Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DISKOMINFO BERAU » ‎Dari Lahan Eks Kebakaran Menjadi Kawasan Ekonomi Baru Berbasis Ruang Publik

‎Dari Lahan Eks Kebakaran Menjadi Kawasan Ekonomi Baru Berbasis Ruang Publik

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
  • visibility 1.049
  • print Cetak

TANJUNG REDEB — Kawasan Rajanta, yang sebelumnya menjadi lokasi kebakaran permukiman di Ujung Tepian Ahmad Yani, Kelurahan Bugis, kini memasuki babak baru. Lahan seluas kurang lebih 8.000 meter di dekat dermaga tersebut dirancang jadi pusat kegiatan sosial dan wisata.

‎Program ini digarap oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) sebagai salah satu strategi membangkitkan kawasan terdampak bencana dengan pendekatan pembangunan kota berbasis pemulihan sosial.

‎Alih fungsi lahan dilakukan dengan mempertimbangkan potensi ekonomi dan aktivitas masyarakat yang telah ada di wilayah Rajanta.

‎Pejabat Fungsional Teknik Penyehatan Lingkungan Ahli Muda Disperkim Berau, Anang Wahananto, menilai transformasi ini bukan sekadar mempercantik kota, melainkan menciptakan ruang bersama yang berdampak langsung pada warga.

‎“Tujuannya bukan hanya estetika. Ruang publik yang dibangun nanti diharapkan menjadi pusat interaksi masyarakat, kegiatan ekonomi, dan rekreasi,” jelasnya, Kamis (13/11/2025).

‎Letak Rajanta dinilai sangat strategis karena berada di jalur lalu lintas Tanjung Redeb–Gunung Tabur dan diapit oleh kawasan kuliner serta pusat aktivitas warga. Dengan memaksimalkan potensi tersebut, pembangunan kawasan dipercaya mampu menghidupkan ekonomi lokal.

‎Disperkim juga menargetkan keterhubungan Rajanta dengan Tepian Segah dan Tepian Teratai melalui koridor wisata sungai yang saling terintegrasi.

‎“Kami ingin pergerakan masyarakat dan wisatawan terpusat dan saling terkoneksi, bukan terbagi-bagi,”tegas Anang.

‎Konsep kawasan meliputi area parkir, dermaga wisata, amfiteater, kafe, ruang baca, taman bermain, menara pandang, hingga promenade dengan tanaman khas tepian sungai.

‎”Keberadaan fasilitas ini ditujukan untuk menarik aktivitas publik tanpa menghilangkan fungsi dermaga sebagai akses transportasi,” ujarnya

‎Meskipun Detail Engineering Design (DED) telah rampung sejak 2024, proyek belum dapat dimulai karena masih menunggu pembebasan lahan oleh Dinas Pertanahan serta pembangunan turap sungai oleh Balai Wilayah Sungai Kalimantan V.

‎“Dari sisi desain darat, semuanya siap. Tapi konstruksi tidak bisa berjalan sampai lahan benar-benar clear and clean, termasuk penguatan sempadan sungai,” ujar Anang.

‎Proyek ini diperkirakan menghabiskan anggaran sekitar Rp40 miliar melalui APBD Berau, dan pemerintah membuka peluang kerja sama dengan pihak eksternal guna mempercepat realisasi.

‎Anang berharap pembangunan ruang publik Rajanta dapat menjadi momentum pemulihan kawasan terdampak bencana sekaligus mengarah pada pertumbuhan ekonomi berbasis keramaian masyarakat.

