Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kendala Bertumpuk di Damkar Berau, dari Gangguan Layanan Darurat hingga Minim Pelatihan Personel

Kendala Bertumpuk di Damkar Berau, dari Gangguan Layanan Darurat hingga Minim Pelatihan Personel

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
  • visibility 150
  • print Cetak

BERAU – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Berau menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring bertambahnya tugas pelayanan kepada masyarakat. Selain menangani kebakaran, petugas kini juga kerap menjalankan operasi penyelamatan non-kebakaran, mulai dari evakuasi ular hingga penanganan buaya yang masuk ke kawasan permukiman.

Di tengah meningkatnya tuntutan tersebut, Disdamkarmat Berau masih dihadapkan pada sejumlah kendala yang dinilai memengaruhi efektivitas penanganan di lapangan. Persoalan itu meliputi keterlambatan laporan masyarakat, gangguan layanan pengaduan, keterbatasan pelatihan personel, hingga minimnya alat pelindung diri (APD).

Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengatakan salah satu hambatan yang paling sering ditemui petugas adalah lambatnya informasi yang diterima saat terjadi kebakaran. Kondisi itu menyebabkan petugas baru tiba ketika api telah membesar dan sulit dikendalikan.

Menurut dia, kecepatan pelaporan sangat menentukan keberhasilan penanganan kebakaran. Semakin cepat informasi diterima, semakin besar peluang petugas mencegah api menjalar ke bangunan lain.

“Kadang-kadang saat informasi masuk, apinya sudah besar. Kalau yang dekat seperti di Sambaliung, ada warga yang langsung datang ke kantor menyampaikan laporan,” ungkapnya pada Senin, 1 Juni 2026.

Rakhmadi menjelaskan layanan pengaduan yang digunakan saat ini juga belum berjalan optimal. Nomor telepon darurat 0554-211113 yang menjadi saluran utama pelaporan masih kerap mengalami gangguan jaringan.

Selain itu, sistem panggilan yang masih bergantung pada pulsa sering menjadi kendala tersendiri. Dalam sejumlah kasus, sambungan telepon terputus sebelum pelapor menyampaikan informasi secara lengkap mengenai lokasi maupun kondisi kebakaran yang terjadi.

“Kadang masyarakat menelepon, tetapi belum selesai menjelaskan, teleponnya sudah terputus karena pulsanya habis atau ada kendala jaringan,” ujarnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Disdamkarmat Berau berencana mengalihkan layanan pelaporan menggunakan nomor telepon seluler. Upaya itu diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam menyampaikan laporan saat kondisi darurat.

Di sisi lain, permintaan bantuan penyelamatan non-kebakaran terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Petugas tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga berbagai situasi darurat lain yang memerlukan respons cepat dan kemampuan khusus.

Meski demikian, kemampuan personel dalam menjalankan berbagai jenis operasi penyelamatan masih menghadapi keterbatasan. Rakhmadi mengakui belum seluruh anggota mendapatkan pelatihan yang memadai, baik terkait penanggulangan kebakaran maupun penyelamatan khusus.

Ia mengatakan sebagian besar kemampuan personel selama ini diperoleh melalui pengalaman di lapangan dan pembelajaran mandiri. Untuk meningkatkan kapasitas anggota, personel yang pernah mengikuti pelatihan diminta membagikan pengetahuan dan keterampilannya kepada rekan kerja lainnya.

“Masih ada anggota yang belum mengikuti pelatihan. Akhirnya kami melakukan pelatihan mandiri dengan memanfaatkan pengalaman teman-teman yang sudah pernah mendapat pelatihan,” jelasnya.

Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah keterbatasan alat pelindung diri. Ketersediaan APD dinilai masih belum mencukupi untuk mendukung seluruh personel yang bertugas dalam operasi berisiko tinggi.

