Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DPRD Berau » Harga Batu Bara Melemah, DPRD Berau Ingatkan Beralih ke Sawit

Harga Batu Bara Melemah, DPRD Berau Ingatkan Beralih ke Sawit

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
  • visibility 401
  • print Cetak

TANJUNG REDEB- Penurunan harga batu bara di pasar global mulai memunculkan kekhawatiran baru bagi perekonomian Kabupaten Berau. Sejumlah perusahaan tambang disebut telah memberi sinyal kemungkinan melakukan pengurangan tenaga kerja jika tren negatif komoditas tersebut terus berlanjut.

Isyarat itu muncul dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara perusahaan tambang dan DPRD Berau beberapa hari lalu. Dalam pertemuan tersebut, beberapa perusahaan secara terbuka menyampaikan potensi efisiensi tenaga kerja apabila kondisi pasar tidak membaik.

Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, menilai situasi tersebut harus menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk segera menyiapkan strategi ekonomi yang tidak semata bertumpu pada sektor pertambangan.

Menurut dia, potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam skala besar harus diantisipasi sejak sekarang. Jika benar terjadi, gelombang PHK diperkirakan akan mendorong lonjakan angka pengangguran di daerah itu.

Subroto mengingatkan perusahaan agar tetap menempatkan tenaga kerja lokal sebagai prioritas apabila kebijakan pengurangan karyawan tidak dapat dihindari.

“Kalau nanti sampai terjadi PHK massal, perusahaan harus memastikan pekerja lokal tetap menjadi prioritas,” ujarnya.

Ia juga mendorong perusahaan memberi kesempatan peningkatan karier bagi pekerja lokal yang telah memiliki pengalaman kerja.

Menurutnya, pekerja di posisi dasar seperti helper atau karnet seharusnya bisa naik ke posisi operator apabila dinilai telah memenuhi kemampuan.

Langkah tersebut dinilai penting agar pekerja lokal memiliki peluang lebih besar untuk bertahan di tengah kebijakan efisiensi perusahaan.

“Jangan sampai pengurangan tenaga kerja justru lebih banyak mengenai pekerja lokal, sementara tenaga kerja dari luar daerah tetap dipertahankan,” kata Subroto.

Selain itu, ia menilai proporsi tenaga kerja lokal di sektor pertambangan masih dapat ditingkatkan. Saat ini, komposisinya diperkirakan berada di kisaran 60 persen. Ke depan, Subroto berharap angka tersebut bisa meningkat hingga 80 persen.

Dengan komposisi tersebut, dampak sosial dari kebijakan pengurangan tenaga kerja diharapkan tidak terlalu membebani masyarakat Berau.

Subroto juga menyoroti pola pikir masyarakat yang selama ini cenderung menjadikan sektor tambang sebagai pilihan utama pekerjaan. Padahal, menurut dia, masih banyak sektor lain yang memiliki peluang kerja cukup besar.

Salah satu sektor yang disebut memiliki kebutuhan tenaga kerja adalah perkebunan. Namun dalam praktiknya, perusahaan perkebunan justru kerap kesulitan mencari pekerja.

“Sekarang perusahaan kebun malah kesulitan mencari karyawan. Banyak yang menganggap kerja di sana kurang menarik dibanding tambang. Padahal pekerja dari luar daerah saja bisa bekerja di kebun, mestinya masyarakat lokal juga bisa melihat peluang itu,” ujarnya.

Lebih jauh, Subroto menilai pengembangan industri hilirisasi menjadi salah satu jalan keluar untuk memperkuat fondasi ekonomi Berau dalam jangka panjang.

Ia mencontohkan komoditas kelapa sawit yang produksinya cukup besar di daerah tersebut. Selama ini, ribuan ton minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) setiap hari dikirim keluar daerah tanpa melalui proses pengolahan lanjutan.

Menurutnya, jika Berau mampu membangun industri pengolahan sendiri, misalnya pabrik minyak goreng atau produk turunan sawit lainnya, maka nilai tambah ekonomi akan tercipta di daerah sekaligus membuka peluang kerja baru.

“Coba bayangkan kalau CPO itu tidak langsung keluar daerah, tetapi diolah dulu di Berau menjadi minyak goreng atau produk lain. Lapangan kerja yang tercipta bisa ribuan, bahkan berpotensi lebih besar dari sektor tambang,” ucapnya.

