Bupati Berau Pacu Kemandirian Ekonomi Kampung Lewat Pelatihan Hasil Laut
- account_circle admin
- calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
- visibility 158
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB – Aroma laut yang khas dan deru ombak yang tenang menjadi latar pelatihan kewirausahaan yang digelar Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau.
Selama dua hari, 28 hingga 29 Juli 2025, warga dari enam kampung di Kecamatan Bidukbiduk berkumpul untuk mempelajari cara mengubah hasil laut menjadi produk kuliner bernilai jual.
Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa. Lebih dari itu, ini adalah bentuk nyata upaya pemerintah mendorong kemandirian ekonomi warga pesisir. Melalui pelatihan yang difokuskan pada pengolahan ikan dan hasil laut lainnya, para peserta diajarkan membuat beragam produk seperti nugget ikan, dimsum, dan makanan siap saji lainnya.
“Bidukbiduk memiliki kekayaan laut yang luar biasa. Pelatihan ini kami arahkan ke sini agar masyarakat bisa lebih memanfaatkan potensi tersebut secara optimal,” ujar Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, saat ditemui di sela kegiatan, Senin (28/8/2025) lalu.
Ia menjelaskan, pemilihan lokasi pelatihan bukan tanpa alasan. Selain hasil laut yang melimpah, kawasan ini juga dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Berau. Dengan kombinasi sumber daya alam dan arus wisatawan yang stabil, sektor pengolahan makanan berbasis hasil laut diyakini bisa tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru di wilayah ini.
“Kami ingin warga tidak hanya menjual ikan dalam bentuk mentah. Dengan pelatihan ini, mereka bisa menciptakan produk bernilai tambah yang bisa dipasarkan lebih luas,” tambahnya.
Peserta pelatihan berasal dari enam kampung, yaitu Bidukbiduk, Giring-Giring, Pantai Harapan, Tanjung Prepat, Teluk Sulaiman, dan Teluk Sumbang. Mereka tidak hanya belajar teknik pengolahan, tetapi juga mendapatkan pengetahuan tentang pengemasan, pemasaran, dan pentingnya menjaga kualitas produk.
Bagi Eva, pelatihan ini juga merupakan langkah konkret dalam mendukung visi Bupati Berau untuk memperkuat pembangunan UMKM sebagai pondasi ekonomi daerah. Ia menyebutkan bahwa keberadaan usaha mikro yang produktif dan inovatif sangat krusial, terlebih di wilayah yang memiliki potensi wisata seperti Bidukbiduk.
Namun Bidukbiduk bukan satu-satunya yang akan mendapatkan pelatihan serupa. Diskoperindag Berau sudah merancang program lanjutan untuk menyentuh seluruh kecamatan. Pelatihannya akan disesuaikan dengan potensi masing-masing daerah, baik itu pengolahan hasil laut, pertanian, maupun kerajinan lokal.
“Kami tidak bisa menggunakan pendekatan yang sama di semua wilayah. Setiap daerah punya potensi unik, dan itu yang akan menjadi dasar penyusunan materi pelatihan,” jelas Eva.
Pelatihan ini juga mendapat perhatian langsung dari Bupati Berau, Sri Juniarsih. Menurutnya, program seperti ini selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah yang berpihak pada masyarakat bawah dan UMKM.
“Saya sangat mengapresiasi inisiatif ini. Melalui pelatihan seperti ini, masyarakat bisa lebih mandiri secara ekonomi dan tidak bergantung hanya pada hasil mentah. Kita dorong terus agar UMKM bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal,” ucap Sri Juniarsih.
Ia juga menambahkan bahwa sektor UMKM di Berau harus mendapat dukungan berkelanjutan, karena keberadaannya menjadi kunci untuk menciptakan lapangan kerja dan menekan angka pengangguran, terutama di daerah dengan potensi sumber daya yang besar.
“Saya berharap pelatihan-pelatihan ini bisa terus menjangkau lebih banyak kampung, dan mampu melahirkan pelaku usaha baru yang tangguh dan kreatif,” imbuhnya. (adv/yf)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar