Dinas Perikanan Berau Tegas: Penampung Dilarang Beli Ikan Hasil Setruman
- account_circle admin
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

BERAU — Dinas Perikanan Kabupaten Berau memilih mengedepankan pendekatan edukasi dan pembinaan dalam upaya menekan praktik penangkapan ikan ilegal, khususnya dengan metode penyetruman di perairan sungai.
Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid, mengatakan pemerintah memiliki tanggung jawab memberi pemahaman kepada nelayan tentang dampak penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan. Menurut dia, langkah penindakan tidak serta-merta dilakukan tanpa proses pembinaan.
“Pendekatannya bertahap. Kami berikan peringatan terlebih dahulu, tidak langsung penindakan hukum. Edukasi menjadi prioritas,” kata Majid.
Ia menjelaskan, mekanisme yang diterapkan berupa pemberian Surat Peringatan (SP) hingga tiga kali. Jika pelanggaran tetap terjadi setelah peringatan tersebut, barulah proses hukum ditempuh.
Data Bidang Pemberdayaan dan Pengawasan menunjukkan, sepanjang satu tahun terakhir tim pengawas melakukan patroli rutin di sejumlah wilayah perairan. Dari kegiatan itu, sejumlah kapal nelayan tercatat menerima peringatan awal karena terindikasi melanggar aturan penangkapan.
Pengawasan dilakukan di berbagai titik yang memiliki potensi tangkapan tinggi, termasuk wilayah Segah hingga kawasan muara. Dalam praktiknya, tim pengawas tidak selalu menggunakan armada resmi. Cara ini dilakukan untuk menghindari kebocoran informasi di lapangan.
“Kadang kami turun menggunakan perahu kecil seperti nelayan biasa. Tujuannya agar pengawasan lebih efektif,” ujar Majid.
Selain menyasar nelayan, dinas juga mulai mengingatkan para penampung ikan agar tidak menerima hasil tangkapan ilegal. Upaya ini dilakukan untuk memutus rantai distribusi sekaligus menekan praktik penyetruman dari hulu ke hilir.
Majid menegaskan, praktik setrum ikan tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga merusak ekosistem perairan karena mematikan ikan-ikan kecil yang belum sempat berkembang biak.
“Kalau dibiarkan, dampaknya bukan hanya sekarang, tetapi juga bagi keberlanjutan sumber daya ikan ke depan,” kata dia. (tnr)
- Penulis: admin
