Berau Siapkan 225 Destinasi Wisata Masuk Agenda Prioritas RPJMD 2025-2029
- account_circle admin
- calendar_month Senin, 11 Agt 2025
- visibility 378
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB — Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, membuka langkah strategis dalam pengembangan sektor pariwisata melalui Rapat Koordinasi Pembangunan dan Pengembangan Pariwisata Tahun 2025, yang berlangsung di ruang rapat Bapelitbang, Senin (11/8/2025).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mengokohkan visi “Berau Maju, Unggul, Berkelanjutan, Makmur, dan Sejahtera” sebagaimana tertuang dalam Rancangan Awal RPJMD 2025-2029.
Sri Juniarsih menegaskan bahwa pariwisata akan dijadikan sebagai salah satu pilar utama pembangunan berkelanjutan yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus menjawab berbagai tantangan ke depan.
Hal ini diperkuat dengan status Berau yang ditetapkan sebagai kawasan prioritas pariwisata nasional berdasarkan Perpres Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025-2029.
Menurut Sri, potensi alam Berau sangat luar biasa dan menjadi modal utama yang harus dikelola dengan baik agar memberikan kenyamanan sekaligus meningkatkan daya tarik wisatawan.
“Keindahan alam yang dimiliki Berau adalah peluang besar, apalagi kami juga menjadi mitra strategis bagi Ibu Kota Negara,” ujarnya.
Prestasi pariwisata Berau beberapa tahun terakhir semakin mengukuhkan potensi tersebut. Pulau Derawan, misalnya, berhasil meraih Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024, sementara Pemkab Berau menerima Penghargaan Arindama dalam bidang Pembangunan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada HUT ke-68 Provinsi Kaltim.
Saat ini, Berau memiliki 18 Desa Wisata dan total 225 destinasi wisata yang terbagi ke dalam 159 wisata alam, 39 wisata budaya, dan 27 wisata buatan. Pemerintah daerah berkomitmen mengoptimalkan pengembangan sektor ini melalui peningkatan amenitas, promosi, serta pengembangan ekonomi kreatif yang berbasis kearifan lokal.
Tidak hanya itu, dalam waktu dekat Berau juga akan menyambut tamu dari Republik Seychelles untuk diajak menikmati keindahan alam Bumi Batiwakkal. Sri menyatakan bahwa kedatangan tamu internasional ini merupakan kesempatan emas untuk memperluas promosi pariwisata ke tingkat global.
“Oleh karena itu, kami harus memastikan kesiapan sarana dan prasarana agar mampu memberikan kesan terbaik,” katanya.
Sri juga menegaskan bahwa pengembangan pariwisata harus dilakukan secara lintas sektor dan memerlukan sinergi seluruh perangkat daerah. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama instansi terkait diminta terus mengoptimalkan potensi ekonomi kreatif yang bisa menjadi produk khas sebagai oleh-oleh wisatawan.
“Sinergi ini sangat penting agar pembangunan pariwisata dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah sekitar destinasi,” tutupnya. (Adv/yf)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar