Hydrant Kota Tanjung Redeb Perlu Peremajaan untuk Perkuat Penanganan Kebakaran
- account_circle admin
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 41
- comment 0 komentar
- print Cetak

TANJUNG REDEB — Fasilitas hydrant di wilayah perkotaan Tanjung Redeb dilaporkan tidak berfungsi. Kondisi ini menjadi perhatian Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kabupaten Berau karena hydrant merupakan salah satu sarana penting dalam penanganan kebakaran.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmatan Berau, Nofian Hidayat, mengatakan pengelolaan hydrant berada dalam kewenangan Disdamkarmatan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), bukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Perlu dipahami bahwa domain hydrant itu ada di Disdamkarmatan dan PUPR. Kondisinya saat ini, hydrant yang ada di dalam kota sama sekali tidak ada yang aktif dan tidak berfungsi dengan baik,” kata Nofian.
Menurut dia, kondisi berbeda justru ditemukan di beberapa wilayah pinggiran kota seperti Kecamatan Teluk Bayur dan Sambaliung. Hydrant di wilayah tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan terhubung langsung dengan jaringan pipa PDAM.
“Untuk di pinggiran kota seperti Teluk Bayur dan Sambaliung, hydrant-nya aktif, bagus, dan lancar. Keberadaannya sangat membantu dalam upaya pemadaman,” ujarnya.
Meski demikian, ia menilai pemanfaatan fasilitas tersebut masih belum optimal karena belum adanya kelompok masyarakat peduli kebakaran maupun pelatihan khusus bagi warga sekitar untuk mengoperasikan hydrant saat terjadi keadaan darurat.
Nofian juga mencontohkan sejumlah perusahaan swasta dan badan usaha milik negara di Berau yang telah memiliki sistem hydrant mandiri dengan kondisi yang baik.
“Kalau untuk hydrant mandiri di dalam area kantor seperti Berau Coal dan PLN, itu semua aktif dan kondisinya sangat bagus,” katanya.
Ia berharap kondisi hydrant di wilayah perkotaan Tanjung Redeb segera mendapat perhatian dari instansi terkait. Menurut dia, peremajaan dan perbaikan fasilitas tersebut penting dilakukan mengingat padatnya permukiman yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.(tnr)
- Penulis: admin
