Diskan Berau Benahi Tata Kelola Perairan Umum Lewat Inovasi Si PATIN, Dorong Penguatan Ekonomi Pesisir dan Kampung-Kampung Sungai
- account_circle admin
- calendar_month Jumat, 5 Des 2025
- visibility 83
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tanjung Redeb — Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat tata kelola sektor kelautan dan perikanan dengan meluncurkan inovasi Strategi Pengelolaan Penangkapan Ikan di Perairan Umum (Si PATIN). Pendekatan berbasis geospasial ini disiapkan untuk mengatasi persoalan tumpang tindih wilayah tangkap di sungai, rawa, dan danau yang selama ini menjadi sumber konflik antar nelayan.
Sekretaris Dinas Perikanan (Diskan) Berau, Yunda Zuliarsih, menjelaskan bahwa selama bertahun-tahun nelayan beroperasi tanpa acuan zonasi yang jelas karena tidak adanya peta geospasial resmi. Kondisi ini menyebabkan batas-batas wilayah tangkap menjadi kabur, sehingga kelompok nelayan sering saling memasuki area satu sama lain.
“Selama ini nelayan berjalan tanpa pedoman yang pasti. Tanpa peta zonasi, mereka sering memasuki area tangkap kelompok lain tanpa sengaja, dan itu memicu konflik di lapangan,” jelasnya.
Melalui inovasi Si PATIN, pemerintah daerah mulai menetapkan batas-batas wilayah penangkapan yang dapat dijadikan rujukan bersama. Zonasi ini, kata Yunda, tidak hanya menghadirkan kepastian hukum bagi nelayan, tetapi juga menciptakan ketertiban tata ruang perairan umum yang menjadi tumpuan ekonomi banyak kampung di wilayah pedalaman.
“Aksi perubahan ini diharapkan memberi jaminan yang lebih baik. Nelayan akan tahu dengan jelas di mana mereka bisa beroperasi tanpa mengganggu hak orang lain,” ujarnya.
Selain menata ulang ruang perikanan, Si PATIN juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Dengan wilayah tangkap yang tertata, distribusi aktivitas penangkapan menjadi lebih efisien, sehingga potensi produksi dapat meningkat dan membuka peluang bagi UMKM olahan ikan, penguatan pasar lokal, hingga konektivitas transportasi perairan.
Kabupaten Berau sendiri memiliki potensi perikanan yang besar, terutama di sektor penangkapan di sungai dan pesisir. Pemerintah juga menyiapkan penguatan sektor budidaya sebagai penopang produksi jangka panjang, agar ekonomi masyarakat tidak hanya bergantung pada hasil tangkap.
Menurut Yunda, peningkatan produksi beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa sektor perikanan Berau memiliki peluang berkembang lebih besar, namun tetap memerlukan kontrol ketat agar ekosistem tidak rusak.
“Tantangan kita adalah menjaga keseimbangan. Ekonomi nelayan harus berjalan, tetapi sumber daya juga harus dipastikan lestari. Si PATIN menjadi langkah awal untuk mencapai tujuan itu,” tegasnya.
Dengan hadirnya inovasi berbasis geospasial ini, Pemkab Berau optimistis tata kelola perairan—baik di kampung pesisir maupun kampung sungai—akan semakin tertib, produktif, dan berkelanjutan, membuka ruang bagi penguatan ekonomi biru dan investasi lokal di sektor perikanan.
(Adv/Akm)
Jika ingin versi lebih teknis, lebih pro-ekonomi kampung, atau lebih menonjolkan aspek investasi biru, saya bisa sesuaikan.
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar