Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekobis » Tekan Biaya Produksi, Pedagang Tahu Berau Kurangi Margin Tanpa Naikkan Harga

Tekan Biaya Produksi, Pedagang Tahu Berau Kurangi Margin Tanpa Naikkan Harga

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
  • visibility 382
  • print Cetak

BERAU — Kenaikan harga kedelai mulai dirasakan pelaku usaha tahu dan tempe di Kabupaten Berau. Meski biaya produksi meningkat, sebagian pedagang memilih tidak menaikkan harga jual demi menjaga pelanggan.

Trisno (40), penjual tahu gejrot di kawasan Jalan Hj Isa I, mengatakan harga bahan baku tahu mengalami kenaikan dari Rp500 menjadi Rp600 per biji.

“Awalnya lima ratus, sekarang jadi enam ratus rupiah per biji,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Kendati demikian, ia mengaku tetap mempertahankan harga jual. Menurutnya, penurunan pendapatan menjadi risiko yang harus diambil agar kualitas dan kepuasan pelanggan tetap terjaga.

“Tidak kami naikkan, kami yang mengurangi pendapatan. Porsi tetap penuh, tidak dikurangi. Komposisi juga tetap, cabai bebas,” katanya.

Harga tahu gejrot yang dijualnya masih berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per porsi. Ia menilai, menjaga kualitas, kuantitas, dan rasa menjadi kunci agar pelanggan tidak beralih.

“Kalau dikurangi, pembeli bisa kecewa. Jadi kualitas tetap kami jaga meski keuntungan menurun,” tambahnya.

Trisno mengakui omzetnya sempat turun, namun tidak terlalu signifikan. “Sedikit menurun, tapi yang penting pelanggan tetap ada,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Iqbal (24), pelaku usaha fermentasi tempe sekaligus penjual tahu dan tempe di Pasar Manunggal. Ia menyebut harga jual produknya masih tetap, meskipun harga kedelai dari agen mengalami kenaikan.

“Harga jual tetap, tapi kami kurangi kedelainya. Yang biasanya 200 gram jadi 180 gram,” ucapnya.

Ia menjelaskan, harga produk yang dijual cukup bervariasi. Tempe dijual mulai Rp5.000 per bungkus hingga Rp10.000 untuk beberapa bungkus, sedangkan tahu dijual Rp4.000 per bungkus dan Rp10.000 untuk tiga bungkus yang masing-masing berisi empat potong.

Iqbal menambahkan, kedelai yang digunakan merupakan kedelai impor dengan harga sekitar Rp600 ribu per karung, naik dari sebelumnya Rp550 ribu. Kondisi ini memaksa pedagang menyesuaikan produksi.

“Harga tetap, tapi bahan baku yang dikurangi,” katanya.

Mengutip Antaranews, kenaikan harga kedelai mulai terasa sejak Februari hingga Ramadan 2026 dan berlanjut sampai April. Lonjakan ini dipicu oleh faktor global, termasuk ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta pelemahan nilai tukar rupiah.

Akibatnya, harga kedelai impor mencapai kisaran Rp11.000 per kilogram. Banyak perajin tahu dan tempe di berbagai daerah pun harus memilih antara mengurangi ukuran produk atau menaikkan harga jual.

Di tengah kondisi tersebut, pedagang di Berau berharap harga kedelai segera stabil agar usaha tetap berjalan tanpa harus mengorbankan kualitas maupun pelanggan. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • PODSI Berau Tancap Gas Menuju Pra Porprov, Adji Awang Idris Terpilih Nahkodai Dayung Bumi Batiwakkal

    PODSI Berau Tancap Gas Menuju Pra Porprov, Adji Awang Idris Terpilih Nahkodai Dayung Bumi Batiwakkal

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 672
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kepengurusan baru Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Berau resmi terbentuk. Dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) yang digelar pada Rabu, 30 Juli 2025, di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau, Adji Awang Idris terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PODSI Berau. Sementara posisi Ketua Harian kini diemban oleh Aji Norbek […]

  • Belajar dari Sumatera, DPRD Berau Minta Pemerintah Perkuat Sistem Kesiapsiagaan Bencana

    Belajar dari Sumatera, DPRD Berau Minta Pemerintah Perkuat Sistem Kesiapsiagaan Bencana

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 530
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, meminta Pemerintah Kabupaten Berau meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana dengan belajar dari sejumlah kejadian bencana yang terjadi di wilayah Sumatera beberapa waktu terakhir. Elita menuturkan bahwa berbagai bencana alam seperti banjir bandang, tanah longsor, serta cuaca ekstrem yang melanda beberapa daerah di Sumatera harus menjadi […]

  • Milenial Tanya, Madri Pani Jawab: Pengembangan Bakat dan Tenaga Kerja Jadi Prioritas

    Milenial Tanya, Madri Pani Jawab: Pengembangan Bakat dan Tenaga Kerja Jadi Prioritas

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 764
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Ratusan milenial dan gen Z hadir dalam acara tatap muka bersama Madri Pani dan Agus Wahyudi (MPAW) di Dapur Teras, Jalan Ponegoro, Tanjung Redeb, Selasa (8/10/2024) malam. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kampanye MPAW menjelang Pilkada 2024. Kegiatan itu dihadiri sejumlah tokoh politik dari partai pengusung dan tim pemenangan MPAW. Dalam kegiatan […]

  • 309 Rumah Segera Direhab!

    309 Rumah Segera Direhab!

    • calendar_month Selasa, 3 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 602
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Salah satu program Pemkab Berau yang juga menjadi prioritas Bupati Berau Sri Juniarsih dan Wabup Gamalis, adalah program Rumah Layak Huni (RLH) yang disalurkan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Berau, hingga kini terus berproses. Dihubungi Selasa (3/9/2024) siang, Pejabat Fungsional Pelaksana Pranata Izin Tinggal Disperkim Berau, Yulius LW mengatakan jika […]

  • Pembangunan Harus Merata

    Pembangunan Harus Merata

    • calendar_month Selasa, 14 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 308
    • 0Komentar

    (14/11/2023)  Beraunews.id, Tanjung Redeb — Anggota DPRD Berau Darlena meminta Pemkab Berau untuk melakukan pemerataan pembangunan. Pembangunan tidak hanya terpusat di kota, tapi juga di seluruh wilayah kecamatan terjauh. APBD 2024 Berau disepakati sebesar Rp 4,7 triliun. Anggaran tersebut cukup untuk membangun kampung menjadi lebih baik lagi. Darlena mengatakan, fraksi Nasdem kerap memberikan catatan dalam […]

  • Lima Bangunan Usaha di Atas Aset Pemkot Samarinda Diratakan Satpol PP

    Lima Bangunan Usaha di Atas Aset Pemkot Samarinda Diratakan Satpol PP

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 250
    • 0Komentar

    SAMARINDA — Lima bangunan liar yang berdiri di atas lahan milik Pemerintah Kota Samarinda di Jalan Kapten Soedjono RT 12, Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, akhirnya dibongkar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda, Selasa, 12 Mei 2026. Penertiban dilakukan setelah berbagai upaya persuasif dan surat peringatan yang dilayangkan pemerintah tak kunjung diindahkan para […]

expand_less