DPRD sudah berulang kali menekankan bahwa hilirisasi harus menjadi agenda penting untuk masa depan ekonomi Berau,” tutupnya.

  • Penulis: redaksi Beraunews

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan Ekonomi Kampung Kasai, SraGam Usung Program Baru yang Pro-Rakyat

    Tingkatkan Ekonomi Kampung Kasai, SraGam Usung Program Baru yang Pro-Rakyat

    • calendar_month Sabtu, 5 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 398
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Sri Juniarsih Mas dan Gamalis (SraGam), pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Berau nomor urut 2 , melanjutkan kampanye mereka pada Jumat (4/10/24) di Kecamatan Pulau Derawan. Kampanye ini dilaksanakan di tiga lokasi: Kampung Kasai, Kampung Teluk Semanting, dan Kampung Tanjung Batu. Kampanye dimulai di Kampung Kasai pada pukul 13.30 hingga 15.00 […]

  • Kecelakaan Kerja PT HPU Terjadi 10 Juli, Baru Dilaporkan ke Disnaker

    Kecelakaan Kerja PT HPU Terjadi 10 Juli, Baru Dilaporkan ke Disnaker

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 898
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Koordinator Pengawas Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Kalimantan Timur Wilayah Berau, Sab’an menegaskan, pihaknya baru mengetahui bahwa telah terjadi Kecelakaan Kerja di PT HPU. Sab’an menyebut, mendapat informasi pada Rabu 30 Juli kemarin. “Baru kemarin kami dapat informasi dari PT HPU,” ujarnya dikutip dari media zona.my.id. Ditegaskannya, pihak perusahaan membenarkan bahwa telah terjadi kecelakaan […]

  • Pentingnya Strategi Ketahanan Bahan Makanan Melalui Pertanian Berau

    Pentingnya Strategi Ketahanan Bahan Makanan Melalui Pertanian Berau

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 135
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Di pasar-pasar tradisional, beras lokal masih dibeli harian, ikan tangkap segar mengisi tambak dan dermaga, dan perkebunan tumbuh sebagai sumber pendapatan warga. Namun di balik aktivitas yang tampak stabil itu, ada satu hal yang terus disuarakan DPRD Berau: ketahanan pangan tidak boleh dianggap beres hanya karena stok hari ini terlihat aman. Anggota […]

  • Pelabuhan Berau Sudah Kondusif dan Guyub, APBMI Tuntut PT Mitra Samudera Kreasi Patuhi Komitmen Awal terhadap Kearifan Lokal

    Pelabuhan Berau Sudah Kondusif dan Guyub, APBMI Tuntut PT Mitra Samudera Kreasi Patuhi Komitmen Awal terhadap Kearifan Lokal

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Dewan Pengurus Cabang Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Kabupaten Berau menyatakan penolakan terhadap sosialisasi pengusahaan wilayah tertentu di perairan Muara Pantai yang dilakukan oleh PT Mitra Samudera Kreasi (MSK). Penolakan ini disampaikan melalui surat resmi tertanggal 12 Maret 2026. Dalam surat bernomor 007/DPC-APMI Berau/III/2026 itu, APBMI Berau menyebut sosialisasi yang difasilitasi […]

  • Legislatif Dorong Pemkab Berau Berpihak pada Sektor Pariwisata dengan Alokasi Anggaran Nyata

    Legislatif Dorong Pemkab Berau Berpihak pada Sektor Pariwisata dengan Alokasi Anggaran Nyata

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 240
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Alokasi anggaran minim untuk sektor pariwisata di Kabupaten Berau menuai kritik tajam dari kalangan legislatif. Dengan jumlah kegiatan dan program yang cukup banyak, namun hanya didukung dana terbatas, efektivitas pengembangan pariwisata daerah pun dipertanyakan. Anggota DPRD Berau, Sutami, secara tegas menyuarakan kekecewaannya terhadap rendahnya komitmen pemerintah daerah dalam mendukung sektor yang sejatinya […]

  • Sufian Agus Kunjungi Sekretariat MPAW: Mari Ciptakan Pilkada yang Damai

    Sufian Agus Kunjungi Sekretariat MPAW: Mari Ciptakan Pilkada yang Damai

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Pjs Bupati Berau, Sufian Agus kembali menyambangi Sekretariat Bersama (Sekber) Tim Pemenangan Madri Pani dan Agus Wahyudi (MPAW) di Jalan Ponegoro, pada Senin (7/10/2024). Sufian didampingi oleh Kepala Kesbangpol Berau, Salim mengatakan hal itu dilakukan karena beberapa waktu lalu tidak sempat menemui paslon Bupati dan Wakil Bupati Berau nomor urut 1 tersebut, […]

expand_less