Anggaran Terbatas, DPUPR Berau Utamakan Pemeliharaan Drainase di Lokasi Rawan
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 7
- print Cetak

BERAU — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau memfokuskan penanganan pada titik-titik rawan banjir di kawasan perkotaan. Langkah ini diambil seiring meningkatnya intensitas hujan yang berpotensi memicu genangan di sejumlah wilayah.
Pemeliharaan drainase menjadi prioritas utama untuk mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi saat musim penghujan. DPUPR menilai, sistem saluran air yang tidak berfungsi optimal dapat memperparah luapan air dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Keterbatasan anggaran dalam APBD murni tahun ini membuat DPUPR harus melakukan penyesuaian program. Pembangunan infrastruktur baru yang bersifat besar ditunda, sementara upaya pembersihan dan normalisasi drainase dipercepat.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Berau, Hendra, mengatakan rencana induk pengembangan drainase sebenarnya mencakup wilayah yang luas. Namun pelaksanaannya dilakukan bertahap sesuai kemampuan anggaran.
“Berdasarkan masterplan, memang masih banyak pengerjaan yang perlu dilaksanakan pada tahun ini. Namun, untuk saat ini kami memilah mana yang lebih prioritas untuk didahulukan agar pengerjaannya cepat dan tepat sasaran,” ujar Hendra, Kamis (30/4/2026).
Menurut dia, pertumbuhan kawasan perkotaan turut meningkatkan beban sistem drainase. Bertambahnya permukiman dan bangunan komersial membuat kebutuhan saluran air semakin besar dan memerlukan dukungan anggaran yang signifikan.
DPUPR telah memetakan sejumlah lokasi yang menjadi fokus penanganan jangka pendek. Di antaranya kawasan Jalan Gatot Subroto, Jalan Murjani, dan Jalan Durian yang kerap mengalami banjir saat hujan deras.
“Untuk sekarang pengerjaan kami fokuskan pada kawasan itu karena frekuensi banjirnya yang masih sering terjadi. Penanganan yang dilakukan meliputi aspek pemeliharaan rutin serta pembersihan dari sedimen dan sampah,” kata Hendra.
Selain itu, DPUPR juga mempertimbangkan pengembangan infrastruktur pendukung, seperti kolam detensi untuk menampung air sementara sebelum dialirkan ke sungai. Upaya ini dinilai dapat mengurangi tekanan air pada saluran utama dan menekan potensi genangan.
DPUPR memastikan akan terus memantau kondisi di lapangan. Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, upaya penanganan banjir tetap menjadi prioritas guna menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan. (tnr)
- Penulis: admin
