Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Tanpa Penangkaran, Setiap Buaya yang Ditangkap di Berau Wajib Dikembalikan ke Alam Liar

Tanpa Penangkaran, Setiap Buaya yang Ditangkap di Berau Wajib Dikembalikan ke Alam Liar

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
  • visibility 171
  • print Cetak

BERAU – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau kian sering berhadapan dengan buaya yang muncul di tengah permukiman warga. Reptil besar itu dinilai membahayakan, namun setiap ekor yang berhasil diamankan tak boleh dimusnahkan. Statusnya sebagai satwa dilindungi membuat buaya-buaya tersebut wajib dikembalikan ke habitat alaminya, sejauh mungkin dari aktivitas manusia.

Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan, memaparkan bahwa dalam beberapa pekan terakhir laporan kemunculan buaya meningkat tajam. Bukan hanya di badan sungai, hewan pemangsa itu kini kerap ditemukan di gorong-gorong dan saluran drainase yang menempel dengan kawasan hunian.

Salah satu laporan terbaru, kata dia, menyebut seekor buaya terlihat masuk ke gorong-gorong di sekitar permukiman. Upaya penangkapan belum membuahkan hasil karena hewan tersebut bergerak makin jauh ke dalam saluran.

Menurut Rakhmadi, situasi ini mengkhawatirkan lantaran banyak gorong-gorong di lingkungan warga dibiarkan terbuka sehingga mudah menjadi tempat persembunyian buaya. Risiko terbesar mengancam kelompok rentan yang tak menyadari keberadaan hewan itu di bawah kaki mereka.

“Yang dikhawatirkan itu anak-anak atau warga yang tidak tahu ada buaya di dalam saluran,” ujarnya pada Jumat (15/05/2026).

Ia menjelaskan, kemunculan buaya tak lagi terbatas di Sungai Segah dan Sungai Kelay yang selama ini dikenal sebagai habitat utama satwa tersebut. Disdamkarmat juga menerima laporan penampakan buaya di kawasan Pulau Panjang, wilayah yang dinilai cukup jauh dari aliran sungai besar.

“Artinya pergerakan buaya sudah semakin jauh mendekati aktivitas masyarakat,” kata Rakhmadi.

Di tengah meningkatnya interaksi buaya dengan warga, ruang gerak petugas di lapangan sejatinya terbatas. Meski berpotensi mengancam keselamatan, buaya yang tertangkap tidak boleh dibunuh karena termasuk satwa yang dilindungi negara. Setiap ekor yang berhasil dievakuasi harus dikembalikan ke alam, dengan mempertimbangkan jarak aman dari permukiman.

“Begitu ada tangkapan buaya, kami harus mencari lokasi pelepasan yang aman dan jauh dari warga. Itu juga menjadi tantangan bagi kami,” jelasnya.

Penentuan titik pelepasan biasanya mengandalkan informasi dari aparat kampung yang memahami wilayah-wilayah yang masih menjadi habitat alami buaya. Lokasinya umumnya berupa rawa, sungai terpencil, atau kawasan perairan yang minim aktivitas manusia.

Rakhmadi menuturkan, pelepasliaran bukan pekerjaan ringan. Membawa buaya ke lokasi yang jauh dari permukiman membutuhkan personel, logistik, dan biaya tambahan. Meski demikian, langkah itu tetap ditempuh sebagai kompromi antara perlindungan satwa liar dan upaya menjaga keselamatan warga.

Hingga kini, Berau belum memiliki fasilitas penangkaran khusus untuk menampung buaya hasil evakuasi. Ketiadaan sarana itu membuat Disdamkarmat praktis hanya punya satu opsi penanganan: mengembalikan buaya ke alam bebas.

