Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekobis » Tekan Biaya Produksi, Pedagang Tahu Berau Kurangi Margin Tanpa Naikkan Harga

Tekan Biaya Produksi, Pedagang Tahu Berau Kurangi Margin Tanpa Naikkan Harga

  • account_circle admin
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BERAU — Kenaikan harga kedelai mulai dirasakan pelaku usaha tahu dan tempe di Kabupaten Berau. Meski biaya produksi meningkat, sebagian pedagang memilih tidak menaikkan harga jual demi menjaga pelanggan.

Trisno (40), penjual tahu gejrot di kawasan Jalan Hj Isa I, mengatakan harga bahan baku tahu mengalami kenaikan dari Rp500 menjadi Rp600 per biji.

“Awalnya lima ratus, sekarang jadi enam ratus rupiah per biji,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Kendati demikian, ia mengaku tetap mempertahankan harga jual. Menurutnya, penurunan pendapatan menjadi risiko yang harus diambil agar kualitas dan kepuasan pelanggan tetap terjaga.

“Tidak kami naikkan, kami yang mengurangi pendapatan. Porsi tetap penuh, tidak dikurangi. Komposisi juga tetap, cabai bebas,” katanya.

Harga tahu gejrot yang dijualnya masih berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per porsi. Ia menilai, menjaga kualitas, kuantitas, dan rasa menjadi kunci agar pelanggan tidak beralih.

“Kalau dikurangi, pembeli bisa kecewa. Jadi kualitas tetap kami jaga meski keuntungan menurun,” tambahnya.

Trisno mengakui omzetnya sempat turun, namun tidak terlalu signifikan. “Sedikit menurun, tapi yang penting pelanggan tetap ada,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Iqbal (24), pelaku usaha fermentasi tempe sekaligus penjual tahu dan tempe di Pasar Manunggal. Ia menyebut harga jual produknya masih tetap, meskipun harga kedelai dari agen mengalami kenaikan.

“Harga jual tetap, tapi kami kurangi kedelainya. Yang biasanya 200 gram jadi 180 gram,” ucapnya.

Ia menjelaskan, harga produk yang dijual cukup bervariasi. Tempe dijual mulai Rp5.000 per bungkus hingga Rp10.000 untuk beberapa bungkus, sedangkan tahu dijual Rp4.000 per bungkus dan Rp10.000 untuk tiga bungkus yang masing-masing berisi empat potong.

Iqbal menambahkan, kedelai yang digunakan merupakan kedelai impor dengan harga sekitar Rp600 ribu per karung, naik dari sebelumnya Rp550 ribu. Kondisi ini memaksa pedagang menyesuaikan produksi.

“Harga tetap, tapi bahan baku yang dikurangi,” katanya.

Mengutip Antaranews, kenaikan harga kedelai mulai terasa sejak Februari hingga Ramadan 2026 dan berlanjut sampai April. Lonjakan ini dipicu oleh faktor global, termasuk ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta pelemahan nilai tukar rupiah.

Akibatnya, harga kedelai impor mencapai kisaran Rp11.000 per kilogram. Banyak perajin tahu dan tempe di berbagai daerah pun harus memilih antara mengurangi ukuran produk atau menaikkan harga jual.

Di tengah kondisi tersebut, pedagang di Berau berharap harga kedelai segera stabil agar usaha tetap berjalan tanpa harus mengorbankan kualitas maupun pelanggan. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cetak Sawah Berau Diperluas, Produksi Pangan Digenjot

    Cetak Sawah Berau Diperluas, Produksi Pangan Digenjot

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 102
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Pemerintah Kabupaten Berau menggelar tanam padi serentak di lokasi cetak sawah rakyat (CSR) di Kampung Labanan Jaya, Kamis, 9 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang dilaksanakan serempak di berbagai daerah di Indonesia. Wakil Bupati Berau, Gamalis, hadir bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kegiatan tersebut juga diikuti […]

  • Pemkab Berau dan YKAN Tandatangani Kesepakatan Pengelolaan SDA dan Pembangunan Berkelanjutan

    Pemkab Berau dan YKAN Tandatangani Kesepakatan Pengelolaan SDA dan Pembangunan Berkelanjutan

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.208
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan pentingnya kerja sama strategis antara Pemerintah Kabupaten Berau dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA) serta pelaksanaan pembangunan berkelanjutan melalui penandatanganan nota kesepakatan menuju visi “Berau Maju, Berkelanjutan, Makmur, dan Sejahtera” periode 2025–2030, pada Senin (13/10). Bupati Berau menjelaskan, kerja sama […]

  • Tingkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat, Pemkab Berau Luncurkan Akses Layanan Darurat 112

    Tingkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat, Pemkab Berau Luncurkan Akses Layanan Darurat 112

    • calendar_month Rabu, 4 Des 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 580
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Layanan darurat 112 yang diluncurkan pada 2016 kini kembali mendapat perhatian penting di Kabupaten Berau. Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau menggelar evaluasi penggunaan layanan ini bersama Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia di Ruang Sangalaki, Tanjung Redeb, pada Rabu, 4 Desember 2024. Layanan darurat […]

  • IKN Ramai Dikunjungi Saat Lebaran, Puluhan Ribu Kendaraan Padati Kawasan Nusantara

    IKN Ramai Dikunjungi Saat Lebaran, Puluhan Ribu Kendaraan Padati Kawasan Nusantara

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Nusantara – Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) masih menjadi magnet kunjungan masyarakat selama libur Lebaran 2026. Hingga Selasa (24/3/2026), tercatat sebanyak 143.126 pengunjung dan 30.544 kendaraan memasuki kawasan tersebut. Berdasarkan informasi dari Humas Otorita IKN, tingginya kunjungan didukung oleh semakin lengkapnya fasilitas serta beragam aktivitas yang tersedia, mulai dari ruang publik, pusat informasi, hingga wisata […]

  • Masa Depan Anak Dipertaruhkan, Demi Ekonomi di Berau

    Masa Depan Anak Dipertaruhkan, Demi Ekonomi di Berau

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 347
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Deretan lampu di kawasan wisata kuliner Tepian Teratai, Kabupaten Berau, tak hanya memantulkan gemerlap malam. Di sela hiruk-pikuk pengunjung, anak-anak di bawah umur terlihat menawarkan dagangan dari meja ke meja. Fenomena yang kian marak ini memantik keprihatinan: ketika malam semestinya menjadi waktu belajar dan beristirahat, sebagian anak justru bekerja hingga larut. Wardi, […]

  • Keluhan Warga Soal Jalan Tak Beraspal, DPRD Berau Desak OPD Terkait

    Keluhan Warga Soal Jalan Tak Beraspal, DPRD Berau Desak OPD Terkait

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 384
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kondisi infrastruktur jalan di beberapa kampung di Kabupaten Berau yang belum memadai menjadi perhatian Anggota Komisi III DPRD Berau, Sakirman. Ia meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) agar segera mengakomodir keluhan masyarakat terkait jalan yang masih belum tersentuh pengaspalan. “Memang ada beberapa kampung yang belum […]

expand_less