Kondisi tersebut, kata dia, terlihat saat petugas menangani satwa liar seperti ular dan buaya. Tidak semua anggota memiliki perlengkapan keselamatan yang memadai ketika harus berhadapan langsung dengan hewan berbahaya.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, personel Damkar Berau tetap menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Namun, menurut Rakhmadi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta penambahan sarana dan prasarana pendukung masih menjadi kebutuhan yang perlu dipenuhi agar pelayanan dapat berjalan lebih optimal. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • ETLE Diperkuat, Kasat Lantas Berau Ingatkan Warga Segera Balik Nama Kendaraan Bekas

    ETLE Diperkuat, Kasat Lantas Berau Ingatkan Warga Segera Balik Nama Kendaraan Bekas

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 302
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Satuan Lalu Lintas Polres Berau menegaskan kebijakan pembayaran pajak kendaraan bermotor tahunan di daerah itu tetap mengacu pada aturan yang berlaku. Pembayaran tanpa menggunakan identitas pemilik lama tidak diberlakukan karena dinilai berisiko dan berpotensi melanggar ketentuan hukum. Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Berau, Rhondy Hermawan, mengatakan setiap transaksi kendaraan bekas harus disertai […]

  • Retak di Parkiran hingga Panas Ruang Tunggu, Ini Langkah PUPR Berau Benahi RSUD Baru

    Retak di Parkiran hingga Panas Ruang Tunggu, Ini Langkah PUPR Berau Benahi RSUD Baru

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 290
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pembangunan rumah sakit umum daerah baru di Tanjung Redeb memasuki babak akhir. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Berau kini berkutat pada deretan penyempurnaan, memastikan seluruh sudut bangunan aman dan siap menampung layanan kesehatan bagi warga. Kepala Bidang P3BJK PUPR Berau, Anang Wahananto, menjelaskan bahwa tim teknis tengah melakukan evaluasi […]

  • Tim Damkar Berau Lakukan Operasi Malam Hari untuk Hapus Ancaman Tawon

    Tim Damkar Berau Lakukan Operasi Malam Hari untuk Hapus Ancaman Tawon

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 173
    • 0Komentar

    BERAU — Puskesmas Pembantu Kampung Punan Segah di Berau baru-baru ini mengalami gangguan akibat kehadiran sarang tawon vespa ban kuning. Keberadaan tawon berbahaya ini memicu kekhawatiran di kalangan tenaga medis serta masyarakat yang tinggal di sekitar fasilitas kesehatan tersebut. Untuk mengatasi situasi ini, tim dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau diutus ke lokasi […]

  • Gamalis: Pensiunan PNS Masih Bisa Sumbang Pemikiran untuk Berau

    Gamalis: Pensiunan PNS Masih Bisa Sumbang Pemikiran untuk Berau

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 861
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Para pensiunan PNS di Kabupaten Berau berkumpul dalam Musyawarah Cabang (Muscab) ke-5 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Berau yang digelar di Balai Mufakat, Sabtu, 12 Juli 2025. Agenda utamanya sederhana tapi penting: memilih ketua baru dan menyusun program kerja lima tahun ke depan. PWRI Berau mengusung misi agar para purnatugas tetap punya […]

  • Diduga Tenggelam Usai Lompat ke Sungai Segah, Nelayan Berau Ditemukan Tak Bernyawa

    Diduga Tenggelam Usai Lompat ke Sungai Segah, Nelayan Berau Ditemukan Tak Bernyawa

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.282
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Seorang nelayan di Kabupaten Berau berinisial JR, warga Jalan Pulau Diguna, dilaporkan meninggal dunia setelah diduga tenggelam di Sungai Segah, Kecamatan Tanjung Redeb, pada Jumat (17/10/2025) dini hari. Informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau menyebutkan, peristiwa bermula saat korban bersama rekannya, S, berangkat mencari udang menggunakan perahu ketinting pada Kamis […]

  • Kisah Kairul Azam, Bocah Maratua yang Digigit Hiu Saat Temani Ayah Cari Udang

    Kisah Kairul Azam, Bocah Maratua yang Digigit Hiu Saat Temani Ayah Cari Udang

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 607
    • 0Komentar

    MARATUA – Seorang bocah bernama Kairul Azam berusia 11 tahun harus mengalami nasib naas. Niat membantu sang ayah justru membuatnya harus mendapatkan luka cukup serius di bagian lengan tangan dan kaki karena serangan hiu. Hal ini bermula ketika si anak ikut ayahnya ke Pulau Semut di Teluk Alulu Kecamatan Maratua untuk mencari Udang, pada Minggu […]

expand_less