DPRD Dorong Gebrakan Baru UMKM Berau: Bukan Hanya Modal, Tapi Inovasi & Digitalisasi Usaha Daerah
- account_circle admin
- calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB — Di banyak sudut Berau, dari industri rumahan hingga usaha olahan makanan, UMKM berdiri sebagai denyut usaha masyarakat. Mereka membuka pintu kerja, menjaga perputaran belanja harian, dan menjadi sandaran ekonomi keluarga. Namun bagi Suriansyah, Anggota Komisi II DPRD Berau, sektor ini belum diberi ruang akselerasi yang cukup besar.
Ia berharap pemerintah tidak berhenti pada bantuan dasar, tetapi bergerak dengan gebrakan baru. Terobosan nyata — bukan sekadar program turun angka.
“UMKM Berau sangat potensial. Tapi mereka butuh dorongan konkret. Harus ada inovasi baru yang benar-benar menyentuh kebutuhan di lapangan,” tegasnya.
UMKM Bukan Hanya Butuh Modal — Mereka Butuh Cara Bertumbuh
Selama ini tantangan UMKM berputar pada tiga hal utama: modal, pemasaran, dan teknologi. Tanpa pembinaan yang konsisten, produk berkualitas sering hanya berakhir di pasar lokal, tidak sampai naik kelas ke jaringan penjualan yang lebih luas.
Suriansyah mendorong pemetaan UMKM per kecamatan agar program intervensi tidak seragam, melainkan presisi.
UMKM yang kuat harus diberi akses pada:
✔ pelatihan branding & packaging
✔ pemasaran digital marketplace + sosial media
✔ pendampingan usaha dan sertifikasi produk
✔ jaringan permodalan dan mitra distribusi
“UMKM bukan hanya membutuhkan dana, tapi juga peningkatan kapasitas. Cara jualan, cara membangun merek, itu juga harus diajarkan,” ujarnya.
Ekosistem UMKM = Kolaborasi Banyak Pihak, Bukan Kerja Tunggal
Suriansyah menilai, UMKM akan lebih kuat bila pemerintah menggandeng sektor swasta, perbankan, hingga lembaga keuangan mikro. Akses pembiayaan yang lebih longgar akan membuat usaha kecil tidak berhenti hanya karena modal tidak bergerak.
Dengan strategi yang tepat, produk lokal Berau berpeluang menembus pasar nasional — bahkan internasional — karena banyak memiliki nilai identitas yang unik dan punya daya jual wisata.
“Kalau semua pihak bersinergi, UMKM kita tidak sekadar bertahan — tapi bersaing,” tambahnya.
Ia menyebut, DPRD siap mendukung dari sisi anggaran dan regulasi. Namun akselerasi tetap berada di tangan pemerintah sebagai eksekutor lapangan.
“Tahun ini harus ada lompatan. Kalau pemerintah bergerak agresif, UMKM bisa menjadi motor utama peningkatan ekonomi masyarakat Berau,” tutupnya. (yf/adv)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar