Bayar Utang Rp5,9 Miliar, RSUD Abdul Rivai Pastikan Stok Obat Kembali Lancar
- account_circle admin
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 37
- comment 0 komentar
- print Cetak

TANJUNG REDEB — Manajemen RSUD Abdul Rivai menyatakan pasokan obat yang sempat tersendat akibat kendala vendor kini mulai kembali normal. Perbaikan distribusi dilakukan setelah rumah sakit menyelesaikan pembayaran utang kepada penyedia dengan nilai hampir Rp6 miliar.
Kepala Bidang Tata Usaha RSUD Abdul Rivai, Sarengat, mengatakan gangguan pasokan sebelumnya disebabkan oleh keterlambatan distribusi dari vendor, yang berdampak pada menipisnya stok sejumlah obat tertentu.
“Setelah kami lakukan pembayaran hampir Rp5,9 miliar, pasokan obat mulai lancar dan stok berangsur terpenuhi,” ujar Sarengat, Senin, 13 April 2026.
Menurut dia, kelangkaan yang terjadi tidak menyeluruh, melainkan hanya pada beberapa jenis obat. Pihak rumah sakit memastikan sistem pengawasan stok tetap berjalan melalui audit internal yang dilakukan secara rutin setiap bulan.
Audit tersebut bertujuan memantau ketersediaan dan kebutuhan obat, sekaligus menentukan jenis obat yang perlu segera dilakukan pengadaan ulang.
Sarengat menambahkan, pengelolaan teknis terkait obat berada di bawah koordinasi bagian Pelayanan Medik (Yanmed) bersama tim pengelola farmasi. Rumah sakit, kata dia, membuka akses informasi bagi pihak yang membutuhkan data lebih rinci terkait ketersediaan obat.
“Secara teknis, pengelolaan ada di Yanmed. Jika membutuhkan informasi lebih detail, bisa langsung ke rumah sakit untuk diarahkan ke bagian terkait,” katanya.
Manajemen berharap, dengan terselesaikannya kewajiban pembayaran kepada vendor, layanan kesehatan kepada masyarakat tidak lagi terganggu oleh persoalan logistik. Fokus rumah sakit saat ini adalah menjaga ketersediaan obat agar pelayanan medis dapat berjalan optimal tanpa hambatan. (/tnr)
- Penulis: admin