‎“Kalau nanti sudah terbangun, Rajanta akan jauh berbeda dari sebelumnya. Dermaga tetap berfungsi, tetapi tampil sebagai ruang publik modern yang layak dikunjungi,” tutupnya. (Adv/Akm)

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejutan Deklarasi: PBB Resmi Dukung Madri Pani dan Agus Wahyudi

    Kejutan Deklarasi: PBB Resmi Dukung Madri Pani dan Agus Wahyudi

    • calendar_month Kamis, 29 Agt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 965
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb- Tim Pemenangan ‘Menyala Abangku’ menggelar acara deklarasi pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Berau periode 2024-2029, Madri Pani (MP) dan Agus Wahyudi (AW) di Hotel SM Tower, pada Kamis (29/8/2024). Deklarasi tersebut dihadiri ribuan simpatisan serta relawan pendukung paslon MP dan AW dari berbagai kecamatan. Antusias pendukung paslon yang diusung oleh enam […]

  • Kerja 3 Hari di Kantor, ASN Bakal Santai atau Makin Produktif?

    Kerja 3 Hari di Kantor, ASN Bakal Santai atau Makin Produktif?

    • calendar_month Sabtu, 15 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.074
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Rencana aturan terbaru jam kerja ASN yakni tiga hari work from office (WFO) dan dua hari work from anywhere (WFA), belum sampai ke Kabupaten Berau. Dikonfirmasi beberapa waktu lalu, Sekda Berau Muhammad Said menyebut jika sampai sekarang belum menerima surat maupun juknis terkait hal itu. “Kita belum menerima surat apapun tentang aturan […]

  • SraGam Klaim 18 Program Prioritas Sukses, Minta Restu Masyarakat untuk Pilkada 2024

    SraGam Klaim 18 Program Prioritas Sukses, Minta Restu Masyarakat untuk Pilkada 2024

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 600
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Calon Wakil Bupati Berau nomor urut 2, Gamalis, menggelar kampanye di Jln. Poros Bangun, tepatnya di Lapangan Aliang, Selasa (15/10/2024). Kampanye ini dihadiri sejumlah partai pengusung dan tim pemenangan pasangan Sri Juniarsih-Gamalis (SraGam), yang dengan penuh semangat mengusung slogan “Lanjutkan dan Tuntaskan.” Dalam kampanye tersebut, juru bicara SraGam yang juga tokoh politik […]

  • Giliran Upah Minimum yang Bakal Dinaikkan Prabowo

    Giliran Upah Minimum yang Bakal Dinaikkan Prabowo

    • calendar_month Sabtu, 30 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 684
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Selain menaikkan gaji dan insentif guru, Presiden Prabowo Subianto juga menetapkan kenaikan upah minimum buruh sebesar 6,5 persen di tahun 2025. Hal ini pun akan segera diterbitkan dalam aturan tertulis minggu depan. Dikutip dari Biro Pers Sekretariat Presiden, untuk kenaikan upah minimum ini termasuk tinggi dibandingkan rata-rata kenaikan tahun 2024 ini yakni yang […]

  • Rudi P. Mangunsong Dorong Hulu–Hilir Terkelola Baik: Harga Stabil Jika Suplai Daerah Berdiri di Kaki Sendiri

    Rudi P. Mangunsong Dorong Hulu–Hilir Terkelola Baik: Harga Stabil Jika Suplai Daerah Berdiri di Kaki Sendiri

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 855
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P. Mangunsong, menilai langkah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga stabilitas harga menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 sudah berada di jalur yang tepat. Namun, ia mengingatkan bahwa operasi pasar saja tidak cukup untuk menahan gejolak harga jika tidak dibarengi dengan penguatan sektor produksi […]

  • E-Walidata SIPD Jadi Fondasi Satu Data Daerah yang Akurat dan Terintegrasi

    E-Walidata SIPD Jadi Fondasi Satu Data Daerah yang Akurat dan Terintegrasi

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 417
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pengelolaan data pembangunan kini menuntut pemerintah daerah untuk bekerja lebih cepat, akurat, transparan, dan terukur. Data tidak lagi menjadi pelengkap administrasi, tetapi telah menjadi fondasi utama dalam perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan daerah. Sebagai langkah strategis menuju tata kelola pemerintahan modern, Pemerintah Kabupaten Berau mulai mengimplementasikan E-Walidata SIPD, sebuah sistem yang […]

expand_less