“Kalau ada penangkaran tentu akan membantu, karena selama ini setelah ditangkap buaya tetap harus dilepas kembali ke habitatnya,” pungkas Rakhmadi. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Imlek, Harga Kebutuhan Pokok Kian Menjerit. Warga Minta Pemkab Tekan Inflasi

    Jelang Imlek, Harga Kebutuhan Pokok Kian Menjerit. Warga Minta Pemkab Tekan Inflasi

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 862
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Menjelang perayaan Imlek, sejumlah bahan kebutuhan pokok mengalami lonjakan harga yang signifikan di pasaran. Di antaranya, harga ayam potong yang mencapai Rp39.000 hingga Rp40.000 per kilogram, cabai tiung yang melambung hingga Rp150.000 hingga Rp180.000 per kilogram, serta bawang merah dan bawang putih yang masing-masing dijual dengan harga sekitar Rp48.000 per kilogram. Selain itu, […]

  • Seorang Warga Diduga Terjangkit Mpox, Dinkes Berau Bantah: Itu Cacar Air

    Seorang Warga Diduga Terjangkit Mpox, Dinkes Berau Bantah: Itu Cacar Air

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 712
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb- Beberapa hari belakangan, beredar kabar seorang warga di Berau diduga terjangkit penyakit menular cacar monyet alias Monkey Pox (Mpox). Informasi itu tersebar dari pesan WhatsApp, namun tidak menyebutkan secara jelas identitas maupun kondisi warga yang terduga terpapar mpox tersebut. Dari pesan yang beredar, disebutkan bahwa warga tersebut mengalami beberapa gejala seperti demam dan […]

  • Dinosaurus 'Hidup Kembali' di Lapas Nunukan!

    Dinosaurus ‘Hidup Kembali’ di Lapas Nunukan!

    • calendar_month Minggu, 14 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 800
    • 0Komentar

    Beraunews.id, Nunukan — Dua telur raksasa yang mengejutkan banyak orang ditemukan menetas di Lapas Nunukan, tepatnya di tanah lapang kawasan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Namun, jangan khawatir, telur-telur yang jumlahnya sebanyak 4 butir dan 2 telah menetas dan mengeluarkan 2 ekor anak dinosaurus tersebut hanyalah patung replika yang dibuat pihak Lapas Nunukan. Inovasi tak […]

  • Budaya Melalui Gelaran Abutta Banua Harus Dilestarikan

    Budaya Melalui Gelaran Abutta Banua Harus Dilestarikan

    • calendar_month Senin, 20 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 584
    • 0Komentar

    (20/11/2023) Beraunews.id, Tanjung Redeb — Gelaran Abutta Banua, yang diselenggarakan dalam rangka peringatan hari jadi ke-21 Kelurahan Sambaliung dan hari jadi ketiga PKL Basuli tahun 2023, mendapat dukungan penuh dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, Madri Pani. Madri menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud dari upaya pelestarian adat budaya Banua, yang merupakan bagian […]

  • Majukan Bidang Kelautan dan Perikanan Dengan Manfaatkan DAK

    Majukan Bidang Kelautan dan Perikanan Dengan Manfaatkan DAK

    • calendar_month Kamis, 16 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 611
    • 0Komentar

    (16/11/2023) Beraunews.id, Tanjung Redeb — Kabupaten Berau menerima DAK Fisik Bidang Kelautan dan Perikanan sebesar Rp 2,261,712,000 dari pemerintah pusat. Wakil Ketua I DPRD Berau, Syarifatul Syadiah, berharap DAK tersebut dapat dimaksimalkan untuk mengatasi berbagai permasalahan di sektor kelautan dan perikanan. “Saya belum melihat secara detail di kelautan ini untuk apa. Tapi harapan kami, bisa […]

  • Bangkitkan Pertanian Lokal, Kampung Talisayan Gaet Warga Manfaatkan Lahan Kosong

    Bangkitkan Pertanian Lokal, Kampung Talisayan Gaet Warga Manfaatkan Lahan Kosong

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.183
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Di tengah dominasi perkebunan sawit, Kampung Talisayan mulai menata strategi agar tak terjebak dalam ketergantungan pangan dari luar. Kepala Kampung Talisayan, Ali Wardana, melihat peluang besar dari lahan-lahan yang belum tergarap. Baginya, tanah kosong bukan sekadar hamparan tak bernyawa, melainkan potensi besar yang bisa menjamin ketahanan pangan bagi masyarakat. “Karena kami, pemerintah kampung, […]

expand_less