Aliansi Mahasiswa Berau Gelar Mimbar Bebas, Soroti Dinasti Politik hingga Maraknya Miras dan Galian Eks Tambang
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 7
- print Cetak

BERAU – Gelombang protes mahasiswa kembali memanaskan pelataran Kantor Bupati Berau. Sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam sebuah aliansi menggelar aksi mimbar bebas untuk menyuarakan berbagai ketimpangan kebijakan, baik di tingkat Provinsi Kalimantan Timur maupun di internal Kabupaten Berau sendiri. (22/5/2026)
Aksi yang berlangsung tertib namun sarat akan kritik tajam tersebut menjadi panggung bagi para aktivis kampus dalam menyoroti kinerja pemerintah.
Mahasiswa menilai, sejauh ini banyak program kerja pemerintah daerah yang berjalan tidak tepat sasaran dan belum memberikan dampak kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat bawah.
Di tingkat regional, mahasiswa menyoroti konstelasi dan gejolak politik di Kalimantan Timur yang dinilai semakin tidak sehat. Dinamika politik di Benua Etam belakangan ini dipandang cenderung mengarah pada ambisi segelintir kelompok yang ingin melanggengkan serta menguasai jejaring dinasti politik.
Kondisi tersebut dinilai mencederai nilai-nilai demokrasi dan menutup ruang bagi kepemimpinan yang objektif. Tak hanya menyoroti isu provinsi, aliansi mahasiswa juga membawa rapor merah mengenai sejumlah persoalan lokal yang terjadi di wilayah Kabupaten Berau.
Dua isu krusial yang menjadi pemantik utama dalam aksi ini adalah persoalan lingkungan terkait menjamurnya galian-galian eks tambang yang terbengkalai, serta meluasnya peredaran minuman keras (miras) di berbagai sudut wilayah Kabupaten Berau tanpa adanya pengawasan yang ketat.
Pemerintah Kabupaten Berau dinilai tidak becus dan tidak memiliki taji dalam menegakkan regulasi di lapangan.
Keberadaan galian eks tambang yang merusak ekosistem serta peredaran miras yang merajalela dituding sebagai bukti nyata dari lemahnya tindakan tegas aparat penegak hukum dan instansi terkait terhadap para pelanggar aturan.
Salah satu perwakilan lapangan, Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) Berau, Akbar, dalam orasinya di atas mimbar bebas, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk keprihatinan sekaligus tuntutan nyata dari kaum intelektual terhadap kondisi daerah yang kian memprihatinkan.
“Dari tingkat provinsi masih banyaknya program kerja yang tidak sesuai yang tidak berdampak kepada masyarakat, dan yang terlihat di Kalimantan Timur yaitu gejolak politik yang ingin menguasai dinasti-dinasti politik. Di Kabupaten Berau sendiri, banyaknya galian-galian eks tambang dan peredaran miras di mana-mana itu bentuk dari ketidakbecusan pemerintah untuk melakukan penindakan tegas terhadap pelanggar-pelanggar tersebut,” tegas Akbar saat berorasi di depan massa aksi. Kamis (21/5/2026)
Mengakhiri orasinya, Akbar membakar semangat para demonstran untuk menjaga konsistensi gerakan dan memastikan seluruh tuntutan dikawal secara berkelanjutan.
Mahasiswa berkomitmen akan terus menyuarakan ketimpangan ini hingga masyarakat Berau benar-benar merasakan kemerdekaan dan keadilan yang sesungguhnya. (tnr)
- Penulis: admin
