Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Resor Milik WNA di Maratua Disegel, Langgar Izin Ruang Laut

Resor Milik WNA di Maratua Disegel, Langgar Izin Ruang Laut

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
  • visibility 335
  • print Cetak

TARAKAN – Sebuah resor milik warga negara asing (WNA) di Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, disegel oleh pemerintah karena diduga melanggar aturan pemanfaatan ruang laut. Penyegelan dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama tim dari Stasiun PSDKP Tarakan Jumat (10/4).

Resor yang disegel tersebut adalah milik PT Storm Diving Resort. Penyegelan dilakukan karena perusahaan tersebut tidak memiliki dokumen Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL), yang merupakan syarat wajib bagi setiap usaha yang memanfaatkan wilayah laut atau kawasan pesisir.

Direktur Jenderal PSDKP, Pung Nugroho Saksono, yang memimpin langsung kegiatan penyegelan mengatakan bahwa pelanggaran ini tidak bisa ditoleransi. Ia menegaskan bahwa setiap pelaku usaha harus mematuhi aturan perizinan yang berlaku sebelum membangun fasilitas di wilayah laut.

“Dokumen PKKPRL itu wajib bagi setiap usaha yang memanfaatkan ruang laut. Dari 16 resor yang sudah beroperasi di Pulau Maratua, hanya satu yang belum memenuhi syarat, yaitu PT Storm Diving Resort,” ujarnya pekan ini.

Pulau Maratua sendiri merupakan pulau kecil dengan luas sekitar 43,043 kilometer persegi dan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur. Karena statusnya sebagai pulau kecil, pengawasan terhadap pemanfaatan ruang laut di wilayah ini dilakukan secara ketat.

Menurut Pung Nugroho, resor tersebut merupakan investasi penanaman modal asing (PMA) asal China. Namun, pembangunan dilakukan di atas perairan tanpa mengantongi izin resmi, sehingga dinilai sebagai aktivitas ilegal.

Ia menegaskan bahwa langkah penyegelan ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam menegakkan hukum, khususnya di wilayah pulau-pulau kecil dan terluar Indonesia. Bahkan, dalam proses penyegelan, petugas juga memasang papan penghentian kegiatan serta mengibarkan bendera Merah Putih di lokasi.

“Kami tidak akan mentolerir pelanggaran seperti ini. Semua kegiatan usaha di lokasi harus dihentikan total sampai perizinan dilengkapi,” tegasnya.

PSDKP juga meminta pihak perusahaan segera menyelesaikan seluruh dokumen perizinan yang dibutuhkan. Jika tidak, pemerintah tidak menutup kemungkinan akan melakukan pembongkaran terhadap bangunan yang sudah terlanjur dibangun.

Sementara itu, Manajer PT Storm Diving Resort, Toni, mengakui bahwa pihaknya telah menjalankan kegiatan sejak tahun 2025. Namun, hingga saat ini perizinan PKKPRL belum dimiliki.

“Ya kami sudah sejak 2025 membuka resort ini, dan memang dan kita belum mengantongi izin PKKPRLnya, dengan ada penyegelan ini jadi catatan juga buat kami,” singkat dia.

Kemudian Melalui adanya penindakan terhadap resort yang menjalankan usaha di pulau yang banyak dikunjungi itu wisatawan asing dan lokal itu, PSDKP berharap berharap kerjasama pengusaha terutama masyarakat.

