Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pembangunan » Rencana Bandara Baru di Maloy Disorot

Rencana Bandara Baru di Maloy Disorot

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
  • visibility 418
  • print Cetak

Samarinda — Rencana pembangunan bandar udara di Kawasan Perkotaan Baru (KPB) Maloy, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, mulai dibahas serius setelah pertemuan antara PT Indonesia Plantation Synergy (IPS) dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur awal April lalu.

Audiensi yang turut melibatkan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menekankan pentingnya proyek tersebut sebagai penunjang investasi di kawasan strategis, khususnya Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK).

Pemerintah daerah menilai keberadaan bandara baru akan mempercepat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah industri tersebut. Namun, kepastian status lahan menjadi perhatian utama sebelum proyek dilanjutkan.

“Lahan harus dalam kondisi *clean and clear*, terutama yang berkaitan dengan HPL transmigrasi, agar tidak memicu konflik di kemudian hari,” ujar Seno Aji dalam pertemuan itu.

Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VII, Ferdinan Nurdin, mengingatkan agar rencana pembangunan tetap mempertimbangkan efektivitas layanan kebandarudaraan di wilayah Kutai Timur.

Saat ini, terdapat dua bandara yang telah beroperasi, yakni Bandara Muara Wahau yang dikelola pemerintah daerah dan Bandara Khusus Tanjung Bara milik PT Kaltim Prima Coal. Jarak KPB Maloy ke Muara Wahau sekitar 125 kilometer, sedangkan ke Tanjung Bara sekitar 60 kilometer.

Mengacu pada ketentuan tatanan kebandarudaraan nasional, radius pelayanan bandara di Kalimantan berkisar 60 kilometer atau jarak antarbandsra sekitar 120 kilometer. Dengan kondisi itu, pembangunan bandara baru dinilai perlu kajian mendalam agar tidak terjadi tumpang tindih layanan.

Menurut Ferdinan, salah satu opsi yang bisa dipertimbangkan adalah menjadikan bandara di KPB Maloy sebagai bandara khusus, atau bandara khusus yang juga melayani kepentingan umum. Skema ini telah diterapkan di sejumlah wilayah, termasuk pada bandara milik perusahaan yang tetap membuka layanan terbatas bagi masyarakat.

Dari sisi operasional, ia menegaskan setiap bandara wajib memenuhi standar keselamatan, keamanan, serta pelayanan jasa kebandarudaraan jika melayani penerbangan umum. Sertifikasi akan diberikan oleh Kementerian Perhubungan setelah seluruh persyaratan dipenuhi.

Selain itu, aspek navigasi penerbangan juga menjadi catatan penting. Saat ini, layanan lalu lintas udara di wilayah Kutai Timur masih dilayani oleh AirNav Indonesia melalui Flight Information Center (FIC) Balikpapan. Kedua bandara yang ada belum memiliki menara pengawas (*tower*), sehingga pilot harus aktif melaporkan posisi selama penerbangan.

Keterbatasan jangkauan komunikasi radio VHF di sejumlah titik juga membuat pesawat harus menggunakan radio HF untuk menjaga komunikasi, terutama di wilayah yang masih mengalami *blank spot*.

Jika bandara KPB Maloy direalisasikan, pemerintah dan pengelola diwajibkan menyiapkan layanan navigasi minimal berupa Aerodrome Flight Information Service (AFIS) atau menara pengawas (TWR), termasuk pengaturan ruang udara dan sistem komunikasi yang memadai.

Ferdinan menambahkan, sebelum masuk tahap perencanaan teknis, pihak pengembang diharapkan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara serta AirNav Indonesia. Koordinasi ini mencakup standar teknis, keselamatan, navigasi, hingga integrasi ke dalam struktur organisasi operasional AirNav.

Selain itu, sejumlah dokumen pendukung juga perlu disiapkan, seperti nota kesepahaman, perjanjian kerja sama, hingga dokumen teknis lainnya sesuai ketentuan yang berlaku. (*/)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usaha Kopi Keliling Bisa Ditertibkan Jika Ganggu Lalu Lintas

    Usaha Kopi Keliling Bisa Ditertibkan Jika Ganggu Lalu Lintas

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 942
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB –   Maraknya usaha kopi keliling juga terjadi di Kabupaten Berau. Saat ini, bahkan di ruas-ruas jalan sudah ada masing-masing gerobak Koling (kopi keliling) dengan bermacam nama dan model. Namun belakangan, usaha ini tak hanya sekadar berkeliling, tapi juga mangkal di tepian jalan atau trotoar. Lantas, apakah keberadaan mereka mengganggu atau bahkan melanggar […]

  • Sufian Agus Laporkan Capaian Penurunan Stunting dalam Rapat Evaluasi Kinerja

    Sufian Agus Laporkan Capaian Penurunan Stunting dalam Rapat Evaluasi Kinerja

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 699
    • 0Komentar

     Tanjung Redeb – Penjabat sementara (Pjs) Bupati Berau, Sufian Agus, melaporkan hasil kinerjanya selama menjabat sebagai Pjs Bupati dalam rapat evaluasi kinerja yang digelar secara daring bersama Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, pada Senin (18/11/2024). Rapat evaluasi ini dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk menilai pelaksanaan tugas dan tanggung jawab para Penjabat Bupati […]

  • Polsek Talisayan Bongkar Dugaan Kurir Sabu di Pesisir Berau, 6,85 Gram Diamankan

    Polsek Talisayan Bongkar Dugaan Kurir Sabu di Pesisir Berau, 6,85 Gram Diamankan

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 163
    • 0Komentar

    BERAU – Seorang perempuan berusia 20 tahun berinisial NB ditangkap aparat Kepolisian Sektor Talisayan di Kampung Biatan Lempake, Kecamatan Biatan, Selasa siang, 19 Mei 2026. Ia diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu dengan barang bukti seberat 6,85 gram. Kapolsek Talisayan, AKP Rachmat Wiwid Dianto, memaparkan penangkapan ini berawal dari laporan warga yang masuk sekitar […]

  • Nurung Soroti BBM hingga Pasar Ikan: Produksi Harus Naik, Tapi Serapan dan Budidaya Juga Wajib Dikuatkan

    Nurung Soroti BBM hingga Pasar Ikan: Produksi Harus Naik, Tapi Serapan dan Budidaya Juga Wajib Dikuatkan

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 933
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Anggota Komisi I DPRD Berau, Nurung, mendesak Pemerintah Kabupaten Berau, khususnya Dinas Perikanan, untuk bekerja lebih agresif mengejar target produksi ikan 35 ribu ton per tahun. Dorongan itu muncul setelah ia menelaah capaian semester pertama 2025 yang baru menyentuh 13.027,66 ton, atau belum mencapai separuh dari target tahunan. Menurut Nurung, angka tersebut seharusnya […]

  • ‎Berau Dorong Lahirnya Destinasi Kreatif, Ekraf Jadi Penguat Daya Tarik Wisata Daerah

    ‎Berau Dorong Lahirnya Destinasi Kreatif, Ekraf Jadi Penguat Daya Tarik Wisata Daerah

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 493
    • 0Komentar

    ‎TANJUNG REDEB — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kini menempatkan ekonomi kreatif sebagai elemen utama dalam membangun destinasi wisata baru. ‎Tidak sekadar menampilkan panorama alam, Berau menargetkan hadirnya “destinasi kreatif” yang menawarkan pengalaman langsung, interaktif, dan bernilai ekonomi bagi masyarakat. ‎Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir, mengatakan bahwa tren wisata saat ini menuntut setiap daerah menghadirkan […]

  • Anak Bantu Orang Tua Jualan di Jalan, Masalah atau Pembelajaran? Ini Kata DPPKBP3A Berau

    Anak Bantu Orang Tua Jualan di Jalan, Masalah atau Pembelajaran? Ini Kata DPPKBP3A Berau

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 449
    • 0Komentar

    BERAU — Fenomena anak-anak yang berjualan di jalanan di Kabupaten Berau belakangan menjadi sorotan masyarakat. Sebagian pihak menilai kondisi tersebut mengganggu ketertiban dan dikhawatirkan mengurangi hak anak yang seharusnya masih menikmati masa bermain serta pendidikan. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Berau, Rabiatul Islamiah, mengatakan masyarakat perlu memahami terlebih […]

expand_less