Berau Dilanda Kekeringan dan Karhutla, Bupati Sri Juniarsih Ajak Warga Introspeksi dan Perbanyak Doa
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 17
- print Cetak

Berau — Pemerintah Kabupaten Berau bersama jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga menggelar Sholat Istisqa serta istighosah untuk memohon turunnya hujan di tengah cuaca panas dan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, Wakil Bupati Gamalis, Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto, Kepala Kejaksaan Negeri Berau Reopan Saragih, Ketua TP PKK Berau Sri Aslinda Gamalis, Ketua Dekranasda Berau Edy Suswanto, sejumlah kepala OPD, personel TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian tata cara Sholat Istisqa. Setelah itu, jamaah melaksanakan salat berjamaah yang dilanjutkan dengan ceramah agama oleh Pembina Yayasan Maula Arsyeh Al Islamiyah sekaligus Majelis Rotibul Haddad, Habib Jamaludin Fahmi Al-Jufri.
Dalam ceramahnya, Habib Jamaludin mengatakan Sholat Istisqa menjadi momentum bagi masyarakat untuk bersama-sama memohon pertolongan Allah SWT agar hujan rahmat turun dan membawa keberkahan, keselamatan serta kesejahteraan bagi masyarakat Berau.
“Tujuan kita berkumpul di tempat ini untuk melaksanakan Sholat Istisqa dan istighosah, bermunajat dan berdoa memohon pertolongan Allah SWT agar berkenan menurunkan hujan rahmat-Nya, khususnya di Kabupaten Berau yang kita cintai ini,” ujarnya.
Menurut dia, panas berkepanjangan dan kekeringan dalam beberapa waktu terakhir telah menimbulkan sejumlah dampak. Salah satunya adalah kebakaran yang terjadi di sejumlah lokasi dan masih membutuhkan penanganan bersama.
Kondisi tersebut, kata Habib Fahmi, seharusnya menjadi momentum bagi masyarakat untuk melakukan introspeksi dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Kekeringan, panas yang berkepanjangan dan musibah kebakaran yang kita rasakan saat ini menjadi ibrah, pelajaran dan pengingat bagi kita semua untuk kembali ke jalan Allah SWT,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar doa meminta hujan dibarengi dengan upaya memperbaiki diri, menjalankan perintah agama dan meninggalkan larangan Allah SWT.
Habib Fahmi menilai setiap musibah semestinya menjadi bahan evaluasi bersama, bukan menjadi alasan untuk menyalahkan keadaan maupun pihak tertentu.
“Jika ada bencana atau musibah, kita harus introspeksi diri masing-masing. Jangan menyalahkan keadaan, pemerintah, perorangan atau pihak lainnya. Kita jadikan ini sebagai pengingat atas kesalahan dan kekhilafan yang mungkin kita lakukan,” tuturnya.
Masyarakat kemudian diajak memperbanyak istighfar, memohon ampun atas kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja, serta melakukan tobat dengan sungguh-sungguh.
Usai pelaksanaan salat dan ceramah, kegiatan ditutup dengan doa bersama agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang bermanfaat bagi Kabupaten Berau.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan Sholat Istisqa merupakan bagian dari ikhtiar bersama pemerintah dan masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurut Sri, penanganan kondisi tersebut tidak cukup hanya melalui langkah teknis pemerintah dan unsur terkait. Ikhtiar spiritual dengan memperbanyak doa dan memohon pertolongan Allah SWT juga diperlukan.
“Kita tentu berharap melalui ikhtiar bersama ini, Allah SWT memberikan hujan yang membawa rahmat dan keberkahan bagi Kabupaten Berau. Di tengah kondisi panas dan kekeringan yang kita hadapi, kita harus tetap berusaha, berdoa dan saling mengingatkan untuk menjaga lingkungan,” ujar Sri.
Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
“Ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk semakin bersyukur, menjaga alam dan memperkuat kepedulian. Pemerintah akan terus melakukan langkah-langkah penanganan, namun dukungan dan kesadaran seluruh masyarakat juga sangat penting,” kata Sri.(*afn)
- Penulis: admin