Dan dengan adanya kasus ini, pemerintah mengingatkan seluruh pelaku usaha, khususnya di sektor pariwisata bahari, agar mematuhi seluruh aturan yang berlaku sebelum melakukan pembangunan, terutama di wilayah pesisir dan laut yang memiliki regulasi ketat. (Lia)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keluhan Warga Soal Jalan Tak Beraspal, DPRD Berau Desak OPD Terkait

    Keluhan Warga Soal Jalan Tak Beraspal, DPRD Berau Desak OPD Terkait

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 528
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kondisi infrastruktur jalan di beberapa kampung di Kabupaten Berau yang belum memadai menjadi perhatian Anggota Komisi III DPRD Berau, Sakirman. Ia meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) agar segera mengakomodir keluhan masyarakat terkait jalan yang masih belum tersentuh pengaspalan. “Memang ada beberapa kampung yang belum […]

  • 74 SPPG di Kaltim Terdampak, Berau Hentikan Sementara Program MBG demi Standar Sanitasi

    74 SPPG di Kaltim Terdampak, Berau Hentikan Sementara Program MBG demi Standar Sanitasi

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 384
    • 0Komentar

    BERAU — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Berau dihentikan sementara sejak Senin, 6 April 2026. Penghentian ini dilakukan menyusul perbaikan sarana dan prasarana di sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kepala Dinas Pangan Berau yang juga tergabung dalam Satuan Tugas MBG, Rakhmadi Pasarakan, mengatakan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat Badan […]

  • ‎Maratua Dorong Peningkatan Jaringan Internet, Starlink Jadi Solusi yang Dipertimbangkan

    ‎Maratua Dorong Peningkatan Jaringan Internet, Starlink Jadi Solusi yang Dipertimbangkan

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.077
    • 0Komentar

    ‎MARATUA – Camat Maratua, Ariyanto, menegaskan bahwa peningkatan kualitas jaringan internet menjadi kebutuhan mendesak untuk mendukung pelayanan publik dan administrasi pemerintahan. ‎”Koneksi internet yang selama ini sering mengalami gangguan dinilai menghambat kinerja di tingkat kecamatan maupun kampung,” ujarnya. ‎Ia mengatakan bahwa layanan internet yang digunakan saat ini masih mengandalkan jaringan wifi yang sepenuhnya bergantung pada […]

  • Tekan Biaya Produksi, Pedagang Tahu Berau Kurangi Margin Tanpa Naikkan Harga

    Tekan Biaya Produksi, Pedagang Tahu Berau Kurangi Margin Tanpa Naikkan Harga

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 291
    • 0Komentar

    BERAU — Kenaikan harga kedelai mulai dirasakan pelaku usaha tahu dan tempe di Kabupaten Berau. Meski biaya produksi meningkat, sebagian pedagang memilih tidak menaikkan harga jual demi menjaga pelanggan. Trisno (40), penjual tahu gejrot di kawasan Jalan Hj Isa I, mengatakan harga bahan baku tahu mengalami kenaikan dari Rp500 menjadi Rp600 per biji. “Awalnya lima […]

  • Masih Pakai Korpri, Petugas Pemadam Dikebut ke Lokasi Kebakaran Samping SPBU Maluang

    Masih Pakai Korpri, Petugas Pemadam Dikebut ke Lokasi Kebakaran Samping SPBU Maluang

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.600
    • 0Komentar

    Gunung Tabur – Kebakaran hebat melanda area PT Jasin yang berada tepat di samping SPBU Maluang, Kampung Maluang, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, pada Senin pagi, 21 April 2025. Peristiwa tersebut sontak memicu kepanikan di antara warga yang tengah mengantre bahan bakar di SPBU tersebut. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, membenarkan […]

  • Peran Swasta Turunkan Stunting

    Peran Swasta Turunkan Stunting

    • calendar_month Senin, 2 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 402
    • 0Komentar

    (2/10/2023)  Beraunews — Kasus stunting di Kabupaten Berau masih cukup tinggi. Dan menjadi PR besar bagi Pemkab Berau. Meskipun di tahun 2022 terjadi penurunan kasus mencapai 4,1 persen. Wakil Ketua I DPRD Berau, Syarifatul Syadiah mengatakan, penanganan kasus stunting adalah tanggungjawab bersama. Tidak hanya Eksekutif atau seluruh OPD teknis pemerintah, tapi juga anggota DPRD Berau […]

expand_less