Kebakaran Kecil di SPBU Bulungan Reda dalam Hitungan Menit
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 7
- print Cetak

TANJUNG SELOR – Kepulan api sempat memecah kepanikan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Kilometer 2, Kabupaten Bulungan, pada Minggu siang (18/5). Sebuah sepeda motor yang baru selesai mengisi bahan bakar tiba-tiba terbakar di area pengisian, nyaris menghanguskan fasilitas SPBU.
Meski kobaran api sempat terlihat cukup besar, insiden itu cepat tertangani dan SPBU tetap bisa beroperasi kembali. Hingga Senin (18/5), aparat kepolisian menyebut belum ada satu pun laporan resmi yang masuk terkait peristiwa tersebut.
Kasat Reskrim Polresta Bulungan, AKP Haji Rio Adi Pratama, mengatakan tidak ada laporan dari pihak pengelola SPBU maupun dari pemilik kendaraan yang terbakar.
“Untuk laporan resmi ke Polresta tidak ada dari pihak SPBU. Penanganan di lapangan sepertinya dilakukan langsung oleh pihak SPBU,” ujar Haji Rio, Senin (18/5).
Haji Rio menambahkan, kepolisian juga belum menerima laporan mengenai kerugian material dari pemilik sepeda motor. Menurut dia, petugas yang sempat mendatangi lokasi adalah anggota piket dari unit Samapta yang melakukan respons awal di lapangan.
Penjelasan lebih rinci datang dari pihak pengelola SPBU. Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, memaparkan dugaan awal penyebab munculnya api di area pengisian tersebut.
Berdasarkan penelusuran sementara, kata Edi, api diduga berasal dari percikan pada kendaraan yang mengalami kebocoran di bagian tangki atau karburator setelah proses pengisian BBM selesai.
“Kami menyampaikan keprihatinan atas kejadian ini. Namun penanganan di lapangan dilakukan secara cepat oleh operator SPBU sesuai SOP keselamatan sehingga kondisi dapat segera dikendalikan dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun dampak lebih luas,” jelas Edi, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan.
Begitu percikan api terlihat, operator SPBU langsung menghentikan sementara layanan pengisian BBM. Penanganan awal dilakukan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia di sekitar lokasi pengisian.
“Operator SPBU bergerak cepat melakukan penanganan awal dan pengamanan area sebagai bagian dari prosedur mitigasi risiko,” tambah Edi.
Api berhasil dipadamkan dalam waktu singkat. Sepeda motor yang terbakar segera dievakuasi keluar dari area SPBU untuk memastikan tidak ada risiko lanjutan. Setelah situasi dinyatakan aman, pengelola melakukan pengecekan menyeluruh terhadap fasilitas operasional sebelum kembali membuka layanan kepada konsumen.
Edi menyebut APAR yang digunakan dalam penanganan insiden langsung diisi ulang sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat berikutnya. Ia menekankan, disiplin menjalankan standar operasional prosedur (SOP), terutama terkait HSSE (Health, Safety, Security & Environment), terus diingatkan kepada seluruh pengelola dan operator SPBU.
“Kami berkomitmen menjadikan aspek keselamatan sebagai prioritas utama dalam pelayanan kepada masyarakat. Evaluasi dan penguatan prosedur keselamatan terus dilakukan secara berkala,” tutup Edi. (tnr)
- Penulis: admin