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah lebih serius mendorong pembangunan industri hilirisasi agar perekonomian Berau memiliki alternatif penggerak ketika sektor pertambangan tidak lagi menjadi penopang utama.

“DPRD sudah berulang kali menekankan bahwa hilirisasi harus menjadi agenda penting untuk masa depan ekonomi Berau,” tutupnya.

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Berau Soroti Anak Berjualan di Jalan, Tekankan Pentingnya Pengawasan Orang Tua

    DPRD Berau Soroti Anak Berjualan di Jalan, Tekankan Pentingnya Pengawasan Orang Tua

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 507
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Fenomena anak-anak yang berjualan di jalanan di Kabupaten Berau menjadi perhatian Wakil Ketua II DPRD Berau, H. Sumadi, SE. Ia menilai aktivitas tersebut tidak menjadi persoalan selama anak tetap berada dalam pengawasan orang tua atau wali, Senin (09/03/2026). Menurut Sumadi, sebagian anak yang berjualan diketahui masih berstatus pelajar. Jika kegiatan tersebut bertujuan […]

  • Jelang Akhir Tahun 2025, DPRD Berau Ingatkan Pemkab Siapkan Diri Sambut Lonjakan Wisatawan

    Jelang Akhir Tahun 2025, DPRD Berau Ingatkan Pemkab Siapkan Diri Sambut Lonjakan Wisatawan

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 437
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Menjelang liburan akhir tahun yang diprediksi akan mendatangkan lonjakan wisatawan, Ketua DPRD Kabupaten Berau, Dedy Okto Nooryanto, meminta agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait dengan sektor pariwisata mempersiapkan diri dengan matang. Hal ini guna memastikan kelancaran dan kenyamanan para wisatawan yang berkunjung ke Berau, serta mengoptimalkan potensi ekonomi daerah melalui sektor […]

  • Lanjut Kejurprov Percasi Kaltim

    Lanjut Kejurprov Percasi Kaltim

    • calendar_month Kamis, 16 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 536
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Berau gelar Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Junior, Sabtu (18/2/2023). Para atlet catur junior masing-masing menunjukkan kelihaiannya agar mendapatkan juara untuk melanjutkan ke tingkat kejuaraan provinsi (Kejurprov) di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara tanggal 21-23 Februari 2023. Turnamen berlangsung seharian penuh dan dibuka langsung oleh Pj. Sekda Berau dan […]

  • Rp 12 Miliar untuk Program Makan Bergizi Sehat Pelajar di Berau

    Rp 12 Miliar untuk Program Makan Bergizi Sehat Pelajar di Berau

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 810
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Pemkab Berau bersama legislatif telah membahas terkait program makan siang gratis yang dicanangkan oleh Presiden dan Wakil Presiden RI, Prabowo-Gibran. Untuk menyukseskan program tersebut, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 15/2024, pemerintah kabupaten diminta untuk mengalokasikan anggaran semampunya. Dikatakan Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Berau, Endah Ernany Triariani, program makan […]

  • Ajak Masyarakat Aktif Jaga Kebersihan dan Kelestarian Lingkungan

    Ajak Masyarakat Aktif Jaga Kebersihan dan Kelestarian Lingkungan

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 520
    • 0Komentar

    SAMBALIUNG – Pemerintah Kabupaten Berau menggelar kerja bakti lingkungan di kawasan Tepian Sambaliung dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Jumat, 19 Juni 2026. Kegiatan tersebut diikuti Wakil Bupati Berau Gamalis bersama jajaran perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan kelurahan, komunitas lingkungan, serta masyarakat. Kegiatan kerja bakti itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk […]

  • Kondisi Kelistrikan Berau Meningkat, PLN Diminta Sesuaikan dengan Pertumbuhan Investasi

    Kondisi Kelistrikan Berau Meningkat, PLN Diminta Sesuaikan dengan Pertumbuhan Investasi

    • calendar_month Sabtu, 21 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.264
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Kisruh perihal pelayanan PLN UP3 Berau yang tidak maksimal, terus mendapat tanggapan dari berbagai pihak, tak terkecuali Agus Wahyudi, mantan Penjabat Sekda Berau. Sebagai pelanggan PLN, ia mengatakan perusahaan yang bernaung di bawah BUMN tersebut mestinya melakukan komunikasi tatap muka bersama dengan sejumlah pihak-pihak terkait termasuk masyarakat sebagai pelanggan yang mengandalkan jasa […]

expand_less