Dorong Ekonomi Pesisir, Pemerintah Berau Satukan Pasar Murah dan Pembinaan UMKM dalam Satu Program Terpadu
- account_circle admin
- calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
- visibility 121
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dorong Ekonomi Pesisir, Pemerintah Berau Satukan Pasar Murah dan Pembinaan UMKM dalam Satu Program Terpadu
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten Berau kembali menggelar pasar murah di wilayah pesisir selatan Biduk-Biduk. Program yang diinisiasi Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) ini berlangsung sejak 4 hingga 6 November 2025 dan menyasar enam kampung yang selama ini bergantung pada jalur distribusi panjang untuk mendapatkan kebutuhan pokok.
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan pasar murah menjadi langkah konkret pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat di daerah terpencil tetap bisa mengakses bahan pokok dengan harga terjangkau.
“Kami membagi tim menjadi dua untuk melayani masyarakat. Sejak 4 November kami mulai di Teluk Sumbang dan Teluk Sulaiman, lalu Giring-Giring dan Biduk-Biduk pada 5 November, dan terakhir Pantai Harapan serta Tanjung Prepat pada 6 November,” ujar Eva, Jumat (7/11/2025).
Empat komoditas utama yang dijual—beras, gula, minyak goreng, dan telur ayam lokal—menjadi buruan warga. Harga yang dipatok pemerintah jauh di bawah harga pasar setempat, membuat kegiatan ini disambut antusias.
“Alhamdulillah, respon masyarakat sangat baik. Khusus telur ayam lokal, hanya dengan Rp 59 ribu warga sudah mendapatkan satu piring telur segar. Demikian juga beras SPHP lima kilogram yang kami jual seharga Rp 58 ribu,” kata Eva.
Pasokan bahan pokok yang dibawa tim Diskoperindag habis terserap di hampir seluruh titik. Warga yang telah menunggu sejak pagi langsung menyerbu lokasi pasar murah setelah kegiatan dibuka.
Pantau Produk UMKM, Evaluasi Kemasan
Di sela kegiatan, Diskoperindag juga meninjau geliat usaha mikro di wilayah pesisir. Eva menyempatkan diri mengunjungi pusat oleh-oleh milik BUMK Teluk Sulaiman yang memproduksi olahan khas seperti abon dan amplang.
Menurutnya, produk UMKM pesisir memiliki potensi besar, namun perlu dukungan serius dalam hal kualitas tampilan. “Kami akan terus memberikan edukasi terkait pentingnya kemasan. Kemasan itu unsur penting dalam pemasaran. Pembeli biasanya tertarik pada tampilan pertama sebelum mencicipi produk,” katanya.
Eva menegaskan pembinaan UMKM tidak hanya dilakukan saat kegiatan pasar murah, tetapi berkelanjutan agar pelaku usaha lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Program pasar murah, yang juga didukung unsur TNI dan Polri, disebut sebagai salah satu strategi pemerintah menjaga pasokan bahan pokok di wilayah yang jauh dari ibu kota kabupaten. Kegiatan ini diproyeksikan berlangsung rutin, terutama menjelang momen-momen rawan fluktuasi harga.
“Intinya, kami ingin masyarakat di wilayah manapun—termasuk pesisir paling selatan—tetap memiliki akses yang sama terhadap bahan pokok dengan harga stabil,” ujar Eva.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Berau menjaga daya beli warga sekaligus memperkuat ekonomi lokal melalui pembinaan UMKM dan distribusi kebutuhan pokok yang lebih merata. (adv/yf)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar