Geger Penemuan Jenazah di Depan THM Tanjung Selor, Keluarga Tolak Autopsi Korban
- account_circle admin
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 25
- print Cetak

TANJUNG SELOR – Suasana di Jalan Jambu, Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Kabupaten Bulungan, mendadak riuh pada Kamis siang, 14 Mei 2026. Seorang pria ditemukan meninggal dunia di depan sebuah tempat hiburan malam, Cafe B.Space, sekitar pukul 12.50 Wita.
Pria itu belakangan diketahui bernama Irul Sabana, 44 tahun, wiraswasta yang berdomisili di Jalan Semangka, Tanjung Selor. Tubuh Irul tergeletak di area depan kafe dan segera mengundang kerumunan warga serta pengunjung yang masih berada di sekitar lokasi.
Kasat Reskrim Polresta Bulungan, AKP Haji Rio Adi Pratama, membenarkan penemuan jenazah tersebut. Dari pemeriksaan awal, polisi menduga Irul meninggal akibat penyakit yang sudah lama dideritanya.
“Korban memiliki riwayat penyakit jantung dan jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar AKP Haji Rio Adi Pratama, Jumat (15/5).
Rio menjelaskan, keterangan para saksi mengungkap aktivitas korban beberapa jam sebelum ditemukan tak bernyawa. Pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.00 Wita, Irul berada di dalam Cafe B.Space bersama dua rekannya, Iwan Tahir dan Anto. Mereka disebut tengah berkumpul dan mengonsumsi minuman beralkohol.
Sekitar pukul 01.52 Wita, Irul tertidur di dalam kafe. Hingga tempat hiburan itu tutup pada pukul 03.40 Wita, ia tak juga terbangun. Beberapa karyawan kemudian memindahkan tubuh Irul yang masih tertidur ke sofa di bagian depan kafe.
“Saat cafe tutup, korban masih tertidur sehingga dipindahkan ke sofa depan oleh karyawan,” ungkap salah satu saksi.
Beberapa jam berselang, Irul ditemukan sudah tidak bernyawa di lokasi yang sama. Polisi yang menerima laporan segera mendatangi tempat kejadian perkara, melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, dan membawa jenazah ke rumah sakit untuk keperluan visum.
Dari pihak keluarga, informasi yang diperoleh polisi menguatkan dugaan awal. Irul diketahui memang memiliki riwayat penyakit jantung. Istrinya, Sumarsih, menyatakan menerima kepergian suaminya dan menolak tindakan autopsi.
“Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak meminta dilakukan autopsi,” tutup Kasat Reskrim. (tnr)
- Penulis: admin
