Akses Long Duhung–Long Keluh Terputus, Penanganan Darurat Libatkan Swasta
- account_circle admin
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 35
- comment 0 komentar
- print Cetak

BERAU – Akses jalan di wilayah Hulu Kelay dilaporkan terputus sejak sepekan terakhir. Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau bergerak cepat dengan menggandeng pihak swasta untuk melakukan penanganan darurat.
Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, menyampaikan bahwa kerusakan jalan diperkirakan terjadi pada pekan lalu. Titik jalan yang terputus berada di jalur antara Kampung Long Duhung dan Kampung Long Keluh.
“Selasa kemarin tim kami sudah turun ke lokasi untuk mengecek kondisi jalan yang putus, sekaligus memantau dua jembatan bailey yang sebelumnya telah dipasang di wilayah tersebut,” ujar Junaidi saat dikonfirmasi, Jumat (17/4/2026).
Ia menjelaskan, penanganan sementara kini sudah mulai dilakukan di lapangan. Berdasarkan hasil pemantauan, perusahaan di sekitar lokasi telah menyiagakan alat berat seperti ekskavator dan bulldozer, serta memanfaatkan batang kayu sebagai langkah awal agar akses bisa segera dilalui.
DPUPR juga telah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Kelay untuk menawarkan dukungan material berupa pipa baja bergelombang (Aramco).
“Kami menawarkan kolaborasi, di mana DPUPR menyiapkan pipa Aramco dari Tanjung Redeb, sementara pihak perusahaan membantu mobilisasi, pemasangan, hingga penimbunan,” jelasnya.
Namun, berdasarkan informasi terbaru dari kecamatan, perusahaan setempat menyatakan siap menangani kerusakan tersebut secara mandiri agar proses perbaikan dapat berlangsung lebih cepat tanpa harus menunggu distribusi material dari ibu kota kabupaten.
Meski saat ini penanganan dilakukan secara darurat oleh pihak swasta, Junaidi menegaskan bahwa ruas jalan tersebut telah masuk dalam rencana pembangunan pemerintah tahun ini. Jalur tersebut merupakan bagian dari proyek rehabilitasi jalan dari Baturajang menuju Long Lamcin.
“Tahun ini memang ada pekerjaan fisik di lokasi tersebut, namun masih dalam tahap perencanaan dan belum berkontrak. Jika sudah berjalan, kondisi jalan ini akan kami tangani secara permanen,” tambahnya.
Terkait pembiayaan penanganan darurat, ia menegaskan tidak ada anggaran konstruksi khusus yang dikeluarkan pemerintah daerah. Penanganan saat ini sepenuhnya merupakan kontribusi pihak swasta melalui penyediaan alat berat dan pemanfaatan material di lokasi.
“Ini menjadi perhatian bersama antara pemerintah daerah, pihak swasta, dan masyarakat. Yang utama adalah memastikan penanganan cepat agar aktivitas masyarakat tidak terganggu,” pungkasnya. (tnr)
- Penulis: admin
